
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Ditengah wabah pandemi Covid – 19, masyarakat diwajibkan untuk menggunakan masker ketika beraktivitas diluar rumah demi mencegah penularan virus Covid – 19.
Sebab masker dianjurkan banyak ahli karena efektif untuk melindungi diri dari paparan virus corona yang penyebarannya terjadi melalui droplet dan bisa berupa aerosol.
Meskipun demikian, banyak pengguna masker sekali pakai yang membuang limbah masker tanpa menggunting tali karetnya. Sehingga hal itu menjadi bencana bagi sejumlah hewan.
MEMBAHAYAKAN HEWAN
Seperti peristiwa di Essex, Inggris, di mana seekor burung camar ditemukan kesulitan berjalan akibat kedua kakinya terlilit tali elastis sebuah masker medis sekali pakai.
“Jelas masker itu ada di sana selama beberapa waktu dan tali elastisnya telah mengencang di kakinya, itu menyebabkan persendiannya bengkak dan sakit,” kata salah satu petugas Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA), Adam Jones, dikutip dari The Pacer, (3/9/2020).
Hal itu diketahui dari kesaksian seorang karyawan showroom mobil di dekat lokasi.
Ia menyebut seminggu sebelumnya telah melihat burung itu kesulitan berjalan, namun setiap kali didekati untuk melihat apa yang terjadi, camar itu selalu terbang dan pergi.
Hingga kemudian, burung itu kembali datang, dan kali itu ia tidak bergeming dari tempatnya saat didekati. Staf itu pun langsung membawanya ke South Essex Wildlife Hospital untuk ditangani oleh dokter hewan, dikutip dari heart.co.uk (4/9/2020).
Pihak rumah sakit menyebutkan kejadian hewan terperangkap dalam masker dan sarung tangan plastik sudah kerap kali mereka temui. Misalnya pada rubah dan landak.
Kampanye gunting tali masker
Untuk itu, RSPCA membuat kampanye khusus untuk mencegah terjadinya hal serupa.
Imbauannya, pengguna masker sekali pakai diajak untuk membuang limbah masker dengan cara yang benar.
Caranya adalah dengan memotong tali masker sebelum membuangnya.
Ini memang tidak membuat limbah-limbah ini lebih mudah terurai, mereka akan tetap mengendap di permukaan tanah maupun air nantinya, tapi setidaknya cara ini dapat mencegah kejadian masker menjerat dan menyakiti binatang di alam bebas.
Meski dinilai lebih efektif, penggunaan masker medis atau sekali pakai memang tidak begitu dianjurkan untuk masyarakat, karena sampah yang ditimbulkan. Masyarakat diimbau untuk lebih memilih menggunakan masker kain yang dapat digunakan berkali-kali dengan cara dicuci.
Hal itu tentu dapat menekan jumlah limbah masker sekali pakai yang ada di Bumi. Selain itu, biaya yang dikeluarkan juga akan menjadi lebih sedikit, karena tidak perlu selalu mengeluarkan uang untuk membeli masker yang baru.
Tidak hanya tali masker sekali pakai, masyarakat juga diimbau untuk turut memotong sarung tangan plastik, kantong plastik dengan lubang jinjingan, juga plastik krat tempat kaleng-kaleng, sebelum memuangnya.
Semua dengan alasan yang sama, benda-benda itu memiliki bentuk yang bisa membuat hewan-hewan di alam bebas terjebak dan tidak bisa melepaskan diri darinya.













