• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Raja Ampat Dijadikan Ladang Tambang

Raja Ampat Dijadikan Ladang Tambang

Mei 12, 2025
Penanganan Karhutla di Taman Nasional Way Kabas Disoroti DPR RI

Penanganan Karhutla di Taman Nasional Way Kabas Disoroti DPR RI

September 8, 2026
Perjelas Transparansi PI 10 Persen, DPD RI : Perlu Model Ekonomi SKK Migas

Perjelas Transparansi PI 10 Persen, DPD RI : Perlu Model Ekonomi SKK Migas

September 8, 2026
ADVERTISEMENT
Kompetisi Liga 2 Siap Bergulir, Persipura Awali Perjuangan dari Banjarmasin

Kompetisi Liga 2 Siap Bergulir, Persipura Awali Perjuangan dari Banjarmasin

September 8, 2026
Puan Minta Penanganan Dampak Erupsi Anak Krakatau Dilakukan Terpadu

Puan Minta Penanganan Dampak Erupsi Anak Krakatau Dilakukan Terpadu

September 8, 2026
Wakil Ketua Komisi VIII DPR: Aktivitas Gunung Anak Krakatau Perlu Direspons dengan Langkah Cepat

Wakil Ketua Komisi VIII DPR: Aktivitas Gunung Anak Krakatau Perlu Direspons dengan Langkah Cepat

September 8, 2026
Kamtibnas jadi Atensi, Kapolres Humbahas tekankan kesiap siagaan personil

Kamtibnas jadi Atensi, Kapolres Humbahas tekankan kesiap siagaan personil

September 8, 2026
Mendorong Stabilitas Kawasan, Presiden Republik Indonesia Ditemui Dubes AS

Mendorong Stabilitas Kawasan, Presiden Republik Indonesia Ditemui Dubes AS

September 8, 2026
Bersama Warga, GPA Gendong Adventure Tanam Harapan di Pesisir Pondok Kelapa

Bersama Warga, GPA Gendong Adventure Tanam Harapan di Pesisir Pondok Kelapa

September 7, 2026
Walikota Wahyu Hidayat ‘Buka Suara’ Soal Isu Penghentian MBG di Malang

Walikota Wahyu Hidayat ‘Buka Suara’ Soal Isu Penghentian MBG di Malang

September 7, 2026
Posisi Masyarakat Adat Harus Jelas dalam Politik Hukum Otsus

Posisi Masyarakat Adat Harus Jelas dalam Politik Hukum Otsus

September 7, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, September 9, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Raja Ampat Dijadikan Ladang Tambang

[Daerah]

Mei 12, 2025
in Daerah, News
0
0
SHARES
144
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO : Pemuda memegang pamflet bertuliskan saat perayaan HUT ke-22 Kabupaten Raja Ampat//ISTIMEWA

 

SORONG, SatukanIndonesia.com – Pemuda kampung Manyaifun bersama Gerakan Malamoi menggelar aksi bisu ditengah perayaan Hari Ulang Tahun atau HUT ke-22 kabupaten Raja Ampat, di provinsi Papua Barat Daya di Pantai Waisai Torang Cinta atau WTC, distrik Kota Waisai, Jumat (09/05/2025) malam.

Dua pemuda mengangkat pamflet bertuliskan “SAVE RAJA AMPAT, STOP NIKEL dan CABUT IUP NIKEL PT MULIA RAYMOND PERKASA DI MANYAIFUN DAN BATANG PELE.”

Pemuda kampung Manyaifun bersama Gerakan Malamoi melalui siaran pers, yang diterima, Senin (12/05/2025).

Mereka menyuarakan kekecewaan dan keresahan yang menjadi ancaman serius terhadap keanekaragaman hayati di Raja Ampat, akibat ekspansi pertambangan nikel yang tak terkendali.

“Kami tidak ingin merayakan ulang tahun ini dengan pura-pura bahagia. Di balik perayaan, ada luka mendalam yang sedang menganga. Hutan kami ditebang, laut kami tercemar, dan ruang hidup kami digusur atas nama investasi,”tegas Ronisel Mambrasar, tokoh Pemuda kampung Manyaifun.

Raja Ampat, pulau surga yang selama dua dekade terakhir dikenal dunia sebagai ikon pariwisata bahari dan pusat konservasi global. Dengan gugusan pulau, laut sebening kristal, terumbu karang beragam, dan habitat biota laut langka seperti pari manta dan penyu sisik, Raja Ampat adalah jantung dari segitiga karang dunia.

Namun, menurut Ronisel Mambrasar, ada sisi gelap yang tak terlihat di balik brosur wisata. Pulau surga di Tanah Papua itu mulai koyak. Pohon-pohon di sana ditebang, tanah dikeruk, dan laut mulai keruh.

“Sedimentasi dari tambang menutup karang, menghambat fotosintesis, dan membunuh ekosistem laut perlahan. Ini kejahatan lingkungan yang legal karena dilegalkan oleh izin tambang,”ucapnya.

Ronisel Mambrasar mengingatkan, aktivitas pertambangan akan membawa konsekuensi serius seperti pencemaran logam berat di laut, deforestasi, privatisasi wilayah pesisir, hingga konflik horizontal antarwarga.

“Kalau perusahaan mulai beroperasi, jangan salahkan rakyat kalau nanti muncul konflik sosial. Ini bukan sekadar persoalan lingkungan, ini tentang keadilan,”ucapnya.

Katanya, rencana ekspansi PT Mulia Raymond Perkasa di Pulau Manyaifun dan Batang Pele dengan luas 2.194 hektare adalah lonceng bahaya bagi keberlangsungan hidup masyarakat lokal.

Proyek ini dianggap tidak hanya berisiko menimbulkan kerusakan ekosistem laut, juga akan mengganggu kehidupan sosial ekonomi warga.

“Kami petani, nelayan, pemandu wisata. semua hidup dari alam. Kalau tambang masuk, kami bukan hanya kehilangan pekerjaan, tapi kehilangan identitas,”kata Mambrasar.

Juru Kampanye Gerakan Malamoi, Fiktor Kafiyu mengatakan, dalam lima tahun terakhir, ekspansi Izin Usaha Pertambangan atau IUP nikel di Raja Ampat melonjak drastis, dengan penambahan wilayah konsesi seluas 494 hektare.

Situasi ini dinilai ironis, karena terjadi meski Mahkamah Konstitusi telah memutuskan bahwa pulau-pulau kecil harus dilindungi dari eksploitasi.

“Meski ada aturan hukum, tapi dijalankan setengah hati. Pemerintah pusat dan daerah seperti tutup mata. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014, dengan jelas melarang penambangan di pulau kecil, tapi kenyataannya izin terus dikeluarkan,”kata Fiktor Kafiyu.

Menurutnya, narasi global soal transisi energi hijau yang kini mendorong permintaan nikel untuk baterai kendaraan listrik, justru di bayar mahal masyarakat di Tanah Papua demi gaya hidup ramah lingkungan di belahan dunia lain.

“Orang di negara maju bisa mengendarai mobil listrik tanpa rasa bersalah. Padahal untuk itu kami harus kehilangan tanah, laut, dan udara bersih. Ini bentuk kolonialisme baru, ekologis dan sistematis,”ucapnya.

Ia juga menyebut, aktivitas ekstraktif yang masif sedang menggerus kepercayaan masyarakat terhadap negara. Alih-alih melindungi warisan dunia, pemerintah justru membuka jalan bagi oligarki tambang untuk merampas pulau-pulau kecil.

Dikatakannya, kini Raja Ampat bukan lagi jantung konservasi dunia, tapi jantung investasi tambang. Hutan hilang, laut berubah warna, ikan menghilang, dan masyarakat dimiskinkan.

Pemuda Kampung Manyaifun dan Gerakan Malamoi mendesak, pemerintah menghentikan seluruh aktivitas tambang nikel di Raja Ampat dan mencabut izin IUP PT MRP di Manyaifun dan Batang Pele. Mereka juga meminta seluruh regulasi perlindungan pulau kecil ditegakkan secara konsisten, tanpa tebang pilih.

“Kami hanya minta satu, lindungi rumah kami. Jangan biarkan Raja Ampat berubah jadi kisah pilu tentang surga yang dirampas,”kata Ronisel Mambrasar.

Sementara Fiktor Kafiyu menegaskan, keputusan yang diambil hari ini akan menentukan apakah generasi masa depan masih bisa menyaksikan keindahan Raja Ampat, atau hanya akan mendengar kisahnya dari buku sejarah. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Ladang TambangRaja Ampat
ShareTweetSend

Related Posts

Wagub Tegaskan Tiga Pulau di Raja Ampat Bagian dari Tanah Papua

Wagub Tegaskan Tiga Pulau di Raja Ampat Bagian dari Tanah Papua

Februari 16, 2026
EcoNusa dan  Gelar LCOY, Anak Muda Suarakan Krisis Tambang

EcoNusa dan Gelar LCOY, Anak Muda Suarakan Krisis Tambang

Agustus 4, 2025
Tambang dan Menjaga Ekosistem di Jantung Biodiversitas Raja Ampat

Tambang dan Menjaga Ekosistem di Jantung Biodiversitas Raja Ampat

Juni 15, 2025

Apresiasi Pencabutan Izin Usaha Penambangan Nikel, MPR RI : Raja Ampat Harus Diselamatkan

Juni 13, 2025

Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Pelanggaran Tambang Nikel di Raja Ampat Papua

Juni 12, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?