• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Kekerasan oleh Polisi Kian Marak di Nusantara, Amnesty Desak DPR dan Presiden Evaluasi Kepolisian Republik Indonesia

Kekerasan oleh Polisi Kian Marak di Nusantara, Amnesty Desak DPR dan Presiden Evaluasi Kepolisian Republik Indonesia

Maret 12, 2025
TNI AL Berhasil Gagakan Penyelundupan 3 Ton Sianida Asal Filipina di Perairan Gorontalo

TNI AL Berhasil Gagakan Penyelundupan 3 Ton Sianida Asal Filipina di Perairan Gorontalo

September 22, 2026
TNI AL Ungkap Dugaan Pengangkutan BBM Ilegal di Semarang

TNI AL Ungkap Dugaan Pengangkutan BBM Ilegal di Semarang

September 22, 2026
ADVERTISEMENT
Mobil Mewah Dibeli Baru, Diduga Tak Sesuai & Garansi Hangus, Pembeli Mobil Mewah di Batam Mengadu ke DPRD Batam

Mobil Mewah Dibeli Baru, Diduga Tak Sesuai & Garansi Hangus, Pembeli Mobil Mewah di Batam Mengadu ke DPRD Batam

September 22, 2026
Ketua DPR RI : Ambang Batas Parlemen Threshold 5 Persen Masih Menunggu Pembahasan Resmi

Ketua DPR RI : Ambang Batas Parlemen Threshold 5 Persen Masih Menunggu Pembahasan Resmi

September 22, 2026
RUU Perampasan Aset Dipastikan Tuntas Sebelum 15 Desember 2026

RUU Perampasan Aset Dipastikan Tuntas Sebelum 15 Desember 2026

September 22, 2026
RUU Migas Harus Jamin Hak Daerah Penghasil, Dr. Filep Wamafma Tegaskan Tujuh Poin

RUU Migas Harus Jamin Hak Daerah Penghasil, Dr. Filep Wamafma Tegaskan Tujuh Poin

September 22, 2026
Kejari Kota Bandung Serahkan Barang Rampasan ke Bank Bjb Syariah terkait Uang Pengganti Terpidana Andi Winarto

Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Batam Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine

September 22, 2026
Bentrokan di Setotok, Polda Kepri Tetapkan Tiga Tersangka

Bentrokan di Setotok, Polda Kepri Tetapkan Tiga Tersangka

September 22, 2026
Kejari Kota Bandung Serahkan Barang Rampasan ke Bank Bjb Syariah terkait Uang Pengganti Terpidana Andi Winarto

Kejari Kota Bandung Serahkan Barang Rampasan ke Bank Bjb Syariah terkait Uang Pengganti Terpidana Andi Winarto

September 22, 2026
Menkeu Suahasil: Impor Beras Ilegal Coreng Swasembada Pangan Nasional

Menkeu Suahasil: Impor Beras Ilegal Coreng Swasembada Pangan Nasional

September 22, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, September 22, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Kekerasan oleh Polisi Kian Marak di Nusantara, Amnesty Desak DPR dan Presiden Evaluasi Kepolisian Republik Indonesia

Maret 12, 2025
in Fokus Berita, Nasional, News
0
0
SHARES
218
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
KET. FOTO : Penyiksaan oleh Polisi atau Kekerasan oleh Polisi//ilustrasi

MANOKWARI, SATUKANINDONESIA.Com – Amnesty Internasional di Indonesia menyoroti, maraknya kasus kekerasan yang dilakukan oleh polisi. Berbagai kasus kekerasan, salah tangkap dan penyiksaan, pencabulan, dan pembunuhan di luar hukum oleh sejumlah anggota polisi menunjukkan DPR dan Presiden harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Polri.

 

Hal itu dinyatakan Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid dalam keterangan pers tertulisnya pada Selasa (11/03/2025).

“Apa yang kita saksikan beberapa hari terakhir adalah rentetan pelanggaran yang dilakukan oleh aparat negara. Polisi dididik, dilatih, dan dipersenjatai negara untuk melindungi warga, bukan malah melakukan pembunuhan di luar hukum seperti yang diduga terjadi di Sulawesi Utara, maupun salah tangkap dan penganiayaan yang diduga menimpa seorang warga pencari bekicot di Jawa Tengah,”kata Usman.

Dalam keterangan pers tertulisnya pada Selasa, Amnesty International Indonesia merinci sejumlah kasus kekerasan oleh polisi. Sejumlah anggota Polri diduga terlibat insiden salah tangkap terhadap seorang pencari bekicot di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang dituduh mencuri mesin pompa air pada Minggu (2/3/2025).

Korban dianiaya, dibawa ke kantor polisi, padahal kemudian terbukti korban bukanlah pencuri.

Di Ngada, Nusa Tenggara Timur, seorang Kepala Kepolisian Resor setempat dinon-aktifkan dari jabatannya karena diduga mencabuli tiga anak di bawah umur.

Dia bahkan merekam kekerasan seksual itu, dan mengirimkan video rekaman kekerasan seksual itu ke laman internet pornografi Australia. Sebelumnya, pria berpangkat AKBP itu ditangkap pada 20 Februari 2025 karena mengonsumsi narkotika.

Di Labuhanbatu, Sumatra Utara, seorang polisi menendang kepala seorang perempuan berstatus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang diduga membakar sepeda motornya. Kasus itu terjadi pada Kamis (6/03/2025).

Di Sulawesi Utara, seorang anggota Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara pada Senin (10/03/2025) diduga menembak mati seorang warga penambang.

Penembakan itu terjadi saat kericuhan terjadi di salah satu tambang emas ilegal di Ratatotok, kabupaten Minahasa Tenggara.

Di Jawa Tengah, seorang personel Polda Jawa Tengah tengah diperiksa atas dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian bayi berusia dua bulan. Peristiwa itu diduga terjadi pada Minggu (02/03/2025).

Usman menyatakan, semakin maraknya kasus kekerasan oleh polisi tidak lepas dari praktik impunitas yang membuat para polisi pelaku kekerasan terdahulu lolos dari jerat hukum. Usman menyatakan, praktik impunitas itu telah menjadi bahan dasar dari keberulangan kasus-kasus kekerasan polisi.

“Rezim impunitas ini sudah menjadi kultur di kepolisian, karena Polri terkesan membiarkan terus terjadinya pelanggaran HAM yang dilakukan oleh anggota polisi. Rentetan kasus ini harus menjadi alarm yang serius bagi kepolisian untuk segera melakukan reformasi yang menyeluruh di tubuh kepolisian,”tegasnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Usman, berbagai kasus tersebut harus diusut tuntas secara transparan dan pelakunya diberikan sanksi pidana untuk menghadirkan keadilan bagi korban dan keluarga korban. Selain itu, reformasi institusi Polri harus segera dilakukan secara mendalam, guna mencegah berulangnya kekerasan oleh polisi pada masa datang.

“Tanpa evaluasi yang serius dari Presiden, DPR, Kompolnas, Polri maupun pengawasan dan kontrol yudikatif, tidak mengherankan jika kasus serupa akan terus terjadi. Reformasi di tubuh kepolisian harus melibatkan perubahan sistemik, bukan sekadar revisi aturan atau pelatihan semata. Tanpa akuntabilitas yang nyata di tingkat pimpinan Polri, segala upaya untuk menghentikan kekerasan oleh aparat akan sia-sia,”tandasnya. [GRW]

Komentar Facebook

Tags: Amnesty Desak DPRAmnesty InternasionalAmnesty Internasional di IndonesiaAmnesty Internasional SorotiDirektur Eksekutif Amnesty International IndonesiaKekerasan oleh PolisiKian MarakUsman Hamid
ShareTweetSend

Related Posts

Amnesty Internasional : Pansus DPD RI Mesti desak Perundingan Papua

Amnesty Internasional : Pansus DPD RI Mesti desak Perundingan Papua

September 11, 2026
Militerisasi pada Ruang Sipil di Indonesia Makin Meluas

Militerisasi pada Ruang Sipil di Indonesia Makin Meluas

Juni 26, 2026
Situasi Hak Asasi Manusia Indonesia Memburuk di Era Presiden Prabowo

Situasi Hak Asasi Manusia Indonesia Memburuk di Era Presiden Prabowo

April 22, 2026

MK RI Tolak Uji Formil UU TNI, Integritas Hakim Disoroti

September 18, 2025

UU TNI Tak Hanya Berubah Tiga Pasal Tapi Lebih

Juli 7, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?