• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Pemerintah Akui Paket Kebijakan I-XVI Jokowi Kurang Efektif

Pemerintah Akui Paket Kebijakan I-XVI Jokowi Kurang Efektif

Desember 11, 2020
Setelah Disomasi Tak ada Respon LCM Laporkan Manajemen HH Club ke Polresta Barelang, Dugaan Pencemaran Nama Baik

Setelah Disomasi Tak ada Respon LCM Laporkan Manajemen HH Club ke Polresta Barelang, Dugaan Pencemaran Nama Baik

Juni 11, 2026
Lagi Viral Belanja di Online”CUCI GUDANG BATAM 91″ SHOP ONLINE, Makin Diminati Pelanggan, harga terjangkau dan mudah di akses

Lagi Viral Belanja di Online”CUCI GUDANG BATAM 91″ SHOP ONLINE, Makin Diminati Pelanggan, harga terjangkau dan mudah di akses

Juni 11, 2026
ADVERTISEMENT
Mabes Polri hingga Polsek se-Indonesia Bakal Gelar Nobar Gratis Piala Dunia 2026

Mabes Polri hingga Polsek se-Indonesia Bakal Gelar Nobar Gratis Piala Dunia 2026

Juni 11, 2026
Mahasiswa Gelar Demonstrasi Besar di Jakarta, Tuntut BBM Turun dan Setop MBG

Mahasiswa Gelar Demonstrasi Besar di Jakarta, Tuntut BBM Turun dan Setop MBG

Juni 11, 2026
Filep Wamafma Desak Prabowo Bentuk Satgas Antipungli di Kantor Imigrasi

Filep Wamafma Desak Prabowo Bentuk Satgas Antipungli di Kantor Imigrasi

Juni 11, 2026
Menko Kumham Imipas Instruksikan Pembenahan Pelayanan Publik

Menko Kumham Imipas Instruksikan Pembenahan Pelayanan Publik

Juni 11, 2026
Kementerian ATR/BPN dan Kejaksaan Agung Perkuat Pengamanan Aset Pertanahan

Kementerian ATR/BPN dan Kejaksaan Agung Perkuat Pengamanan Aset Pertanahan

Juni 11, 2026
Kapolri Tegaskan Penempatan Anggota Polri di Jabatan Sipil Harus Berdasarkan Permintaan Instansi 

Kapolri Tegaskan Penempatan Anggota Polri di Jabatan Sipil Harus Berdasarkan Permintaan Instansi 

Juni 11, 2026
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Plh. Wali Kota Bekasi Dorong Kepedulian Lingkungan di Bekasi

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Plh. Wali Kota Bekasi Dorong Kepedulian Lingkungan di Bekasi

Juni 11, 2026
Haris Rusly Moti Ungkap Ada Tiga Poros di Balik Kampanye Destabilisasi Nasional

Haris Rusly Moti Ungkap Ada Tiga Poros di Balik Kampanye Destabilisasi Nasional

Juni 11, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Jumat, Juni 12, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Pemerintah Akui Paket Kebijakan I-XVI Jokowi Kurang Efektif

[Ekonomi]

Desember 11, 2020
in Ekonomi
0
0
SHARES
51
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Sekretaris Eksekutif I Komite PC-PEN Raden Pardede mengakui jika paket kebijakan ekonomi I-XVI Presiden Jokowi kurang efektif mendorong perekonomian.

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Sekretaris Eksekutif I Komite PC-PEN Raden Pardede mengakui jika paket kebijakan ekonomi I-XVI Presiden Joko Widodo (Jokowi) kurang efektif mendorong perekonomian. Paket ekonomi tersebut diluncurkan pada masa pemerintahan Jokowi periode pertama.

“Bapak, ibu yang bergerak di bisnis dan ekonomi sering dengar begitu banyak paket ekonomi ada 16 paket waktu itu, bahwa ternyata itu kurang efektif jalannya waktu itu,” ujarnya dalam acara Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Peningkatan Daya Saing Ketenagakerjaan, Kamis (10/12).

Menurutnya, kondisi tersebut disebabkan oleh hambatan regulasi. Ia mencatat kurang lebih terdapat 8.451 aturan di pemerintah pusat dan 15.965 di pemerintah daerah, sehingga menyebabkan obesitas regulasi.

“Ternyata itu akibat kami menghadapi banyak hambatan regulasi baik di tingkat kementerian/lembaga maupun daerah, ada ego sektoral, pokoknya yang penting sektor saya,” tuturnya.

Pemerintah juga belum memiliki standar pelayanan yang baik, sehingga menjadi beban dunia usaha. Kondisi ini, lanjutnya, menyebabkan peringkat kemudahan berusaha Indonesia atau Ease of Doing Business (EoDB) Indonesia masih tertinggal dari negara lain, yakni di peringkat 73.

“Jadi kalau saya pengusaha, apakah UMKM atau kelas menengah, jika saya pergi bisnis ke kabupaten A dan kabupaten B untuk urus investasi, tidak sama standarnya. Saya akan repot ke sini, ke sini beda lagi, jadi beban buat usaha,” ucapnya.

Selain itu, ia menuturkan hubungan pemerintah pusat dan daerah belum terintegrasi. Kondisi tersebut menyebabkan belum ada harmonisasi aturan antara pemerintah pusat dan daerah.

“Banyak birokrasi yang rumit, pelayanan yang lambat, itulah menjadi penghambat utama efektivitas 16 paket ekonomi pada 2015-2017,” katanya.

Komentar Facebook

Tags: JokowiPaket Kebijakan ekonomi
ShareTweetSend

Related Posts

Bumdes dan Kopdes Merah Putih Perlu Dilebur

Demi Keselarasan Pembangunan Pusat dan Daerah, MPR Perlu Bentuk PPHN 

Agustus 7, 2025
Senator NTT Luncurkan Buku Keempat

Bumdes dan Kopdes Merah Putih Perlu Dilebur

Agustus 7, 2025
Tahun Ini, Lulusan UCB Kupang Mulai Dikirim ke Jepang

Tahun Ini, Lulusan UCB Kupang Mulai Dikirim ke Jepang

Juni 24, 2025

Kewenangan Mahkamah Pelayaran Harus Diperluas

Juni 24, 2025

IKAFH Undip: Arah Kebijakan Hukum Perdagangan Internasional Belum Tegas

Juni 13, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?