• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Hengkang dari Afghanistan, AS Dianggap Bukan Lagi Negara Adidaya

Hengkang dari Afghanistan, AS Dianggap Bukan Lagi Negara Adidaya

September 3, 2021
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Raih Penghargaan Nasional sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kota

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Raih Penghargaan Nasional sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kota

Juni 12, 2026
Baleg DPR Percepat Penyusunan RUU Masyarakat Adat

Baleg DPR Percepat Penyusunan RUU Masyarakat Adat

Juni 12, 2026
ADVERTISEMENT
Kemenhub Percepat Pengembangan Jaringan KA untuk Dorong Konektivitas dan Efisiensi Logistik

Kemenhub Percepat Pengembangan Jaringan KA untuk Dorong Konektivitas dan Efisiensi Logistik

Juni 12, 2026
Siti Hediati Soeharto Tegaskan Pentingnya Penyusunan RUU Pangan 

Siti Hediati Soeharto Tegaskan Pentingnya Penyusunan RUU Pangan 

Juni 12, 2026
Logis 08 Geruduk KPK dan Kantor Pusat BRI, Minta Penetapan Tersangka Kasus BRI-Telkom

Logis 08 Geruduk KPK dan Kantor Pusat BRI, Minta Penetapan Tersangka Kasus BRI-Telkom

Juni 12, 2026
Prabowo Perintahkan Percepatan Peralihan LPG ke CNG demi Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Prabowo Perintahkan Percepatan Peralihan LPG ke CNG demi Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Juni 12, 2026
Polda Metro Jaya Kerahkan 4.151 Personel Gabungan Polri -TNI Amankan Aksi Mahasiswa di Jakarta

Polda Metro Jaya Kerahkan 4.151 Personel Gabungan Polri -TNI Amankan Aksi Mahasiswa di Jakarta

Juni 12, 2026
Anggota DPR Ingatkan Keberhasilan UU Polri Tergantung Kualitas SDM Anggota

Anggota DPR Ingatkan Keberhasilan UU Polri Tergantung Kualitas SDM Anggota

Juni 12, 2026
Komisi XIII DPR Minta KemenHAM Susun Ulang Anggaran 2027

Komisi XIII DPR Minta KemenHAM Susun Ulang Anggaran 2027

Juni 12, 2026
Setelah Disomasi Tak ada Respon LCM Laporkan Manajemen HH Club ke Polresta Barelang, Dugaan Pencemaran Nama Baik

Setelah Disomasi Tak ada Respon LCM Laporkan Manajemen HH Club ke Polresta Barelang, Dugaan Pencemaran Nama Baik

Juni 11, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Jumat, Juni 12, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Internasional

Hengkang dari Afghanistan, AS Dianggap Bukan Lagi Negara Adidaya

[Internasional]

September 3, 2021
in Internasional
0
0
SHARES
55
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Penampakan tentara terakhir Amerika Serikat yang meninggalkan Afghanistan. AS dianggap bukan lagi negara adidaya setelah hengkang dari Afghanistan. Foto/Twitter @18airbornecorps
Penampakan tentara terakhir Amerika Serikat yang meninggalkan Afghanistan. AS dianggap bukan lagi negara adidaya setelah hengkang dari Afghanistan. Foto/Twitter @18airbornecorps

London, SatukanIndonesia.com – Gara-gara pasukannya hengkang dan penanganannya terhadap krisis Afghanistan, Amerika Serikat (AS) dianggap bukan lagi sebagai negara adidaya atau superpower.

Komentar tajam ini datang dari Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace. Tak hanya Amerika, Wallace juga memberikan penilaian yang sama terhadap negaranya sendiri.

Komentar tajam—datang pada saat ketegangan transatlantik dan domestik meningkat atas mundurnya AS yang berantakan—ditampilkan dalam sebuah wawancara di majalah Spectator beberapa hari setelah pasukan Barat terakhir dievakuasi dari Kabul.

Ditanya apakah keluarnya dari Afghanistan menunjukkan batas kekuatan Inggris di panggung dunia, Wallace memulai dengan mengatakan, “Jelas bahwa Inggris bukan negara adidaya,” kemudian mengalihkan fokusnya ke AS. Baca Juga: Rudal-rudal Israel Serang Suriah, Sebagian Ditembak Jatuh
“Tapi negara adidaya yang juga tidak siap untuk bertahan pada sesuatu mungkin juga bukan negara adidaya. Ini jelas bukan kekuatan global, itu hanya kekuatan besar,” imbuh Wallace mengacu pada Amerika.

Mereka yang dekat dengan Menhan Wallace mengakui bahwa pernyataannya itu ditujukan ke AS. Orang dalam pemerintah Inggris berpendapat bahwa Menhan Wallace menekankan pentingnya kemauan politik serta kekuatan militer belaka.

Ini bukan pertama kalinya Wallace secara terbuka mengkritik AS. Pada pertengahan Agustus, ketika Taliban mulai membuat keuntungan besar di Afghanistan, menteri pertahanan itu menggambarkan kesepakatan damai Donald Trump tahun 2020 dengan Taliban sebagai kesalahan strategis yang menyebabkan banyak masalah.

ADVERTISEMENT

Penarikan terakhir pasukan AS, bagaimanapun, disahkan oleh penerus Trump, Joe Biden, pada bulan April—sebuah keputusan yang mengecewakan Inggris, yang ingin tetap tinggal di Afghanistan. Tetapi tanpa pasukan AS, Inggris tidak dapat menyatukan kekuatan pertahanan alternatif yang kredibel dan terpaksa bergabung dengan evakuasi massal bulan lalu.

Mantan menteri luar negeri Jeremy Hunt memperingatkan pada hari Kamis bahwa garis patahan berbahaya telah muncul dalam hubungan khusus AS-Inggris, menggambarkan penarikan pasukan dari Kabul sebagai bencana dan dipaksakan di Inggris. Baca Juga: Israel Kesal, AS Berencana Kembali Buka ‘Kedutaan’ di Palestina di Yerusalem
Dalam pidato pertamanya tentang perebutan Kabul oleh Taliban, Hunt mengatakan pasukan sekutu pergi dalam keadaan tercela.”Sehingga itu momen yang serius bagi siapa saja yang peduli dengan nilai-nilai liberal dan masyarakat terbuka,” katanya.

Menulis di koran lokal, dia berkata: “Hasil dari penarikan yang kacau dan tergesa-gesa ini adalah mengembalikan negara kepada pemerintah yang melindungi para pembom 9/11 [serangan 11 September 2001 di AS].”

“Kenyataannya, bagaimanapun, adalah bahwa 457 pria dan wanita tentara Inggris tidak kehilangan nyawa mereka hanya untuk mengurangi risiko serangan teroris. Mereka juga tidak mendukung isolasionisme yang putus asa dari ‘First America’ dari Presiden Trump yang tampaknya menjadi pandering [menjadi calo] penggantinya,” paparnya.

“Prajurit dan wanita kami tewas dalam membela serangkaian nilai yang dipegang teguh yang mengatakan bahwa anak perempuan harus berhak atas pendidikan yang sama dengan anak laki-laki, pengadilan harus independen dari ulama, dan jurnalis tidak boleh dipenjara jika mereka berbicara kebenaran kepada kekuasaan. Jika Presiden Biden juga percaya pada nilai-nilai itu, inilah saatnya kita mendengarnya,” katanya, seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (3/9/2021).

Biden membela penarikan pasukan Amerika itu dengan dasar bahwa AS tidak boleh terlibat dalam pembangunan bangsa, dan kepentingan nasional vital mereka berakhir ketika teroris dikalahkan satu dekade lalu.

Hunt menambahkan; “Penarikan itu telah dipaksakan dengan enggan di Inggris oleh teman terdekatnya. Garis patahan seperti itu ke depan sangat berbahaya.”

Baca Juga: Aksi Penembakan Terjadi di Mal Selandia Baru, Pelaku Tewas Ditempat
Dia menahan diri dari kritik langsung terhadap kinerja Kementerian Luar Negeri, dengan mengatakan cara untuk mencegah bencana seperti itu adalah dengan memperkuat aliansi Barat.

(nal/SI)

Komentar Facebook

Tags: AfghanistanAmerika SerikatInggrisnegara adidayaTaliban
ShareTweetSend

Related Posts

Menkeu Purbaya Temui Investor Global Jamin Kondisi Fiskal Nasional

Menkeu Purbaya Temui Investor Global Jamin Kondisi Fiskal Nasional

April 15, 2026
Dubes Iran Sebut AS Terima 10 Syarat Negosiasi Gencatan Senjata

Dubes Iran Sebut AS Terima 10 Syarat Negosiasi Gencatan Senjata

April 13, 2026
SMSI Tunggu Rapimnas untuk Tentukan Sikap atas Perjanjian Dagang RI–AS

SMSI Tunggu Rapimnas untuk Tentukan Sikap atas Perjanjian Dagang RI–AS

Februari 26, 2026

Wakil Ketua Komisi I: Kesepakatan Dagang Amerika-Indonesia Perkuat Hubungan Kedua Bangsa

Februari 23, 2026

Presiden Prabowo Tiba di Indonesia Usai Bertemu Empat Negara Strategis

September 28, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?