• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Hengkang dari Afghanistan, AS Dianggap Bukan Lagi Negara Adidaya

Hengkang dari Afghanistan, AS Dianggap Bukan Lagi Negara Adidaya

September 3, 2021
RUU Reforma Agraria Disiapkan, Ketimpangan di Balik Penguasaan Lahan Disoroti

RUU Reforma Agraria Disiapkan, Ketimpangan di Balik Penguasaan Lahan Disoroti

September 18, 2026
Gaji P3K Rp23 Triliun Masuk APBN 2027, Pemda Tak Boleh Alasan Efisiensi

Gaji P3K Rp23 Triliun Masuk APBN 2027, Pemda Tak Boleh Alasan Efisiensi

September 18, 2026
ADVERTISEMENT
Kantor Gakkum Kehutanan Wilayah Maluku Papua di Geledah Kejaksaan

Kantor Gakkum Kehutanan Wilayah Maluku Papua di Geledah Kejaksaan

September 17, 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Pidanakan Pelanggar Karhutla Indonesia

Presiden Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Pidanakan Pelanggar Karhutla Indonesia

September 17, 2026
Selain Dialog, Pemahaman Sejarah Papua Penting Untuk perdamaian

Selain Dialog, Pemahaman Sejarah Papua Penting Untuk perdamaian

September 17, 2026
Mentan Perkuat Produksi Pertanian untuk Jaga Swasembada Pangan dan Dukung Kemandirian Energi

Mentan Perkuat Produksi Pertanian untuk Jaga Swasembada Pangan dan Dukung Kemandirian Energi

September 17, 2026
Dasco Sebut  Ketum Parpol Belum Putuskan Ambang Batas Parlemen dalam Revisi UU Pemilu

Dasco Sebut  Ketum Parpol Belum Putuskan Ambang Batas Parlemen dalam Revisi UU Pemilu

September 17, 2026
BBM Langka, Antrian Kendaraan Buat Macet tak tampak Petugas Polisi

BBM Langka, Antrian Kendaraan Buat Macet tak tampak Petugas Polisi

September 17, 2026
Presiden Prabowo Siapkan Rekrutmen Sarjana Terbaik untuk Jadi Guru

Presiden Prabowo Siapkan Rekrutmen Sarjana Terbaik untuk Jadi Guru

September 17, 2026
Wamen ESDM Ungkap Strategi Ketahanan Energi di G20

Wamen ESDM Ungkap Strategi Ketahanan Energi di G20

September 17, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Jumat, September 18, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Internasional

Hengkang dari Afghanistan, AS Dianggap Bukan Lagi Negara Adidaya

[Internasional]

September 3, 2021
in Internasional
0
0
SHARES
57
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Penampakan tentara terakhir Amerika Serikat yang meninggalkan Afghanistan. AS dianggap bukan lagi negara adidaya setelah hengkang dari Afghanistan. Foto/Twitter @18airbornecorps
Penampakan tentara terakhir Amerika Serikat yang meninggalkan Afghanistan. AS dianggap bukan lagi negara adidaya setelah hengkang dari Afghanistan. Foto/Twitter @18airbornecorps

London, SatukanIndonesia.com – Gara-gara pasukannya hengkang dan penanganannya terhadap krisis Afghanistan, Amerika Serikat (AS) dianggap bukan lagi sebagai negara adidaya atau superpower.

Komentar tajam ini datang dari Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace. Tak hanya Amerika, Wallace juga memberikan penilaian yang sama terhadap negaranya sendiri.

Komentar tajam—datang pada saat ketegangan transatlantik dan domestik meningkat atas mundurnya AS yang berantakan—ditampilkan dalam sebuah wawancara di majalah Spectator beberapa hari setelah pasukan Barat terakhir dievakuasi dari Kabul.

Ditanya apakah keluarnya dari Afghanistan menunjukkan batas kekuatan Inggris di panggung dunia, Wallace memulai dengan mengatakan, “Jelas bahwa Inggris bukan negara adidaya,” kemudian mengalihkan fokusnya ke AS. Baca Juga: Rudal-rudal Israel Serang Suriah, Sebagian Ditembak Jatuh
“Tapi negara adidaya yang juga tidak siap untuk bertahan pada sesuatu mungkin juga bukan negara adidaya. Ini jelas bukan kekuatan global, itu hanya kekuatan besar,” imbuh Wallace mengacu pada Amerika.

ADVERTISEMENT

Mereka yang dekat dengan Menhan Wallace mengakui bahwa pernyataannya itu ditujukan ke AS. Orang dalam pemerintah Inggris berpendapat bahwa Menhan Wallace menekankan pentingnya kemauan politik serta kekuatan militer belaka.

Ini bukan pertama kalinya Wallace secara terbuka mengkritik AS. Pada pertengahan Agustus, ketika Taliban mulai membuat keuntungan besar di Afghanistan, menteri pertahanan itu menggambarkan kesepakatan damai Donald Trump tahun 2020 dengan Taliban sebagai kesalahan strategis yang menyebabkan banyak masalah.

Penarikan terakhir pasukan AS, bagaimanapun, disahkan oleh penerus Trump, Joe Biden, pada bulan April—sebuah keputusan yang mengecewakan Inggris, yang ingin tetap tinggal di Afghanistan. Tetapi tanpa pasukan AS, Inggris tidak dapat menyatukan kekuatan pertahanan alternatif yang kredibel dan terpaksa bergabung dengan evakuasi massal bulan lalu.

Mantan menteri luar negeri Jeremy Hunt memperingatkan pada hari Kamis bahwa garis patahan berbahaya telah muncul dalam hubungan khusus AS-Inggris, menggambarkan penarikan pasukan dari Kabul sebagai bencana dan dipaksakan di Inggris. Baca Juga: Israel Kesal, AS Berencana Kembali Buka ‘Kedutaan’ di Palestina di Yerusalem
Dalam pidato pertamanya tentang perebutan Kabul oleh Taliban, Hunt mengatakan pasukan sekutu pergi dalam keadaan tercela.”Sehingga itu momen yang serius bagi siapa saja yang peduli dengan nilai-nilai liberal dan masyarakat terbuka,” katanya.

Menulis di koran lokal, dia berkata: “Hasil dari penarikan yang kacau dan tergesa-gesa ini adalah mengembalikan negara kepada pemerintah yang melindungi para pembom 9/11 [serangan 11 September 2001 di AS].”

“Kenyataannya, bagaimanapun, adalah bahwa 457 pria dan wanita tentara Inggris tidak kehilangan nyawa mereka hanya untuk mengurangi risiko serangan teroris. Mereka juga tidak mendukung isolasionisme yang putus asa dari ‘First America’ dari Presiden Trump yang tampaknya menjadi pandering [menjadi calo] penggantinya,” paparnya.

“Prajurit dan wanita kami tewas dalam membela serangkaian nilai yang dipegang teguh yang mengatakan bahwa anak perempuan harus berhak atas pendidikan yang sama dengan anak laki-laki, pengadilan harus independen dari ulama, dan jurnalis tidak boleh dipenjara jika mereka berbicara kebenaran kepada kekuasaan. Jika Presiden Biden juga percaya pada nilai-nilai itu, inilah saatnya kita mendengarnya,” katanya, seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (3/9/2021).

Biden membela penarikan pasukan Amerika itu dengan dasar bahwa AS tidak boleh terlibat dalam pembangunan bangsa, dan kepentingan nasional vital mereka berakhir ketika teroris dikalahkan satu dekade lalu.

Hunt menambahkan; “Penarikan itu telah dipaksakan dengan enggan di Inggris oleh teman terdekatnya. Garis patahan seperti itu ke depan sangat berbahaya.”

Baca Juga: Aksi Penembakan Terjadi di Mal Selandia Baru, Pelaku Tewas Ditempat
Dia menahan diri dari kritik langsung terhadap kinerja Kementerian Luar Negeri, dengan mengatakan cara untuk mencegah bencana seperti itu adalah dengan memperkuat aliansi Barat.

(nal/SI)

Komentar Facebook

Tags: AfghanistanAmerika SerikatInggrisnegara adidayaTaliban
ShareTweetSend

Related Posts

RI-AS Perkuat Kerja Sama Pelestarian Warisan Budaya dan Pengelolaan Museum

RI-AS Perkuat Kerja Sama Pelestarian Warisan Budaya dan Pengelolaan Museum

Juni 17, 2026
Menkeu Purbaya Temui Investor Global Jamin Kondisi Fiskal Nasional

Menkeu Purbaya Temui Investor Global Jamin Kondisi Fiskal Nasional

April 15, 2026
Dubes Iran Sebut AS Terima 10 Syarat Negosiasi Gencatan Senjata

Dubes Iran Sebut AS Terima 10 Syarat Negosiasi Gencatan Senjata

April 13, 2026

SMSI Tunggu Rapimnas untuk Tentukan Sikap atas Perjanjian Dagang RI–AS

Februari 26, 2026

Wakil Ketua Komisi I: Kesepakatan Dagang Amerika-Indonesia Perkuat Hubungan Kedua Bangsa

Februari 23, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?