MANOKWARI, SATUKANINDONESIA.Com – Dalam rangka mewujudkan program prioritas nasional swasembada pangan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mendapat alokasi program pengembangan Padi Gogo tahun 2025 dari Kementerian Pertanian (Kementan), dengan target luas lahan kering 1.505 hektare.
Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHBun) Papua Barat, Yacob Selvinus Fonataba mengatakan, sementara melakukan inventarisasi potensi lahan, untuk budi daya padi gogo yang tersebar pada enam kabupaten terkecuali Pegunungan Arfak (Pegaf).
Lahan itu meliputi kabupaten Manokwari, kabupaten Manokwari Selatan, kabupaten Teluk Bintuni, kabupaten Teluk Wondama, kabupaten Kaimana, dan kabupaten Fakfak.
“Data yang masuk baru dari wondama 45 hektare, manokwari selatan 10 hektare, dan manokwari 200 hektare. Inventarisir terus dilakukan,”kata Yacob.
Dikatakannya, optimalisasi penanaman padi gogo yang mencapai 1.505 hektare lahan kering diperkirakan bisa menghasilkan kurang lebih 7 ribu sampai 8 ribu ton beras selama satu tahun.
Budidaya padi gogo yang memanfaatkan lahan kering atau lahan tidur, sejalan dengan upaya pemerintah pusat mewujudkan program prioritas nasional swasembada pangan.
“Papua Barat punya potensi cukup besar, tapi belum digunakan secara maksimal dan optimal. Ini butuh kolaborasi semua pihak,”ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan padi gogo tidak hanya didukung dengan ketersediaan sarana prasarana, melainkan kemampuan sumber daya petani orang asli Papua.
Oleh sebab itu, pemerintah daerah kerap mengedukasi sekaligus mengikutsertakan petani asli Papua untuk mempelajari teknik pembudidayaan padi gogo yang baik dan benar.
“Pengembangan padi gogo harus ditopang dengan pompa air, mesin, peralatan, bibit, pupuk, terutama kemampuan petani lokal-nya,”tuturnya.
Diharapkan setiap pemerintah kabupaten (Pemkab) di provinsi Papua Barat aktif menginformasikan potensi lahan kering yang dimanfaatkan sebagai areal pembudidayaan padi gogo.
Pemerintah provinsi juga mendapat dukungan dari Kodam XVIII Kasuari melalui program pencetakan sawah yang tersebar pada tiga kabupaten seluas 52 hektare.
“Manokwari ada 20 hektare, Fakfak 15 hektare, dan Teluk Bintuni 17 hektare,”tandasnya. [GRW]













