
Jakarta, SatukanIndonesia.com – PT Nusantara Bona Pasogit (NBP) sebagai holding atas 29 Bank Perkreditan Rakyat (BPR NBP) diseluruh Indonesia, mempunyai optimis akan mampu meningkatkan kinerja pada tahun pada tahun 2022.
Adapun proyeksi peningkatan usaha ditahun mendatang meliputi capaian laba sebesar 20% dari out standing pada Oktober 2021, peningkatan kredit sebesar 15% dan dana sebesar 10%, serta penurunan Non Performing Loan (NPL) minimal 25 % dari total out standing hingga Desember 2021 untuk tahun 2022. Baca Juga: Presiden Jokowi Kembali Tekankan Pentingnya Hilirisasi Secara Besar-besaran
Proyeksi itu usaha PT NBP tersebut disampaikan oleh Hendy Apriliyanto kepada SatukanIndonesia.com pada hari Sabtu, 23/10/2021 usai menyelenggarakan seminar, rapat rencana bisnis BPR NBP dan Out Bond selama tiga hari yang berlangsung sejak tanggal 21 -2 3 Oktober 2021 di Bogor Jawa Barat.
Hendy menuturkan, optimisme capaian binis tahun 2022 didasarkan pada kondisi dana dan peredaran usaha BPR NBP selama masa pandemic-covid -19, relatif stabil bahkan mengalami peningkatan.
“Kita mempunyai optimisme yang tinggi untuk keberhasilan dalam pencapaian usaha PT NBP tahun 2022, karena dana yang ada di BPR NBP selama pandemic covid-19, relatif stabil bahkan naik,’ ujar Hendy usai memimpin rapat kerja yang di hadiri seluruh pengurus BPR NBP seluruh Indonesia itu.
Hendy menambahkan, pihaknya beserta seluruh Pengurus PT BPR NBP makin optimis setelah mendengarkan paparan proyeksi usaha dan bisnis yang disampaikan ekonom Bima Yudistira dan pengamat bisnis dan Perbankan Joko Santoso yang secara khusus dihadirkan dalam Rapat Kerja Bisnis PT NBP tersebut.
Hal yang sama dikemukan Chariyansah selaku Direktur Bisnis dan SDM PT NBP. Menurut Chariyansah, pihaknya telah mempersipakan berbagai rencana bisnis yang relevan dan sejalan sengan usaha BPR NBP dimasa Pandemic dengan berbagai inovasi bisnis. Baca Juga: Menteri BUMN Erick Thohir Pasang Target Tinggi Buat Freeport

“Kita terus terus berusaha dan kerja keras melakukan berbagai upaya dan inovasi bisnis untuk bisa bertahan bahkan untuk terus tumbuh kembag dimasa pandemic Covid-19,” tutur Chariyansah.
Secara terpisah Komisaris Utama PT NBP, Martin Erwan mendukung seraya mengingatkan sleuruh pengurus BPR NBP yang berada dibawah PT NBP untuk tetap hati-hati (prudent) sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan sesuai dengan yang digariskan oleh perseroan dalam menjalankan usaha BPR NBP, termasuk dalam penyaluran kredit.
“Kami mengingatkan seluruh pengurus perseroan, baik di holding maupun pada anak perusahaan untuk tetap menjalankan usaha sesuai dengan ketentuan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian,” ujar Martin yang juga sekretaris jenderal Himpunan kurator dan pengurus Indonesia itu. (Jon//Nal/01/SIM).













