
Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meletakkan fondasi yang kuat dalam melakukan pembangunan Papua di berbagai sektor. Langkah itu, telah dilakukan secara komprehensif oleh Presiden selama delapan tahun belakangan, agar membawa kesejahteraan bagi masyarakat di sana.
“Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin telah meletakkan fondasi untuk Papua ke depan. Artinya dalam 8 tahun terakhir ini dan fondasi itu menjadi penting untuk kita masyarakat Papua,” kata Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan dan Wawasan Kebangsaan Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) Velix Wanggai melalui keterangan pers pada Kamis (20/10/2022).
Dari sisi kebijakan, lanjut Velix, pemerintah sedang merumuskan kebijakan pembangunan Papua selama 20 tahun ke depan. Nantinya, kebijakan itu akan disebut rencana induk percepatan pembangunan Papua 2022-2041.
Keistimewaan aturan itu, akan menjadi acuan dalam perumusan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) dan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Jadi, terdapat target-target yang harus dipenuhi oleh pemangku kepentingan terkait sesuai dengan rencana aksi yang segera diterbitkan dalam waktu dekat tersebut.
“Sebuah rencana induk yang menjadi pegangan bagi kita semua. Baik di kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota,” kata Velix.
Dilanjutkan, dengan kebijakan pemerintah yang meningkatkan sebesar 2,25 persen dana otonomi khusus (otsus) dari plafon dana alokasi umum (DAU) nasional. Masifnya anggaran yang dicurahkan, tentunya dapat membuat banyak perubahan positif pada Papua.
Adanya gelontoran anggaran itu, akan menjadi alasan yang kuat dalam mempererat komunikasi antara pemerintah pusat dengan seluruh pemerintah daerah. Dalam rangka mendorong percepatan pembangunan Papua di berbagai bidang.
“Menjadi bagian untuk mempermudah melakukan sinkronisasi melalui anggaran tersebut. Dan koordinasi antara pusat dan pemerintah daerah,” kata Velix.
Dari kebijakan Otonomi Daerah (OTDA). Pemerintah membuktikan akan memberikan pelayanan publik menjadi semakin dekat dengan masyarakat. Kemudahan itu akan membawa dampak yang positif terhadap pertumbuhan perekonomian Papua di semua bidang.
“Semua kalangan masyarakat dapat dipenuhi pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah,” imbuh Velix.
Dari sisi ke kebudayaan, pemerintah telah menggunakan pedekatan itu dalam membangun wilayah seluruh wilayah Papua. Melalui pendekatan dengan berbasis kearifan lokal dan adat. Dengan begitu, akan membangun kedekatan antara pemerintah pusat dengan seluruh pemangku kepentingan di Papua.
“Memiliki kontekstual terhadap kearifan lokal yang kemudian melihat membedakan persoalan-persoalan mendasar yang ada di tanah Papua,” kata Velix.
Cara menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi di Papua pun mengedepankan kebudayaan atau adat. Dengan begitu, masalah yang terjadi dapat diatasi dengan menjadi lebih baik, melalui prosesi adat.
Adanya pendekatan itu, juga akan berpotensi membuat masyarakat dapat mendukung setiap kebijakan yang pemerintah terbitkan untuk kebaikan Papua. Sehingga, kebijakan itu dapat diaplikasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari di masa depan.
“Cara kerja baru untuk menghasilkan sebuah lompatan pembangunan di Papua Artinya bahwa bagi kita menerjemahkan sebuah semangat baru paradigma baru itu,” kata Velix.
Melalui pendekatan kebudayaan, pemerintah juga dapat mengembangkan setiap potensi sumber daya alam yang dikelola oleh masyarakat Papua. Setiap komoditas unggulan di setiap wilayah Papua dapat dioptimalkan melalui sinergitas dengan pemerintah pusat.
Seperti wilayah penghasil komoditas kopi di yang berada di kawasan Papua bagian selatan. Penghasil coklat yang banyak berada di Kabupaten Fak-Fak dan Kabupaten Kaimana.
“Komitmen besar untuk lebih memperdalam komitmen Indonesia sentris sebagaimana pesan penting dari bapak presiden,” kata Velix.
Dari dua pendekatan itu, yakni dari sisi kebijakan dan kebudayaan membuktikan pemerintah telah mempu mengkombinasikan pendekatan kepada masyarakat Papua. Jadi, peluang membangun Papua berbagai bidang dalam beberapa waktu mendatang semakin dapat diwujudkan.
“Pendekatan dari hulu sampai Hilir yang kita dorong berdasarkan kontekstual di wilayah Papua penting juga,” pungkas Velix.(***)













