• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Macron Kaitkan Islam dan Terorisme, Dianggap Kesalahan Besar

Kala Macron Mencoba Meredam Ketegangan dengan Islam

November 2, 2020
ATR/BPN Gandeng Perguruan Tinggi Percepat Penyusunan RDTR, Target 1.703 RDTR hingga 2028

ATR/BPN Gandeng Perguruan Tinggi Percepat Penyusunan RDTR, Target 1.703 RDTR hingga 2028

September 11, 2026
Tinjau Kampung Nelayan Mariadei, Yan Mandenas Tekankan Kesejahtraan Masyarakat

Tinjau Kampung Nelayan Mariadei, Yan Mandenas Tekankan Kesejahtraan Masyarakat

September 11, 2026
ADVERTISEMENT
Cegah kerugian Daerah Penghasil, Alfons Manibui : DBH Harus Tepat Waktu

Cegah kerugian Daerah Penghasil, Alfons Manibui : DBH Harus Tepat Waktu

September 11, 2026
Sebelum Jabatan di Dewan HAM berakhir, Indonesia Mesti Penuhi Desakan MSG

Sebelum Jabatan di Dewan HAM berakhir, Indonesia Mesti Penuhi Desakan MSG

September 10, 2026
Presiden Prabowo Bersama Menpora Erick Thohir Lepas Atlet ke Asian Games 2026

Presiden Prabowo Bersama Menpora Erick Thohir Lepas Atlet ke Asian Games 2026

September 10, 2026
Dubes Inggris Dukung Sektor Kakao Berkelanjutan Papua

Dubes Inggris Dukung Sektor Kakao Berkelanjutan Papua

September 10, 2026
DPR Dorong Pencarian Optimal Hilangnya 5 Jurnalis saat Liputan Erupsi Anak Krakatau

DPR Dorong Pencarian Optimal Hilangnya 5 Jurnalis saat Liputan Erupsi Anak Krakatau

September 10, 2026
Mendagri Tito Dorong IMT-GT Jadi Platform Konkret Perkuat Ekonomi Kawasan

Mendagri Tito Dorong IMT-GT Jadi Platform Konkret Perkuat Ekonomi Kawasan

September 10, 2026
Pelaku ‘Bom Molotov’ Kantor Komnas HAM Papua Ingin Hancurkan Negara

Pelaku ‘Bom Molotov’ Kantor Komnas HAM Papua Ingin Hancurkan Negara

September 10, 2026
Komisi E DPRD DKI Dorong Layanan Eksekutif RSUD Jadi Skema Subsidi Silang

Komisi E DPRD DKI Dorong Layanan Eksekutif RSUD Jadi Skema Subsidi Silang

September 10, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Jumat, September 11, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Internasional

Kala Macron Mencoba Meredam Ketegangan dengan Islam

[Internasional]

November 2, 2020
in Internasional
0
0
SHARES
105
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Nama Presiden Prancis Emmanuel Macron tengah menjadi sorotan. Sejumlah pernyataannya yang dinilai menghina Islam menuai kecaman dari berbagai penjuru dunia. Namun, dalam kesempatan terbaru, Macron mencoba untuk meredam ketegangannya dengan umat Muslim.

Tak seperti sebelumnya, di mana berbagai pernyataannya selalu terkesan ofensif, kali ini Macron mengeluarkan pernyataan normatif, berupaya menjelaskan maksud dari ucapan-ucapan sebelumnya.

“Saya bisa mengerti bahwa orang bisa dikejutkan oleh karikatur itu, tetapi saya tidak akan pernah menerima bahwa kekerasan bisa dibenarkan. Saya memahami perasaan yang muncul, saya menghormati mereka,” kata Macron, dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera, mengutip AFP.

Namun, Macron mengklaim, apa yang dilakukannya saat ini hanya-lah dalam rangka menjalankan perannya sebagai seorang pemimpin. “Peran saya adalah menenangkan segalanya. Tapi, di saat yang sama, saya juga melindungi hak-hak orang lain.”

Macron juga mengatakan akan selalu mendukung kebebasan untuk berbicara, menulis, dan berpikir di negaranya.

Sebelumnya, sejumlah kelompok dan negara-negara Islam di dunia bersitegang dengan Macron akibat pernyataan ofensifnya. Pernyataan itu dimulai dari pengumuman majalah satire Prancis, Charlie Hebdo, yang bakal menerbitkan ulang karikatur Nabi Muhammad, untuk memperingati penyerangan terhadap kantornya pada Januari 2015.

Menanggapi hal tersebut, Macron justru mengatakan akan tetap mempertahankan kebebasan berpendapat, termasuk melalui medium karikatur. Dia mengaku tak berhak mencampuri keputusan redaksi media dalam penerbitan tersebut.

“Saya pikir, sebagai Presiden Prancis, saya tidak boleh menilai keputusan editorial, karena ada kebebasan pers yang melekat,” ujar Macron pada awal September lalu.

Lebih jauh, Macron justru berbicara mengenai kebebasan berpendapat di negaranya. Dia mengaku akan melindungi segala bentuk kebebasan tersebut. “Jadi, bukan wewenang saya menilai keputusan para jurnalis itu,” kata dia.

Pernyataan ofensif Macron selanjutnya muncul pada awal Oktober lalu. Dia mengklaim ada kelompok radikal Islam yang ingin menentang hukum di negaranya.

“Ada kelompok radikal Islam, sebuah organisasi yang mempunyai metode untuk menentang hukum Republik dan menciptakan masyarakat secara paralel untuk membangun nilai-nilai yang lain,” ujar Macron.

Terakhir, pada Jumat (23/10) lalu, Macron mengatakan bahwa Islam adalah agama yang mengalami krisis di seluruh dunia, sehingga ingin menguasai masa depan mereka.

Pernyataan ini ia keluarkan pasca-insiden pemenggalan guru sejarah, Samuel Paty, oleh Abdoullakh Abouyezidovitch yang berusia 18 tahun. Insiden dipicu lantaran Paty membahas kartun Nabi Muhammad di kelas bersama murid-muridnya.

Macron menganggap Paty adalah martir yang mengusung kebebasan berpendapat dan pelaku adalah seorang radikal Muslim. Ia pun menindaklanjuti insiden ini dengan perintah pengawasan terhadap ormas Islam Prancis dan menutup sejumlah masjid yang mencurigakan.

“Sekularisme adalah pengikat persatuan Prancis. Jangan biarkan kita masuk ke dalam perangkap yang disiapkan oleh kelompok ekstremis, yang bertujuan melakukan stigmatisasi terhadap seluruh Muslim,” ujar Macron.

Sebagai seorang liberal, dalam memimpin Prancis, Macron berusaha mempertahankan nilai-nilai sekuler di negaranya. Namun, di masa pemerintahannya, justru gesekan antara kelompok sekuler dan Islam semakin sering terjadi.

Pernyatan Macron berdampak panjang, salah satunya muncul ajakan memboikot produk Prancis mulai terjadi di kawasan Arab dan Timur Tengah. Kuwait menjadi salah satu negara awal yang memboikot produk Prancis.

Puluhan toko di Kuwait membuktikan pemboikotan dengan mengunggah foto di media sosial yang memperlihatkan sejumlah pekerja mengeluarkan keju olahan Prancis dari rak. Hal serupa juga terjadi pada sejumlah pasar swalayan di Doha, Qatar.

Namun, berbagai kecaman dan aksi boikot itu belum juga membuat Macron ‘tiarap’. Ia malah menuduh ajakan memboikot produk Prancis didukung oleh Presiden Tuki Recep Tayyip Erdogan.

Pernyataan Macron justru membuat hubungannya dengan Muslim di seluruh dunia semakin tajam dan menyebabkan konflik di Paris. Pada Kamis (29/10), sebuah penyerangan terjadi di sekitar Gereja Notre Dame Basilica, Nice, Prancis. Ibrahim Aouissaoiui (21) melakukan penyerangan terhadap tiga warga Prancis dengan sebilah pisau.

Teranyar, seorang pendeta Ortodoks Yunani, Nikolaos Kakavelaki (52), mengalami luka-luka setelah ditembak penyerang misterius di kota Lyon, Prancis. Ia diserang saat menutup gerejanya pada Sabtu (31/10/2020).

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Emmanuel MacronIslam
ShareTweetSend

Related Posts

Wilayah Prancis Dekat Republik Indonesia Bakal Jadi ‘Negara’ Baru

Wilayah Prancis Dekat Republik Indonesia Bakal Jadi ‘Negara’ Baru

Juli 15, 2025
Pemerintah Tetapkan Iduladha 1444H Jatuh pada 29 Juni 2023

Pemerintah Tetapkan Iduladha 1444H Jatuh pada 29 Juni 2023

Juni 19, 2023
Ajakan Boikot Produk Perancis, MUI Himbau Masyarakat Tidak Terprovokasi

PM Spanyol Isolasi usai Temui Macron yang Positif Corona

Desember 17, 2020

Polisi soal Ormas Bakar Produk Prancis: Cari Eksistensi Saja

November 6, 2020

Macron: Prancis Perangi Ekstremisme Islam, Bukan Islam

November 5, 2020
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?