
Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan akan kembali membakar pakaian bekas yang diimpor ke Indonesia dan dia sebut sebagai “sampah luar negeri” pada Jumat, 13 Oktober 2023.
Ia mengatakan, pembakaran pakaian bekas ini dilakukan karena harganya kelewat murah dan menghancurkan bisnis pakaian lokal.
“Ini akan kita tindak karena kalau pakaian bekas dijual Rp3 ribu-Rp5 ribu, matilah (UMKM) kita. Itu sampah luar negeri ditaruh di sini. Nah, besok kita tegas. Saya hari Jumat akan bakar lagi (pakaian bekas), nilainya Rp40 miliar,” katanya ketika ditemui di ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir TRIBUNNEWS.COM, Selasa (10/10/2023).
Dia menyebut bahwa pemerintah tengah menggodok regulasi pembatasan barang impor agar produk impor tak membanjiri pasar RI. Sebab, jika dibiarkan, barang milik UMKM bisa tak laku dan bisnis mereka akhirnya bangkrut.
Dalam peraturan tersebut, Zulhas mengatakan produk impor akan lebih ketat dilakukan pemeriksaan perizinannya.
“(Pengawasan) dari post border kembali ke border. Jadi, kalau impor diperiksa dulu, dilihat ini ada SNI-nya enggak? Ada izin edarnya enggak? Ada sertifikatnya enggak? Kira-kira begitu. Kita perketat,” katanya.
Kemudian, pemerintah juga akan mengatur produk impor yang beredar di platform digital.
“Online-online yang ngobral-ngobral itu kita atur. Masa modalnya sama-sama Rp100 ribu, dia (online) jualnya Rp20 ribu, di sini (di toko offline) Rp100 ribu. Mati dong (UMKMnya). Orang tidak belanja kemari kan,” kata Zulhas.
Ia turut menekankan bahwa media sosial, social commerce, dan e-commerce akan memiliki aturannya masing-masing. “Untuk apa? Agar toko-toko ini tidak terganggu, UMKM tidak terganggu, industri dalam negeri tidak terganggu. Diatur. Ditata,” ujar Zulhas.(***)













