
Jakarta, SatukanIndonesia. Com – Pasca pecahnya kembali konflik sosial -“POLITIK” di Wamena, pada hari Kamis, 23/2/2023 yang lalu, pengurus Ikatan Keluarga Batak Jayawijaya (IKBJ) melakukan audiensi dengan Bupati Jayawijaya Jhon R Banua, pada hari Rabu, 1/3/2023 bertempat di Cafe Umanen Wamena.
IKBJ yang diwakili Gotlief Sihombing dan J Banjarnahor masing-masing sebagai Ketua dan Sekretaris menyampaikan beberapa hal penting kepada Bupati Jayawijaya akibat kerusuhan dan konflik sosial – POLITIK yang terjadi di Wamena.
Selain masalah perlunya segera pemulihan keamanan dan kenyamanan hidup bagi masyarakat Nusantara yang ada di Kabuapaten Jayawijaya, IKBJ menyampaikan supaya Pemerintah memperhatikan dan mengakomodir kerugian yang dialami anggota dan keluarga IKBJ, baik korban jiwa maupun korban kerugian materil berupa pengurasakan dan pembakaran harta benda ditambah 2 (dua) orang korban meninggal dunia akibat amuk massa yang brutal dan tidak terkendali pada saat terjadinya kerusuhan pada Kamis, 23/2/2023 di Sinakma, Wamena.
Hal itu termuat dalam keterangan tertulis dari bagian Humas dan Publikasi IKBJ berupa poin-poin hasil pertemuan Ketua dan Sekretaris IKBJ dengan Bupati Jayawijaya yang diterima Media SatukanIndonesia. Com, pada hari Kamis, 2/3/2023.
“Kami telah bertemu dengan Bupati Jayawijaya untuk menyampaikan permohonan supaya memperhatikan perhatian nyata kepada 2(dua) orang anggota IKBJ yang korban meninggal dunia dan kerusakan atas rumah, ruko dan harta benda lainnya milik dan kepunyaan anggota IKBJ akibat kerusahan pada tanggal 23/2/2023”, kata Ketua IKBJ Gotlief dalam keterangannya yang diterima Media ini.
Mengenai kerugian materil yang diderita anggota IKBJ, menurut Gotlief, timbul akibat pembakaran atas ruko, kios dan harta benda lainnya yang ada dalam penguasaan anggota IKBJ.
Lebih lanjut dikatakan, anggota IKBJ mengalami kerugian akibat aksi brutal yang menimbulkan pembakaran dan pengerusakan, selain ada sebagai pemilik, ada juga sebagai penyewa sehingga membuat warga Nusantara tersebut kehilangan kesempatan untuk bertahan hidup dan mencari nafkah.
“Ada juga warga IKBJ yang berstatus mengontrak sebuah kios atau warung yang terbakar dan rusak sehingga tidak bisa digunakan lagi mengakibatkan sulit bertahan hidup dan kehilangan kesempatan untuk mencari nafkah sehingga perlu bantuan dari Pemerintah”, katanya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, konflik Sosial -POLITIK muncul kembali pada hari Kamis, 23/2/2023, setempat dinamakan Sinakma, Kabupaten Jayawijaya, mengakibatkan sampai puluhan korban jiwa akibat luka bacok parang/golok, tusukan panah dan akibat peluru tajam.
Dalam pemberitaan berbagai media, sebanyak 9 (sembilan) orang korban akibat peluru tajam hingga saat ini belum terpulikasi secara resmi.
Disisi lain, korban meninggal dunia anggota IKBJ akibat luka parang, bacok dan panah/busur terdiri Albert Sitorus usia 26 tahun, Laki-laki, swasta, suku batak, alamat di Sinakma, Kabupaten Jayawijaya, meninggal akibat luka parang bagian kepala belakang dan leher bagian belakang ditambah luka panah bagian punggung dan Ramot Siagian, 28 tahun, Laki-laki, swasta, suku Batak, alamat Sinakma, meninggal akibat luka parang bagian kepala belakang dan leher, luka puluhan panah pada bagian punggung.
Terhadap aspirasi dan permohonan yang disampaikan IKBJ tersebut, Gotlief mengatakan, Bupati Jhon Banua menyampaikan rasa turut berduka cita yang mendalam secara khusus kepada keluarga Korban meninggal dunia dan secara umum kepada semua keluarga IkBJ.
Selain kepada korban meninggal dunia Bupati Jhon Banua juga menyampaikan turut prihatin kepada korban bacokan yang terjadi pada hari Minggu, 26/2/2023.
Sedangkan mengenai perhatian dan bantuan kepada warga yang mengalami kerugian akibat kerusakan dan pembakaran, pihak Pemkab Kabupaten Jayawijaya terlebih dahulu menampungnya dan akan diberitahukan lebih lanjut dikemudian hari.
“Terkait bantuan kepada keluarga korban terlebih dahulu ditampung dan bagaimana keputusannua akan akan diberitahukan lebih lanjut,” Katanya. (Redaksi).












