• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Mudik saat Purna dari KPU, Arief Budiman Ingin Menyulam Silaturahmi

Mudik saat Purna dari KPU, Arief Budiman Ingin Menyulam Silaturahmi

Mei 3, 2022
Pengesahan UU PPRT, Tonggak Sejarah dan Hadiah Negara kepada Pekerja Menyambut Peringatan Hari Buruh Satu Mei

Pengesahan UU PPRT, Tonggak Sejarah dan Hadiah Negara kepada Pekerja Menyambut Peringatan Hari Buruh Satu Mei

April 26, 2026
Wali Kota Bekasi Buka Kejurkot U-15 Voli Pasir, Dorong Lahirnya Atlet Muda Berprestasi

Wali Kota Bekasi Buka Kejurkot U-15 Voli Pasir, Dorong Lahirnya Atlet Muda Berprestasi

April 26, 2026
ADVERTISEMENT
Kelompok pro Papua Merdeka Minta, Belanda Hentikan Penjualan Senjata ke Negara Kesatuan Republik Indonesia

Kelompok pro Papua Merdeka Minta, Belanda Hentikan Penjualan Senjata ke Negara Kesatuan Republik Indonesia

April 26, 2026
Menghayati Spirit Gerakan Mambesak

Menghayati Spirit Gerakan Mambesak

April 26, 2026
Presiden Prabowo Terima Menteri Investasi Dorong Percepatan Hilirisasi di 13 Lokasi

Presiden Prabowo Terima Menteri Investasi Dorong Percepatan Hilirisasi di 13 Lokasi

April 25, 2026
PARJAL di Tanah Papua Dukung Upaya DPD RI Menyelesaikan Konflik Papua 

PARJAL di Tanah Papua Dukung Upaya DPD RI Menyelesaikan Konflik Papua 

April 25, 2026
DPRD Batam Gelar Rapat Paripurna, Setujui Tunda Pengesahan Raperda LAM Hingga Mei

DPRD Batam Gelar Rapat Paripurna, Setujui Tunda Pengesahan Raperda LAM Hingga Mei

April 25, 2026
Musda II KOSGORO 1957 Maluku Perkuat Konsilidasi Arah Pembangunan Nasional

Musda II KOSGORO 1957 Maluku Perkuat Konsolidasi Arah Pembangunan Nasional

April 25, 2026
PWI Pusat Gelar Doa Bersama Wafatnya Sekjen Zulmansyah Sekedang

PWI Pusat Gelar Doa Bersama Wafatnya Sekjen Zulmansyah Sekedang

April 25, 2026
Wagub Rano Karno Minta Penerima KJMU Jaga Integritas dan Aktif Kegiatan Sosial

Wagub Rano Karno Minta Penerima KJMU Jaga Integritas dan Aktif Kegiatan Sosial

April 25, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, April 26, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Fokus Berita

Mudik saat Purna dari KPU, Arief Budiman Ingin Menyulam Silaturahmi

[Fokus Berita]

Mei 3, 2022
in Fokus Berita, News
0
0
SHARES
89
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

 

 

 

Arie Budiman Beserta stri dan anak-anaknya. (Dok Arief Budiman)

Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Idul Fitri 1443 H kali ini jelas terasa beda bagi Arief Budiman. Tidak lagi menjabat sebagai ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Pada 12 April lalu, Presiden Joko Widodo telah melantik komisioner baru, periode 2022-2027.

‘’Selalu mudik. Hanya, sekarang lebih rileks. Jika biasanya baru bisa mudik H-2, tahun ini saya pada 26 April lalu sudah mudik dari Jakarta,’’ kata Arief kepada Jawa Pos, Senin (2/5).

Dengan tidak lagi duduk di sebuah lembaga sepenting KPU, Arief mengaku waktunya jelas lebih longgar. Bersama anggota keluarganya, dia pun memilih jalur darat. Mengemudi sendiri tanpa driver. ‘’Alhamdulillah karena relatif jauh-jauh hari dari puncak arus mudik, tidak kejebak macet di tol,’’ ungkap alumnus Fisip Unair itu.

Arief pernah memiliki pengalaman berkesan. Mungkin tidak akan terlupakann . Bermacet-macet saat mudik. Yakni, saat peristiwa kemacetan gerbang tol Brebes Timur (Brexit). Kali pertama pembukaan tol Trans Jawa pada kurun Juli 2016. ‘’Kemacetan terparah sepanjang hidup,’’ ujarnya sambil tersenyum mengenang.

Sudah hampir 6 tahun. Namun, dia ingat betul kejadian kelam tersebut. Terkurung sejak pukul 02.00 WIB. Baru bisa keluar dari jebakan macet pukul 10.00 WIB. Padahal, dengan berangkat dini hari, harapannya lalu lintas lebih longgar. Ternyata, prediksi meleset. Dia dan istri pun sahur di tol.

‘’Untung ada pedagang asongan dadakan di tepian tol. Itupun mau habis nasi bungkusnya, tinggal dua, dimakan sahur bertiga. Jadi pas saya, istri dan anak. Ini juga pengalaman pertama seumur hidup salat di tepian jalan tol. Saat waktunya Subuh,’’ kenangnya.

Sejak tinggal di Jakarta, dalam beberapa tahun terakhir Arief memilih pulang kampung melalui jalur darat. Ketimbang naik pesawat. Bukan karena apa-apa. Tapi, karena ada tujuan lain. Menikmati perjalanan edukasi dan spiritual.

‘’Saya biasanya mampir-mampir. Misalnya, ke masjid-masjid atau tempat bersejarah di Nusantara ini. Misalnya, di masjid Cirebon, Kudus, Demak, dan tempat-tempai lain. Termasuk ke lokasi wisata,’’ ucap dia.

Persinggahan ke tempat bersejarah itu sungguh bermakna. Selain bagian dari edukasi keluarga, juga terkandung filosofi betapa penting untuk tidak melupakan sejarah. Mengutip apa yang pernah disampaikan Presiden pertama RI Bung Karno: Jasmerah, jangan sampai melupakan sejarah. ‘’Sebab, perjalanan nusantara seperti sekarang tidak lepas dari jasa besar tokoh-tokoh dengan legacy itu,’’ paparnya.

Bagi Arief, mudik merupakan tradisi sakral. Budaya setahun sekali yang nuansa dan rasanya berbeda. Meski mungkin sudah biasa pulang kampung, namun sangat beda dengan saat Idul Fitri.

Dengan tak lagi menjadi ketua dan komisioner KPU RI, Arief berupaya menyulam silaturahmi. Merajut lubang-lubang yang mungkin kurang di tengah rutinitasnya kala itu. Tanpa harus berbicara serius tentang pemilu. Berikhtiar membayarnya kini, di tengah kelonggarannya.

‘’Alhamdulillah sudah tuntas silaturahmi ke keluarga di Tuban, keluarga istri saya. Sekarang keluarga di Surabaya,’’ tegasnya.

Tinggal di Jakarta sejak jadi komisioner KPU RI selama dua periode, Arief enjoy saja. Pengalaman panjangnya sebagai aktivis dan organisatoris, membuatnya selalu gembira. Hanya, yang kerap membuatnya kangen dengan Surabaya adalah kuliner dan keakrabannya. ‘’Di Jakarta kan tidak ada sego sambel Mak Yeye, Rawon Setan, semanggi, dan lainnya itu,’’ ujar Arief.

’’Terus, nek ketemu karo dulur-dulur Suroboyo, pokoke looss. Seolah tidak berjarak. Kadang kan nek ketemu pisuh-pisuhan. Ha…ha… Tidak peduli jabatan,’’ kelakarnya.

Menulis rekam jejak Arief dalam dunia kepemiluan sungguh terentang panjang. Hampir separo hidupnya yang menginjak 48 tahun, dihabiskan untuk pengabdian di dunia itu. Jauh sebelum masuk ke KPU RI, Arief telah bersentuhan dengan isu-isu demokrasi dan pemilu.

Pada 1999 saat tergelar pemilu pertama setelah reformasi, Arief yang kala itu masih berstatus mahasiswa Sastra Inggris di Universitas 17 Agustus 1945 dan Hubungan Internasional Fisip Unair, sudah menjadi koordinator University Network For Free and Fair Election (UNFREL) Jawa Timur. Sebuah lembaga yang bergiat dalam pemantauan pemilu 1999.

Lalu, pada 1999-2001, sempat dipercaya menjadi direktur di National Network For Democracy Empowerment Jawa Timur. Selepas menyelesaikan studi di kampus 2002, Arief terjun ke dunia riset. Dia bergabung dengan Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP). Sebuah lembaga dengan konsentrasi kajian pada isu-isu otonomi daerah, tata kelola pemerintahan yang baik, dan reformasi birokrasi.

Pada 2002, struktur keanggotaan KPU, mengalami perubahan. Keanggotaan KPU dari unsur pemerintah dan parpol dihapus. Semua anggota berasal dari unsur profesional dan nonpartisan. Arief yang sudah memiliki jam terbang di kepemiluan, akhirnya terpilih anggota KPU Jatim pengganti antar waktu (PAW) sejak 2004-2009 dan periode kedua 2009-2012

Menjelang masa jabatan periode kedua KPU Jatim, Arief ikut seleksi KPU RI periode 2012-2017. Karena integritas dan kompetensinya, dia pun kembali terpilih pada periode kedua. Bahkan, dipercaya sebagai ketua (2017-2021).

Selama menjadi nakhoda, banyak pihak menilai Arief telah berhasil menata dan memperkuat kelembagaan serta tata kelola pemilu. Menjadi lebih transparan, akuntabel dan aksesibel. Terutama ketika melewati masa krusial, menyukseskan Pemilu 2019 serentak dengan lima surat suara. Selain itu, terselenggaranya pilkada serentak di tengah wabah global Covid-19 pada 2020 lalu.

Lantas, kini selepas tidak lagi di KPU mau ke mana? Arief hanya tersenyum merendah. Dia pun mengutip salah satu pernyataan tokoh pers Indonesia, Dahlan Iskan: Hidup mengalir seperti air. Tapi, bagaimana aliran air itu deras.

“Maksudnya, terus berupaya menebarkan manfaat. Karena sebaik-baik dari umat manusia, adalah yang memberikan manfaat bagi orang lain,’’ pungkasnya menyitir sebuah penggalan hadis.

 

Sumber:JawaPos

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Arief BudimanKPU RIMudik 2022
ShareTweetSend

Related Posts

KPU RI Siapkan Usulan Konsep Baru Pemilu Terpisah Pasca Putusan MK

KPU RI Siapkan Usulan Konsep Baru Pemilu Terpisah Pasca Putusan MK

November 9, 2025
Kasus Gunakan Jet Pribadi Selama 59 Kali, Komisi II DPR Awasi Ketat Anggaran KPU

Kasus Gunakan Jet Pribadi Selama 59 Kali, Komisi II DPR Awasi Ketat Anggaran KPU

November 1, 2025
KPU Siap Laksanakan Pemilu Terpisah sesuai Putusan MK

KPU Siap Laksanakan Pemilu Terpisah sesuai Putusan MK

Juli 25, 2025

Daftar Lengkap 21 Gubernur Terpilih yang Ditetapkan KPU-PILKADA 2024

Januari 10, 2025

DKPP Puas Kinerja KPU dan Bawaslu Sukses Gelar Pemilu dan Pilkada 2024

Januari 8, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?