• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Mahathir Klarifikasi Cuitan soal Serangan di Prancis

Mahathir Klarifikasi Cuitan soal Serangan di Prancis

Oktober 30, 2020
Militer Amerika akan Dipindahkan ke Guam, CNMI, dan Pasifik

Militer Amerika akan Dipindahkan ke Guam, CNMI, dan Pasifik

September 15, 2026
Saatnya Negara Ubah Konflik Papua Jadi Agenda Perdamaian

Saatnya Negara Ubah Konflik Papua Jadi Agenda Perdamaian

September 15, 2026
ADVERTISEMENT
Kawasan Pasar Baru & Jalan Muhammad Yamin Ditata, Tri Adhianto : Trotoar untuk Pejalan Kaki, PKL Berdagang di Tempat yang telah di sediakan.

Kawasan Pasar Baru & Jalan Muhammad Yamin Ditata, Tri Adhianto : Trotoar untuk Pejalan Kaki, PKL Berdagang di Tempat yang telah di sediakan.

September 15, 2026
Kompalin Warga Bekasi Marak di Medsos Soal Pelayanan Disdukcapil, Wali Kota Bekasi Turun Tangan

Kompalin Warga Bekasi Marak di Medsos Soal Pelayanan Disdukcapil, Wali Kota Bekasi Turun Tangan

September 15, 2026
Dapat Hibah Aset Rampasan Negara Rp3,65 Miliar dari KPK, Pemkot Bekasi Siapkan Polder Pengendali Banjir

Dapat Hibah Aset Rampasan Negara Rp3,65 Miliar dari KPK, Pemkot Bekasi Siapkan Polder Pengendali Banjir

September 15, 2026
Demo Tolak MBG, Pelajar Papua Tuntut Pendidikan Gratis

Demo Tolak MBG, Pelajar Papua Tuntut Pendidikan Gratis

September 15, 2026
Demi Perdamaian dan Kemanusiaan, Gereja di Tanah Papua bentuk ‘Rumah Keadilan’

Demi Perdamaian dan Kemanusiaan, Gereja di Tanah Papua bentuk ‘Rumah Keadilan’

September 15, 2026
DPD RI Desak Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Maybat Diungkap

DPD RI Desak Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Maybat Diungkap

September 15, 2026
Konflik Lahan Berujung Maut di Setokok Batam: Dua Nyawa Melayang Dalam Bentrok Antar Kelompok, Keluarga Korban Menuntut Keadilan

Konflik Lahan Berujung Maut di Setokok Batam: Dua Nyawa Melayang Dalam Bentrok Antar Kelompok, Keluarga Korban Menuntut Keadilan

September 15, 2026
RUU Reforma Agraria Diminta Perkuat Hak Masyarakat Adat Papua

RUU Reforma Agraria Diminta Perkuat Hak Masyarakat Adat Papua

September 15, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, September 15, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Internasional

Mahathir Klarifikasi Cuitan soal Serangan di Prancis

[Internasional]

Oktober 30, 2020
in Internasional
0
0
SHARES
36
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Jakarta, SatukanIndonesia.com –  Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, memberikan klarifikasi terkait cuitannya menanggapi serangan di Prancis. Ia menilai ada salah tafsir atas tulisannya karena tidak dikutip secara menyeluruh.

“Mereka hanya menyoroti satu bagian dari paragraf 12 yang berbunyi: “Muslim berhak marah dan membunuh jutaan orang Prancis akibat pembantaian di masa lalu. Mereka berhenti di paragraf itu dan menyiratkan bahwa saya sedang mempromosikan pembantaian Prancis,” tulis Mahathir dalam blog miliknya, chedet.cc, Jumat (30/10/2020)

.Padahal, lanjutnya, orang harus membaca secara keseluruhan sebab pada kalimat berikutnya berbunyi: “Tetapi pada umumnya Muslim belum menerapkan hukum pembalasan nyawa.” Menurutnya orang Prancis sebaiknya belajar untuk menghargai perasaan orang lain.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, unggahan Mahathir dihapus oleh Twitter karena ‘melanggar aturan mengenai glorifikasi kekerasan’. Pihak Facebook pun turut mengambil langkah serupa.

Mahathir mengaku tidak bisa berbuat apa-apa atas putusan ini. Namun ia menganggap kedua platform seharusnya menyediakan ruang untuknya menyampaikan pembelaan, karena menerapkan prinsip kebebasan berpendapat.

“Bahkan seruan saya bahwa orang Prancis harus menjelaskan perlunya menasihati rakyatnya agar peka dan menghormati kepercayaan orang lain pun diabaikan,” imbuhnya.

Sebelumnya terjadi penyerangan di sekitar Gereja Notredame Basilica, Nice, Prancis. Penyerangan terjadi di tengah kritikan atas keputusan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengizinkan Charlie Hebdo menerbitkan karikatur Nabi Muhammad S.A.W.

Serangan ini menewaskan tiga warga setempat. Pelaku sudah ditangkap yakni Brahim Aouissaoui yang diduga kuat warga negara Tunisia. Menurut Macron, serangan merupakan bentuk kegilaan teroris Islam.

 “Kegilaan teroris Islam,” kata Macron.

Komentar Facebook

Tags: Mahathir MohamadMalaysiaMantan Perdana Menteri MalaysiaPrancis
ShareTweetSend

Related Posts

KBRI KL Imbau WNI Tanpa Izin Segera Manfaatkan Program Repatriasi Migran 2.0

KBRI KL Imbau WNI Tanpa Izin Segera Manfaatkan Program Repatriasi Migran 2.0

April 16, 2026
TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Ilegal Asal Malaysia

TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Ilegal Asal Malaysia

November 8, 2025
Wilayah Prancis Dekat Republik Indonesia Bakal Jadi ‘Negara’ Baru

Wilayah Prancis Dekat Republik Indonesia Bakal Jadi ‘Negara’ Baru

Juli 15, 2025

Puan Ajak Malaysia Perkuat Kerja Sama Parlemen

Mei 14, 2025

TNI AL TANGKAP KAPAL PENGANGKUT 12 PEKERJA MIGRAN NON PROSEDURAL TUJUAN MALAYSIA DI PERAIRAN SELAT MALAKA

Maret 1, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?