• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Kesepakatan Bersejarah Warnai Penutupan Forum Kepulauan Pasifik ke-54

Kesepakatan Bersejarah Warnai Penutupan Forum Kepulauan Pasifik ke-54

September 16, 2025
PKK Kota Bekasi Gelar Seminar Asah Kemampuan Public Speaking

PKK Kota Bekasi Gelar Seminar Asah Kemampuan Public Speaking

Juni 24, 2026
Anggota Komisi II DPR Desak Kemendagri Investigasi ASN Terima Honor Rp9,5 Miliar dalam Setahun

Anggota Komisi II DPR Desak Kemendagri Investigasi ASN Terima Honor Rp9,5 Miliar dalam Setahun

Juni 24, 2026
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua II DPRD Batam Apresiasi Seminar Nasional FISIPOL UNRIKA, Bahas Reformasi UU Pemilu 2029

Wakil Ketua II DPRD Batam Apresiasi Seminar Nasional FISIPOL UNRIKA, Bahas Reformasi UU Pemilu 2029

Juni 24, 2026
Panitia SRO Sampaikan Rencana Pelantikan dan Pembangunan Sekretariat Kepada Bupati Humbahas

Panitia SRO Sampaikan Rencana Pelantikan dan Pembangunan Sekretariat Kepada Bupati Humbahas

Juni 24, 2026
Pansus DPRD Batam Matangkan Ranperda Pengelolaan Sampah, Bahas Perubahan Sejumlah Pasal

Pansus DPRD Batam Matangkan Ranperda Pengelolaan Sampah, Bahas Perubahan Sejumlah Pasal

Juni 24, 2026
Komisi III DPRD Batam Gelar RDPU, Bahas Pemasangan Listrik dan Air ABH di Kavling PKJ Sagulung

Komisi III DPRD Batam Gelar RDPU, Bahas Pemasangan Listrik dan Air ABH di Kavling PKJ Sagulung

Juni 24, 2026
Anggota DPRD Kota Batam Muhammad Syafei Hadiri Paripurna DPRD Kepri, Apresiasi Raihan WTP Ke-16 Berturut-turut

Anggota DPRD Kota Batam Muhammad Syafei Hadiri Paripurna DPRD Kepri, Apresiasi Raihan WTP Ke-16 Berturut-turut

Juni 24, 2026
YLBH Sisar Matiti Minta Audit Dana MBG dan Penegakan Hukum di Papua Barat

YLBH Sisar Matiti Minta Audit Dana MBG dan Penegakan Hukum di Papua Barat

Juni 24, 2026
Wali Kota Bekasi Evaluasi Ketidakhadiran Pegawai Saat Apel, Ingin Ketahui Kendala Presensi Mobile

Wali Kota Bekasi Evaluasi Ketidakhadiran Pegawai Saat Apel, Ingin Ketahui Kendala Presensi Mobile

Juni 24, 2026
APRI Papua Barat Minta Legalisasi Tambang Rakyat Dipercepat

APRI Papua Barat Minta Legalisasi Tambang Rakyat Dipercepat

Juni 24, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Juni 24, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home News

Kesepakatan Bersejarah Warnai Penutupan Forum Kepulauan Pasifik ke-54

[Internasional]

September 16, 2025
in News
0
0
SHARES
260
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO: Para pemimpin dari 18 negara anggota berpose dalam “foto keluarga” resmi Pertemuan Pemimpin Forum Kepulauan Pasifik ke-54 di Honiara, 11 September 2025//RNZ Pasifik

JAYAPURA, satukanindonesia.com – Forum Kepulauan Pasifik (PIF) menutup Pekan Pemimpin tahunannya, di Honiara dengan menyepakati ‘tindakan nyata’ yang akan memandu kawasan menghadapi ‘lingkungan strategis yang semakin kompleks dan menantang.’

Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Jeremiah Manele, menyampaikan hal itu saat mengumumkan ‘kesimpulan sukses’ dari Pertemuan Pemimpin ke-54 pada Jumat (12/09/2025). Pernyataan Manele dikutip dari RNZ Pasifik, Senin (15/09/2025).

Manele mengatakan, tonggak penting telah tercapai selama pertemuan yang berlangsung selama sepekan. Capaian itu mencakup peluncuran fasilitas pembiayaan milik Pasifik sendiri, pengesahan Deklarasi Samudra Pasifik Biru Perdamaian, adopsi kebijakan kemitraan para pemimpin, dan keterlibatan Forum dengan Amerika Serikat.

“Pesan utama pekan ini jelas: bertindak sekarang. Kita telah menuntaskan pekerjaan yang tidak ringan,”ujar Manele.

Tinjauan Arsitektur Regional

Tinjauan Arsitektur Regional yang dimaksudkan untuk merespons meningkatnya minat di kawasan belum mendapat dukungan penuh.
Komunike akhir mencatat bahwa rekomendasi akan dimajukan sesuai dengan diskusi para pemimpin, untuk kemudian disampaikan oleh Ketua Forum dan Perdana Menteri Kepulauan Solomon.

Catatan kaki menyebutkan, Nauru melepaskan diri dari bagian Tinjauan Arsitektur Regional secara keseluruhan.

Presiden Nauru David Adeang tidak hadir dalam pertemuan, dan negara itu hanya diwakili oleh pejabat setingkat menteri.

FOTO: PM Kepulauan Solomon, Jeremiah Manele, saat memberikan pidato pada malam pembukaan Pertemuan Pemimpin PIF ke-54 di Honiara, 9 September 2025//ISTIMEWA

Menjelang pertemuan, Manele menyatakan, semua pemimpin Pasifik akan hadir, kecuali pemimpin Samoa karena pemilu. Tahun 2023 lalu, Adeang secara tiba-tiba membatalkan pertemuan puncak di Kepulauan Cook dengan kembali ke Nauru menggunakan jet pribadi, hanya 24 jam setelah menghadiri rapat pleno di Rarotonga.

Fasilitas Ketahanan Pasifik

Setelah sepuluh tahun perencanaan, Fasilitas Ketahanan Pasifik (Pacific Resilience Facility atau PRF) akhirnya ditandatangani dan diratifikasi para pemimpin.

PRF merupakan jawaban Pasifik terhadap kesulitan mengakses pendanaan iklim. Alih-alih bersaing dengan negara lain melalui Dana Iklim Hijau atau mekanisme global lain, PRF memungkinkan pendanaan ditarik langsung untuk proyek berbasis komunitas.

Ini adalah perjanjian pertama yang ditandatangani PIF dalam 40 tahun terakhir, setelah Perjanjian Zona Bebas Nuklir Pasifik Selatan (Perjanjian Rarotonga) yang ditandatangani Agustus 1985.

“Hambatan struktural dalam mengakses pendanaan iklim global masih terlalu lambat, terbatas, rumit, dan tidak pasti,”kata Manele.

“Dengan PRF, kita akhirnya memiliki lembaga keuangan internasional pertama yang dimiliki oleh Pacific Islands Forum.”

Sejauh ini, US$162 juta telah dijanjikan (sebagian besar masih dalam proses pembayaran), dengan target mencapai US$500 juta pada akhir 2026.

Deklarasi Samudra Perdamaian

Inisiatif Perdana Menteri Fiji Sitiveni Rabuka tentang Samudra Perdamaian mendapat dukungan penuh.

Rabuka menyebut, deklarasi ini sebagai jalan menuju keberadaan damai, kehidupan berkelanjutan, dan ketenangan pikiran.

“Negara-negara akan terus menjalin keterlibatan yang bermakna dengan pihak lain tanpa merusak harmoni koeksistensi komunitas Pasifik,”kata Rabuka.

“Deklarasi Samudra Perdamaian mencerminkan kita masing-masing, dan secara kolektif sebagai sebuah kawasan.”

Menteri Luar Negeri Kepulauan Cook Tingika Elikana menambahkan, tekanan geopolitik bukanlah masalah yang diciptakan kawasan, melainkan datang dari luar.

Ia menggunakan metafora ‘himne’ untuk menggambarkan prioritas Pasifik yang sering tidak didengarkan pihak luar.

 

Janji Mengunjungi Papua Barat

Para pemimpin kembali menyoroti Papua Barat dalam komunike akhir. Mereka menegaskan, pengakuan berkelanjutan atas kedaulatan Indonesia atas Papua Barat, sambil ‘mengingat’ undangan Indonesia pada 2018 untuk misi yang dipimpin Komisaris Tinggi PBB untuk HAM.

Mereka menugaskan Sekretariat PIF untuk bekerja sama dengan Indonesia mengenai kunjungan utusan Forum pada 2026, dengan berkonsultasi bersama Melanesian Spearhead Group (MSG).

Rabuka mengatakan, dialog akan menjadi jalan ke depan.

“Kami menjunjung solidaritas Melanesia dengan rakyat Papua Barat, sekaligus menghormati kedaulatan negara-negara,”ujarnya.

 

Isu Kaledonia Baru

Presiden Pemerintahan Kolegial Kaledonia Baru Alcide Ponga mengatakan kepada RNZ Pacific bahwa campur tangan dalam urusan politik wilayah Prancis ‘tidak dapat diterima.’

Namun, akademisi Universitas Massey Anna Powles menegaskan, masa depan politik Kaledonia Baru tetap menjadi isu Pasifik.

“Komunike forum selama beberapa dekade terakhir selalu mencantumkan Kanaky-Kaledonia Baru,”pungkasnya.

Komunike 2025 menegaskan dukungan berkelanjutan Forum terhadap proses politik di Kaledonia Baru, yang disebut berada pada ‘titik kritis.’

Tempat Taiwan di Forum

Taiwan kembali disebut dalam komunike tahun ini, setelah dihapus pada 2024 akibat tekanan dari China.

Komunike menegaskan, keputusan Pemimpin tahun 1992 tentang Mitra Pembangunan, yang merujuk pada status Taiwan sebagai mitra pembangunan.

Sekretaris Jenderal PIF Baron Waqa mengatakan, tidak ada penolakan dari pihak mana pun terkait pengembalian referensi tersebut.

Jumlah negara Pasifik yang mengakui Taiwan terus berkurang sejak 2019, kini hanya tersisa Palau, Tuvalu, dan Kepulauan Marshall. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Forum Kepulauan Pasifik (PIF)Forum Kepulauan Pasifik ke-54Jeremiah ManelePerdana Menteri Kepulauan Solomon
ShareTweetSend

Related Posts

Abaikan Tekanan Global, Manele Prioritaskan Solidaritas Pasifik

Abaikan Tekanan Global, Manele Prioritaskan Solidaritas Pasifik

Agustus 18, 2025
Kunjungan Kehormatan Perdana Menteri Solomon Islands di KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo-991

Kunjungan Kehormatan Perdana Menteri Solomon Islands di KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo-991

Oktober 28, 2024
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?