Tulungagung, satukanindonesia.com – Suasana berbeda tampak di kediaman Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, Selasa (24/3). Tradisi halalbihalal yang lazimnya identik dengan silaturahmi Lebaran, kali ini berkembang menjadi ruang interaksi terbuka antara warga dan pemerintah daerah.
Alih-alih sekadar antre bersalaman, banyak warga memanfaatkan momen tersebut untuk berbincang langsung, menyampaikan keluhan, hingga menitipkan harapan terkait kondisi di lingkungan mereka. Percakapan berlangsung santai, tanpa forum resmi, namun memuat isu yang cukup substantif,mulai dari infrastruktur hingga layanan publik.
Bupati Gatut Sunu mengakui bahwa pendekatan informal seperti ini justru memberi ruang komunikasi yang lebih jujur. Menurutnya, tidak semua aspirasi bisa muncul dalam forum birokratis yang kerap dibatasi waktu dan prosedur.
“Di suasana seperti ini, masyarakat lebih leluasa menyampaikan apa yang dirasakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah persoalan yang mencuat akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah, terutama terkait perbaikan infrastruktur yang masih menjadi perhatian warga di beberapa wilayah. Pemerintah kabupaten, kata dia, telah menyiapkan langkah percepatan melalui peningkatan alokasi anggaran pada tahun ini.
Yang mmenari, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Namun, fokus utama tetap pada interaksi langsung yang terbangun sepanjang acara.
Beberapa warga mengaku lebih nyaman menyampaikan aspirasi dalam suasana non-formal seperti ini. Mereka menilai komunikasi terasa lebih cair dan tidak berjarak, dibandingkan forum resmi yang cenderung kaku.
Fenomena ini menunjukkan bahwa ruang-ruang sosial berbasis tradisi masih memiliki peran penting dalam menjembatani hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Halalbihalal, dalam konteks ini, tidak lagi berhenti sebagai ritual budaya, tetapi bergerak menjadi medium komunikasi publik yang efektif tanpa podium, tanpa notulen, namun tetap menyisakan pesan yang sulit diabaikan.
Menanggapi hal ini salah satu lembaga yang bergerak dalam monitoring pelayanan publik, keterbukaan informasi publik dan diseminasi informasi, MPI (Mitra Publik Indonesia) menyambut positif apa yang dilakukan oleh Bupati Tulungagung. Menurut mereka ini bentuk kebersamaan yang dibangun tanpa dekat. Dalam kajian MPI, pola seperti jauh lebih efektif dibandingkan hal yang berbau formalitas_ (Tim Liputan Lebaran 2016 Satukan Indonesia Biro Jatim) (RLS)













