• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Menkomdigi: Regulasi Saja Tak Cukup, Orang Tua Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital

Menkomdigi: Regulasi Saja Tak Cukup, Orang Tua Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital

Juli 26, 2026
Wakil Ketua Komisi III DPR: Febrie Adriansyah Seharusnya Dipakaikan Rompi Tahanan

Wakil Ketua Komisi III DPR: Febrie Adriansyah Seharusnya Dipakaikan Rompi Tahanan

Juli 26, 2026
Jaksa Agung: Penanganan Kasus Febrie Dilakukan Transparan dan Profesional

Jaksa Agung: Penanganan Kasus Febrie Dilakukan Transparan dan Profesional

Juli 26, 2026
ADVERTISEMENT
Mendagri Tito: Pembebasan BPHTB Bagi MBR Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Mendagri Tito: Pembebasan BPHTB Bagi MBR Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Juli 26, 2026
Teknologi AI Berpotensi Disalahgunakan jika Tak Dibarengi Literasi Digital

Teknologi AI Berpotensi Disalahgunakan jika Tak Dibarengi Literasi Digital

Juli 26, 2026
Festival Film Papua 2026 Mengusung tema ‘Alam dan Kehidupan Manusia Papua’

Festival Film Papua 2026 Mengusung tema ‘Alam dan Kehidupan Manusia Papua’

Juli 26, 2026
KASAL dan Panglima Arnada Pasifik Rusia Resmi Buka Latma ORRUDA 2026

KASAL dan Panglima Arnada Pasifik Rusia Resmi Buka Latma ORRUDA 2026

Juli 26, 2026
Perkuat Daya Saing Pelaku Usaha, KADIN Kota Bekasi Dorong UMKM Naik Kelas melalui Waralaba, GEKRAFS Siap Bersinergi

Perkuat Daya Saing Pelaku Usaha, KADIN Kota Bekasi Dorong UMKM Naik Kelas melalui Waralaba, GEKRAFS Siap Bersinergi

Juli 26, 2026
Wakil Direktur Bidang Organisasi dan Keanggotaan Pengurus LBH AMPI: Rapat Pleno IX Menyimpang dari Konstitusi Organisasi

Wakil Direktur Bidang Organisasi dan Keanggotaan Pengurus LBH AMPI: Rapat Pleno IX Menyimpang dari Konstitusi Organisasi

Juli 26, 2026
DLH Kota Bekasi Gandeng KP2C Investigasi Dugaan Pencemaran Kali Bekasi, Telusuri Sumber Pencemar dari Hulu

DLH Kota Bekasi Gandeng KP2C Investigasi Dugaan Pencemaran Kali Bekasi, Telusuri Sumber Pencemar dari Hulu

Juli 25, 2026
Dave Laksono Tegaskan Pembelian 12 Jet Tempur Italia Bagian Modernisasi Pertahanan

Dave Laksono Tegaskan Pembelian 12 Jet Tempur Italia Bagian Modernisasi Pertahanan

Juli 25, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, Juli 26, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Fokus Berita

Menkomdigi: Regulasi Saja Tak Cukup, Orang Tua Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital

(Fokus Berita)

Juli 26, 2026
in Fokus Berita
0
0
SHARES
5
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Menkomdigi RI, Meutya Hafid /Foto:kompas.com

Jakarta, satukanindonesia.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menegaskan keberhasilan pelindungan anak di ruang digital tidak hanya bergantung pada regulasi dan teknologi, tetapi terutama pada peran aktif orang tua dalam mendampingi anak menggunakan internet.

Di tengah meningkatnya penggunaan gawai sejak usia dini, Meutya mengingatkan bahwa keluarga merupakan benteng pertama untuk mencegah anak terpapar konten berbahaya, kecanduan media sosial, hingga eksploitasi di ruang digital.

“Ruang digital itu seperti kolam renang. Kita tidak mungkin membiarkan anak masuk tanpa mengetahui risikonya dan tanpa didampingi. Namun yang terjadi saat ini, banyak anak justru diberi gawai dan akses media sosial sejak dini, lalu dibiarkan menjelajah sendirian,” ujar Meutya dalam Festival Generasi Berani Exploring yang digelar dalam rangka Hari Anak Nasional, di Cibis Park, Jakarta, dilansir dari infopublik, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya membahayakan keselamatan anak, tetapi juga mengancam kualitas generasi penerus bangsa.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah, Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomorm17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas). Regulasi itu melarang anak berusia di bawah 16 tahun mengakses platform digital yang dikategorikan berisiko tinggi.

Meski demikian, Meutya menekankan aturan tersebut tidak dapat berjalan efektif tanpa dukungan keluarga. “Pemerintah memberikan sanksi kepada platform, bukan kepada orang tua. Tetapi perlindungan anak tidak akan berhasil jika orang tua tidak ikut mengawasi. Teknologi tidak bisa menyelesaikan semua persoalan,” katanya.

Ia mengungkapkan hingga kini sekitar lima juta akun anak telah dikeluarkan dari platform digital berisiko tinggi. Namun, jumlah itu masih relatif kecil dibandingkan sekitar 70 juta pengguna internet Indonesia yang berusia di bawah 16 tahun. Karena itu, pemerintah mengajak orang tua lebih aktif mengawasi penggunaan gawai, termasuk memastikan anak tidak kembali mengakses platform yang telah dibatasi.

Meutya Hafid menilai dampak penggunaan gawai yang berlebihan tidak hanya berkaitan dengan keamanan digital, tetapi juga memengaruhi hubungan sosial anak. Menurutnya, anak yang mengalami kecanduan gawai cenderung kehilangan kedekatan dengan orang tua maupun teman sebaya karena lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar.

“Anak yang kecanduan gawai pasti relasinya dengan orang tua berbeda. Relasinya dengan teman-teman juga berbeda. Mereka kehilangan banyak pengalaman sosial yang penting bagi tumbuh kembangnya,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa orang tua tidak boleh menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pengawasan kepada teknologi. Celah penyalahgunaan akses digital masih mungkin terjadi sehingga pengawasan langsung tetap dibutuhkan.

Menkomdigi juga memaparkan sejumlah data yang menunjukkan perlunya penguatan literasi digital keluarga. Sebanyak 42 persen anak mengaku pernah merasa takut atau tidak nyaman saat beraktivitas di internet, sementara hanya 37,5 persen anak yang pernah mendapatkan edukasi mengenai keselamatan digital. Di sisi lain, baru 39,9 persen orang tua yang merasa memiliki pengetahuan memadai untuk mendampingi anak menggunakan internet secara aman.

Menurut Meutya, kondisi tersebut menunjukkan peningkatan literasi digital harus menyasar seluruh anggota keluarga, bukan hanya anak-anak.

Selain memperkuat pengawasan, Meutya mengajak orang tua memperbanyak aktivitas bersama anak di luar ruang digital.

Mengutip pakar psikologi sosial Jonathan Haidt, ia mengatakan perkembangan emosional anak lebih banyak dibentuk melalui pengalaman langsung daripada sekadar menerima informasi dari layar.

Interaksi saat bermain, berolahraga, dan mengenal budaya lokal dinilai menjadi bekal penting bagi pembentukan karakter anak. “Pengalaman nyata tidak bisa digantikan oleh layar. Karena itu, mari kita kurangi waktu menatap gawai dan perbanyak pengalaman bersama keluarga. Anak-anak harus diberi kesempatan untuk bermain, bersosialisasi, dan tumbuh sesuai usianya,” ujarnya.

Meutya mengajak seluruh orang tua menjadi pelindung utama anak di era digital. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi fondasi untuk mewujudkan generasi Indonesia yang cakap digital sekaligus sehat secara sosial dan emosional. “Generasi unggul lahir dari anak-anak yang aman di ruang digital, dekat dengan keluarganya, dan kaya pengalaman di dunia nyata,” pungkasnya.(***)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: MenkomdigiMeutya HafidRuang Digital
ShareTweetSend

Related Posts

Menkomdigi Dorong Registrasi SIM Biometrik Mudah, Inklusif, dan Aman

Menkomdigi Dorong Registrasi SIM Biometrik Mudah, Inklusif, dan Aman

Juli 24, 2026
Indonesia dan Irak Perkuat Kerja Sama Transformasi Digital

Indonesia dan Irak Perkuat Kerja Sama Transformasi Digital

Juli 13, 2026
Menkomdigi Tegaskan Teknologi Digital Harus Jadi Ruang Tumbuh Bahasa Daerah dan Budaya Lokal

Menkomdigi Tegaskan Teknologi Digital Harus Jadi Ruang Tumbuh Bahasa Daerah dan Budaya Lokal

Juli 11, 2026

Kemkomdigi Tambah 200 Titik Nobar Piala Dunia 2026 hingga Daerah

Juni 14, 2026

Menkomdigi: AI Harus Lindungi Masyarakat, Bukan Sekadar Dorong Pertumbuhan

Juni 13, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?