
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini (29/12) diperkirakan melanjutkan penguatan setelah menyentuh resistance baru. IHSG berhasil ditutup menguat signifikan 1,41% di level 6.093.54 pada Senin (28/12/2020).
Nafan Aji Analis Binaartha Sekuritas mengatakan pergerakan IHSG secara teknikal berdasarkan indikator MACD, Stochastic maupun RSI mulai menunjukkan sinyal positif. Di sisi lain, terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG hari ini.
Karena itu, Nafan memproyeksikan, IHSG hari ini berpeluang menuju ke resistance terdekat.
Menurut Nafan, pergerakan IHSG hari ini berdasarkan rasio fibonacci dengan support maupun resistance berada pada 6.009,10 hingga 6.157,11.
Rekomendasi Saham
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.
1. Bank Central Asia (BBCA).
Pergerakan harga BBCA masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Karena itu rekomendasi saham BBCA adalah akumulasi beli pada area Rp 33.200 – Rp 33.900, dengan target harga secara bertahap di level Rp 34.900, Rp 36.075, Rp 37.600 dan Rp 39.050. Support ada di Rp 33.200 dan Rp 32.175. Saham BBCA ditutup di Rp 33.900. (RoE: 14.51%; PER: 30.96x; EPS: 1,094.81; PBV: 4.49x; Beta: 0.94)
2. HM Sampoerna (HMSP).
Pergerakan harga HMSP masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Rekomendasi saham HMSP adalah akumulasi beli pada area Rp 1.475 – Rp 1.505, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.580, Rp 1.645, Rp 1.900, Rp 2.160, Rp 2.420 dan Rp 2.550. Support ada di Rp 1.385.
3. Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP).
Terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. Rekomendasi saham ICBP adalah akumulasi beli pada area level Rp 9.375 – Rp 9.475, dengan target harga secara bertahap di level Rp 10.075, Rp 10.700, Rp 12.175 dan Rp 13.650. Support ada di Rp 9.225. Saham ICBP ditutup di Rp 9.475. (RoE: 10.85%; PER: 20.98x; EPS: 451.60; PBV: 2.27x; Beta: 0.34).
4. Krakatau Steel (KRAS).
Pergerakan harga saham KRAS masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Rekomendasi saham KRAS akumulasi beli pada area Rp 430 – Rp 438, dengan target harga secara bertahap di level Rp 474, Rp 498, Rp 515 dan Rp 595. Support ada di Rp 404. Saham KRAS ditutup di Rp 438. (RoE: 1.97%; PER: 63.29x; EPS: 6.92; PBV: 1.25x; Beta: 2.09).
5. Pakuwon Jati (PWON).
Pergerakan harga PWON masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Rekomendasi saham PWON akumulasi beli pada level Rp 515 – Rp 535, dengan target harga secara bertahap di Rp 560, Rp 580 dan Rp 665. Support ada di Rp 500. Saham PWON ditutup di Rp 535. (RoE: 4.61%; PER: 32.20x; EPS: 16.61; PBV: 1.48x; Beta: 1.68).
6. Unilever Indonesia (UNVR).
Pergerakan harga UNVR masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Rekomendasi saham UNVR adalah akumulasi beli pada area level Rp 7.350 – Rp 7.450, dengan target harga secara bertahap di level Rp 7.725, Rp 8.950 dan Rp 10.175. Support: Rp 7.200 dan Rp 6.800. Saham UNVR ditutup di Rp 7.450. (RoE: 92.42%; PER: 39.14x; EPS: 190.32; PBV: 36.23x; Beta: 0.47).(*)













