• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Puan Maharani: DPR Utamakan Kualitas dalam Pembentukan Undang-Undang

Puan Maharani: DPR Utamakan Kualitas dalam Pembentukan Undang-Undang

Agustus 22, 2022
Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Perbatasan, Bahas Kerja Sama Ekonomi-Sosial

Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Perbatasan, Bahas Kerja Sama Ekonomi-Sosial

Oktober 30, 2026
Gelar Paripurna: DPRD Kota Batam Tetapkan 11 Ranperda dalam Propemperda 2027, Drainase Terintegrasi Jadi Prioritas

Gelar Paripurna: DPRD Kota Batam Tetapkan 11 Ranperda dalam Propemperda 2027, Drainase Terintegrasi Jadi Prioritas

Oktober 30, 2026
ADVERTISEMENT
Peringati Sumpah Pemuda, Ketua DPRD Kota Batam Ajak Generasi Muda Berkolaborasi dan Berinovasi

Peringati Sumpah Pemuda, Ketua DPRD Kota Batam Ajak Generasi Muda Berkolaborasi dan Berinovasi

Oktober 30, 2026
Bahas Isu Strategis Nasional hingga Papua, Wantimpres Bidang Polhukam Gelar Rapat

Bahas Isu Strategis Nasional hingga Papua, Wantimpres Bidang Polhukam Gelar Rapat

Oktober 30, 2026
PBB Minta Indonesia Mundur dari Board of Peace

PBB Minta Indonesia Mundur dari Board of Peace

Oktober 29, 2026
Anggota DPD RI Desak Pemerintah Respon ‘Rapor Merah’ Amnesty International terhadap Prabowo -Gibran

Anggota DPD RI Desak Pemerintah Respon ‘Rapor Merah’ Amnesty International terhadap Prabowo -Gibran

Oktober 29, 2026
Ketua DPRD Kota Batam Turut Lepas 442 Atlet Porprov Kepri, Dorong Semangat dan Prestasi

Ketua DPRD Kota Batam Turut Lepas 442 Atlet Porprov Kepri, Dorong Semangat dan Prestasi

Oktober 29, 2026
Presiden Prabowo Didesak Kembalikan Tanah dan Hutan Adat Papua Seluas 3.500 Hektare Yang Dirampok

Presiden Prabowo Didesak Kembalikan Tanah dan Hutan Adat Papua Seluas 3.500 Hektare Yang Dirampok

Oktober 29, 2026
Gubernur Papua Barat Daya Didesak Tertibkan Dugaan ‘Jual Beli’ Proyek PL

Gubernur Papua Barat Daya Didesak Tertibkan Dugaan ‘Jual Beli’ Proyek PL

Oktober 29, 2026
Firdaus Mengajukan Penjab HPN, Dinilai Melanggar AD/ART, KEJ, KPW dan PO PWI

Firdaus Mengajukan Penjab HPN, Dinilai Melanggar AD/ART, KEJ, KPW dan PO PWI

Oktober 29, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Jumat, Oktober 30, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Politik

Puan Maharani: DPR Utamakan Kualitas dalam Pembentukan Undang-Undang

[Politik]

Agustus 22, 2022
in News, Politik
0
0
SHARES
53
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

 

Ketua DPR Puan Maharani. Foto: Biro Pemberitaan Parlemen

 

 

 

Jakarta, SatukanIndonesia.Com -Dewan Pimpinan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 telah menyelesaikan pembahasan 43 undang-undang sejak mereka dilantik pada 1 Oktober 2019. Adapun, 32 di antaranya telah diselesaikan pada Tahun Sidang 2021-2022.

Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, pembentukan undang-undang merupakan pekerjaan kolektif yang ditempuh melalui pembahasan bersama antara DPR dan pemerintah. DPR lebih mengutamakan kualitas pembahasannya, ketimbang kuantitasnya.

“Politik legislasi DPR RI dan pemerintah mengutamakan kualitas daripada kuantitas undang-undang tersebut,” ujar Puan dalam pidatonya di Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang I Tahun Sidang 2022-2023, Selasa (16/8/2022).

Karena mengutamakan kualitas, DPR dan pemerintah harus menunjukkan komitmen bersama sehingga pemenuhan kebutuhan hukum nasional dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Dalam pembahasan membentuk undang-undang, DPR RI dan pemerintah dituntut agar selalu cermat dan mempertimbangkan berbagai pendapat, pandangan, kondisi, situasi, kebutuhan hukum nasional. Serta membuka ruang partisipasi rakyat untuk menyampaikan aspirasinya,” ujar Puan.

Puan menjelaskan, DPR akanmemenuhi prinsip transparansi publik dalam pembentukan dan pembahasan undang-undang. Harapannya, undang-undang yang dihasilkan akan memiliki keselarasan dengan Undang Undang Dasar (UUD) 1945.

Selain fungsi legislasi, DPR juga memiliki tugas konstitusional untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja pelaksanaan undang-undang yang dilaksanakan oleh pemerintah. Fungsi tersebut diarahkan agar kebijakan dan program pemerintah dilaksanakan untuk dapat memajukan kesejahteraan rakyat.

“DPR dalam menjalankan fungsi pengawasan akan memberikan perhatian yang besar terkait dengan berbagai permasalahan yang menjadi perhatian rakyat,” ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Sebanyak 11 alat kelengkapan dewan (AKD) DPR telah menyelesaikan pembahasan dari 43 undang-undang. Terdiri atas Komisi I menyelesaikan dua undang-undang, Komisi II menyelesaikan 16 undang-undang, Komisi III menyelesaikan empat undang-undang, Komisi V menyelesaikan satu undang-undang, Komisi VI menyelesaikan tiga undang-undang, dan Komisi VII menyelesaikan satu undang-undang.

Selanjutnya, Komisi X dengan dua undang-undang, Komisi XI dengan empat undang-undang, Badan Legislasi dengan enam undang-undang, dan Badan Anggaran dengan satu undang-undang. Terakhir adalah panitia khusus menyelesaikan tiga undang-undang.

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Willy Aditya mengatakan, Baleg DPR selalu berusaha menjalankan fungsi legislasinya sebaik mungkin. Khususnya dalam menuntaskan daftar RUU yang terdapat dalam program legislasi nasional (Prolegnas) Prioritas 2022. Kendati demikian, ia mengatakan, kinerja legislasi DPR yang dilihat dari jumlah undang-undang yang dihasilkan adalah persepsi yang keliru.

Sebab, target berdasarkan sesuatu yang bersifat kuantitatif hanya akan memunculkan sikap kejar target yang mendiskreditkan kualitas dari produk hukum yang dihasilkan. “DPR ditakar kinerjanya dengan berapa jumlah produk undang-undang yang disahkan, bukan seberapa sengit sebuah UU diperdebatkan, cara pandang kejar tayang jadi tak terelakkan. Jika pada periode tertentu DPR tidak mencapai target prolegnasnya, ia dianggap gagal atau tidak bekerja dengan baik,” ujar Willy.

Namun, ia tak dapat menampik bahwa DPR memang identik sebagai lembaga legislasi, di mana produk hukum untuk dibuat bersama pemerintah. DPR akan menjadi terus menjadi pihak yang berusaha merumuskan sebuah undang-undang yang bermanfaat untuk kehidupan bernegara.

Adapun, Willy mengatakan, Baleg terus memprioritaskan kualitas dalam membahas sebuah RUU. Keterbukaan dan transparansi kepada publik menjadi salah satu komitmen Baleg DPR dalam setiap pembahasannya.

“Baleg telah berkomitmen bahwa setiap pembahasan UU akan selalu terbuka bagi publik. Keterbukaan itu diwujudkan dalam bentuk siaran langsung saat sebuah RUU dibahas,” ujar Willy.

Berdasarkan data dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), DPR telah mengesahkan 11 rancangan undang-undang (RUU) pada Masa Sidang V Tahun Sidang 2021-2022. Sebelas RUU tersebut adalah RUU Tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, RUU tentang Provinsi Sumatera Barat, RUU tentang Provinsi Riau, RUU tentang Provinsi Jambi, RUU tentang Nusa Tenggara Barat, dan RUU tentang Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Selanjutnya, RUU tentang Pembentukan Provinsi Papua Tengah, RUU tentang Pembentukan Provinsi Papua Selatan, dan RUU tentang Pembentukan Provinsi Papua Pegunungan, dan RUU tentang Pendidikan dan Layanan Psikologi. Terakhir adalah RUU tentang Pemasyarakatan.

“Dinamika pembahasan RUU pada Masa Sidang V bisa dikatakan cukup produktif, jika melihat total RUU yang akhirnya bisa disahkan oleh DPR. Tercatat ada 11 RUU yang berhasil disahkan pada Masa Sidang V lalu,” ujar peneliti Formappi, Lucius Karus.

Meskipun terhitung produktif, hanya tiga RUU yang berasal dari Prolegnas Prioritas 2022. Delapan RUU lainnya merupakan RUU kumulatif terbuka yang semuanya terkait undang-undang tentang provinsi.

Ia berharap, DPR periode 2019-2024 terus meningkatkan kuantitas, kualitas, dan transparansinya dalam pembahasan RUU. Hal tersebut diperlukan, karena parlemen adalah lembaga yang merumuskan dan mengesahkan produk hukum yang berdampak langsung kepada masyarakat.

“Di masa mendatang komisi-komisi perlu lebih transparan lagi. Kinerja yang membaik juga ditunjukkan oleh badan-badan DPR, pun sama halnya dengan komisi,” ujar Lucius.

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Ketua DPR RIPuan MaharaniUU
ShareTweetSend

Related Posts

BBM Langka di Bali, Puan Maharani Desak Pertamina Tambah Pasokan

BBM Langka di Bali, Puan Maharani Desak Pertamina Tambah Pasokan

Oktober 15, 2026
Ketua DPR RI : Ambang Batas Parlemen Threshold 5 Persen Masih Menunggu Pembahasan Resmi

Ketua DPR RI : Ambang Batas Parlemen Threshold 5 Persen Masih Menunggu Pembahasan Resmi

September 22, 2026
Puan Tegaskan Gedung Parlemen Terbuka untuk Terima Aspirasi Masyarakat

Puan Tegaskan Gedung Parlemen Terbuka untuk Terima Aspirasi Masyarakat

Agustus 28, 2026

Ketua DPR Dorong Penetapan Komisaris BUMN Berdasarkan Profesionalisme dan Kompetensi

Juli 3, 2026

Puan Tegaskan Jurnalisme Jadi Jembatan Penting antara Parlemen dan Rakyat

April 16, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?