
SORONG, satukanindonesia.com – Guna mengembangkan wirausaha. Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Rico Sia menggandeng Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Wirausaha Baru motor tempel dan olahan ikan.
Bimtek wirausaha tersebut yang berlangsung pada tanggal 13-16 Oktober 2025, di kota Sorong, provinsi Papua Barat Daya itu, mengusung tema ‘Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru IKM di Papua Barat Daya.
Rico Sia mengatakan, program bimbingan teknis ini merupakan bentuk kehadiran Negara hadir di tengah masyarakat Papua Barat Daya.
Upaya yang dilakukan anggota fraksi NasDem DPR RI bersama Negara memberikan ilmu kewirausahaan kepada masyarakat, di daerah pemilihannya, meningkatkan ekonomi kreatif.
“Jangan bilang tidak hadir di Papua Barat Daya, negara hadir dimana-mana, pelatihan ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang juga merupakan nawacita Presiden Prabowo Subianto,”tegas Rico Sia, Anggota DPR RI Fraksi NasDem.
Dijelaskannya, pada periode lalu ia telah melakukan kegiatan bersama dengan mitra yaitu Kemenperin RI dalam memberikan pelatihan sekaligus membantu modal.
“Implementasinya mereka bisa sukses apabila mereka menerapkan dengan baik dan benar untuk diri mereka sendiri,”imbuhnya.
Dikatakan Rico, maksud dan tujuan diadakan kegiatan bimtek ini adalah untuk memberitahukan bahwa Negara hadir, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bentuk pelatihan.
“Nah pelatihan-pelatihan ini apabila diikuti dan diterapkan dengan baik maka tentunya akan berkelanjutan, berdampak serta memberikan tambahan untuk kesejahteraan keluarga maupun masyarakat di kabupaten di mana mereka berada,”kata Rico Sia.
Kelanjutan dari kegiatan ini, lanjut dia, tentunya mereka sebagai peserta dapat dibina oleh Pemerintah Daerah (Pemda) di mana peserta itu berada.
“Jadi tugas daripada kita adalah memberikan ilmunya, dan kelanjutan mereka tentunya menjadi tanggung jawab dari Pemda,”tekannya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangatlah penting, tetapi juga sekaligus dapat diketahui bahwa Negara selalu hadir guna mensejahterakan masyarakat. [**/GRW]













