• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Kekerasan oleh Polisi Kian Marak di Nusantara, Amnesty Desak DPR dan Presiden Evaluasi Kepolisian Republik Indonesia

Kekerasan oleh Polisi Kian Marak di Nusantara, Amnesty Desak DPR dan Presiden Evaluasi Kepolisian Republik Indonesia

Maret 12, 2025
Gowes dari Rumah, Walikota Bekasi Hadiri Penyerahan SK Kepala Sekolah

Gowes dari Rumah, Walikota Bekasi Hadiri Penyerahan SK Kepala Sekolah

April 17, 2026
Musrenbang RKPD 2027, Tri Adhianto Sebut Perkuat Sinergi Pembangunan Lintas Sektor

Musrenbang RKPD 2027, Tri Adhianto Sebut Perkuat Sinergi Pembangunan Lintas Sektor

April 17, 2026
ADVERTISEMENT
Diberi Waktu Sepekan,  Ini Penjelasan Bahlil  Soal Penataan Izin Tambang di Kawasan Hutan

Diberi Waktu Sepekan, Ini Penjelasan Bahlil  Soal Penataan Izin Tambang di Kawasan Hutan

April 17, 2026
Prabowo Terima Laporan Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana dari KSAD

Prabowo Terima Laporan Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana dari KSAD

April 17, 2026
Dari Kawasan Perbatasan , Li Claudia Chandra Raih KWP Award 2026

Dari Kawasan Perbatasan , Li Claudia Chandra Raih KWP Award 2026

April 17, 2026
Kepala DKP Papua Barat : Revitalisasi Cold Storage Terkendala Anggaran

Kepala DKP Papua Barat : Revitalisasi Cold Storage Terkendala Anggaran

April 17, 2026
Menteri PPPA Kecam Pelecehan oleh 16 Mahasiswa UI Fakultas Hukum

Menteri PPPA Kecam Pelecehan oleh 16 Mahasiswa UI Fakultas Hukum

April 17, 2026
Kemkomdigi Pastikan Sekolah Rakyat Terhubung Akses Internet dan Aman Digital

Kemkomdigi Pastikan Sekolah Rakyat Terhubung Akses Internet dan Aman Digital

April 17, 2026
MBG Jadi Penggerak Ekonomi, Menko Muhaimin Soroti Peran Kepala Daerah

MBG Jadi Penggerak Ekonomi, Menko Muhaimin Soroti Peran Kepala Daerah

April 17, 2026
KP2MI Pastikan Penanganan Barang Milik PMI Berjalan Transparan dan Akuntabel

KP2MI Pastikan Penanganan Barang Milik PMI Berjalan Transparan dan Akuntabel

April 17, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Kekerasan oleh Polisi Kian Marak di Nusantara, Amnesty Desak DPR dan Presiden Evaluasi Kepolisian Republik Indonesia

Maret 12, 2025
in Fokus Berita, Nasional, News
0
0
SHARES
185
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
KET. FOTO : Penyiksaan oleh Polisi atau Kekerasan oleh Polisi//ilustrasi

MANOKWARI, SATUKANINDONESIA.Com – Amnesty Internasional di Indonesia menyoroti, maraknya kasus kekerasan yang dilakukan oleh polisi. Berbagai kasus kekerasan, salah tangkap dan penyiksaan, pencabulan, dan pembunuhan di luar hukum oleh sejumlah anggota polisi menunjukkan DPR dan Presiden harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Polri.

 

Hal itu dinyatakan Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid dalam keterangan pers tertulisnya pada Selasa (11/03/2025).

ADVERTISEMENT

“Apa yang kita saksikan beberapa hari terakhir adalah rentetan pelanggaran yang dilakukan oleh aparat negara. Polisi dididik, dilatih, dan dipersenjatai negara untuk melindungi warga, bukan malah melakukan pembunuhan di luar hukum seperti yang diduga terjadi di Sulawesi Utara, maupun salah tangkap dan penganiayaan yang diduga menimpa seorang warga pencari bekicot di Jawa Tengah,”kata Usman.

Dalam keterangan pers tertulisnya pada Selasa, Amnesty International Indonesia merinci sejumlah kasus kekerasan oleh polisi. Sejumlah anggota Polri diduga terlibat insiden salah tangkap terhadap seorang pencari bekicot di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang dituduh mencuri mesin pompa air pada Minggu (2/3/2025).

Korban dianiaya, dibawa ke kantor polisi, padahal kemudian terbukti korban bukanlah pencuri.

Di Ngada, Nusa Tenggara Timur, seorang Kepala Kepolisian Resor setempat dinon-aktifkan dari jabatannya karena diduga mencabuli tiga anak di bawah umur.

Dia bahkan merekam kekerasan seksual itu, dan mengirimkan video rekaman kekerasan seksual itu ke laman internet pornografi Australia. Sebelumnya, pria berpangkat AKBP itu ditangkap pada 20 Februari 2025 karena mengonsumsi narkotika.

Di Labuhanbatu, Sumatra Utara, seorang polisi menendang kepala seorang perempuan berstatus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang diduga membakar sepeda motornya. Kasus itu terjadi pada Kamis (6/03/2025).

Di Sulawesi Utara, seorang anggota Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara pada Senin (10/03/2025) diduga menembak mati seorang warga penambang.

Penembakan itu terjadi saat kericuhan terjadi di salah satu tambang emas ilegal di Ratatotok, kabupaten Minahasa Tenggara.

Di Jawa Tengah, seorang personel Polda Jawa Tengah tengah diperiksa atas dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian bayi berusia dua bulan. Peristiwa itu diduga terjadi pada Minggu (02/03/2025).

Usman menyatakan, semakin maraknya kasus kekerasan oleh polisi tidak lepas dari praktik impunitas yang membuat para polisi pelaku kekerasan terdahulu lolos dari jerat hukum. Usman menyatakan, praktik impunitas itu telah menjadi bahan dasar dari keberulangan kasus-kasus kekerasan polisi.

“Rezim impunitas ini sudah menjadi kultur di kepolisian, karena Polri terkesan membiarkan terus terjadinya pelanggaran HAM yang dilakukan oleh anggota polisi. Rentetan kasus ini harus menjadi alarm yang serius bagi kepolisian untuk segera melakukan reformasi yang menyeluruh di tubuh kepolisian,”tegasnya.

Menurut Usman, berbagai kasus tersebut harus diusut tuntas secara transparan dan pelakunya diberikan sanksi pidana untuk menghadirkan keadilan bagi korban dan keluarga korban. Selain itu, reformasi institusi Polri harus segera dilakukan secara mendalam, guna mencegah berulangnya kekerasan oleh polisi pada masa datang.

“Tanpa evaluasi yang serius dari Presiden, DPR, Kompolnas, Polri maupun pengawasan dan kontrol yudikatif, tidak mengherankan jika kasus serupa akan terus terjadi. Reformasi di tubuh kepolisian harus melibatkan perubahan sistemik, bukan sekadar revisi aturan atau pelatihan semata. Tanpa akuntabilitas yang nyata di tingkat pimpinan Polri, segala upaya untuk menghentikan kekerasan oleh aparat akan sia-sia,”tandasnya. [GRW]

Komentar Facebook

Tags: Amnesty Desak DPRAmnesty InternasionalAmnesty Internasional di IndonesiaAmnesty Internasional SorotiDirektur Eksekutif Amnesty International IndonesiaKekerasan oleh PolisiKian MarakUsman Hamid
ShareTweetSend

Related Posts

MK RI Tolak Uji Formil UU TNI, Integritas Hakim Disoroti

MK RI Tolak Uji Formil UU TNI, Integritas Hakim Disoroti

September 18, 2025
UU TNI Tak Hanya Berubah Tiga Pasal Tapi Lebih

UU TNI Tak Hanya Berubah Tiga Pasal Tapi Lebih

Juli 7, 2025
Amnesty Internasional Soroti Intimidasi Pelajar di Papua yang Demo Tolak MBG

Amnesty Internasional Soroti Intimidasi Pelajar di Papua yang Demo Tolak MBG

Februari 19, 2025

Amnesty Internasional Minta Paus Fransiskus Desak Indonesia Selesaikan Pelanggaran HAM di Papua

September 4, 2024

Amnesty Internasional Desak Aparat Penegak Hukum Ungkap Penambak Advokat HAM

Juli 17, 2024
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?