
KENDARI, satukanindonesia.com – Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, M. Shadiq Pasadigoe, menegaskan, Negara melalui aparat dan pejabat yang berwenang harus hadir secara nyata dalam menjamin keamanan seluruh warga Negara Indonesia, di manapun mereka berada, termasuk di wilayah-wilayah rawan konflik seperti Papua.
Pernyataan itu disampaikan Shadiq dalam kunjungan kerja Komisi XIII di Kendari, Sulawesi Tenggara, menyusul kabar duka atas tewasnya seorang pedagang asal Sumatera Barat, Joni Hendra, akibat penembakan brutal yang dilakukan anggota Kelompok Bersenjata di Papua Tengah.
“Kita sangat berduka dan prihatin atas kejadian ini. Saudara Joni Hendra, putra terbaik dari Kampung Taratak Baru, Nagari Puluik-Puluik, Kabupaten Pesisir Selatan, meninggal dunia saat mencari nafkah secara halal di tanah Papua. Ini menjadi pengingat serius bahwa negara tidak boleh abai terhadap keamanan warganya,”ujar Shadiq dalam keterangannya yang diterima, Minggu (27/07/2025).
Shadiq juga menekankan, para perantau, khususnya dari Sumatra Barat, memiliki kontribusi besar dalam kehidupan sosial ekonomi di berbagai daerah, termasuk di wilayah timur Indonesia. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab Negara untuk memastikan mereka bisa hidup dan bekerja dengan aman.
“Negara tak boleh kalah dari kelompok-kelompok bersenjata yang mengancam nyawa rakyat. Saya minta Kapolri, Panglima TNI, dan pejabat berwenang lainnya untuk bertindak cepat dan tegas. Jangan ada pembiaran. Warga sipil harus dilindungi,”tambahnya.
Sebelumnya, Kelompok Bersenjata yang mengatasnamakan Tentara Pembebasan Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) melakukan aksi kekerasan di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (25/07/2025).
Seorang warga sipil bernama Joni Hendra tewas ditembak anggota kelompok bersenjata di kampung Wandoga, distrik Sugapa, sekitar pukul 13.40 WIT.
Kepala Operasi Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen) Faizal Ramadhani, membenarkan peristiwa penembakan tersebut.
“Iya benar, korban merupakan warga sipil yang ditembak oleh kelompok bersenjata di Kampung Wandoga,”ungkapnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/07/2025).
Joni Hendra ditembak saat sedang melayani pembeli di kiosnya. Pelaku diidentifikasi sebagai Yonial Kobogah, anggota kelompok bersenjata pimpinan Apen Kobogau.
“Kami menyampaikan duka mendalam kepada keluarga almarhum. Kita juga meminta pemerintah daerah di Sumbar turut mengawal dan memberi dukungan kepada keluarga korban, termasuk proses pemulangan jenazah,”tandas Shadiq. [**/GRW]













