
KABUPATEN BEKASI, SatukanIndonesia.com – Maraknya pemberitaan mengenai pagar laut yang di wilayah hukum Kecamatan Taruma Jaya Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya melakukan kunjungan khusus ke kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang ada di Kantor Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Paljaya, Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Kamis (30/1/25).
Rombongan pengurus PWI Bekasi Raya yang dipimpin Ade Muksin selalu Ketua diterima langsung oleh Kepala Kantor DKP Hermansyah
Menurut Ade Muksin, pihaknya datang secara khusus berkunjung khusus untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pembangunan PPI Paljaya yang saat ini tengah viral di dunia maya.
Rombongan PWI Bekasi Raya yang ikut dalam pertemuan itu terdiri dari Ade Muksin selaku Ketua, Wakil Ketua III Bidang Multimedia L Budiarto, Sekretaris Michael LL Lengkong dan Bendahara Nina Melani Paramadina.
Dalam Rilisnya Ade Muksin mengatakan, dengan viralnya berita baik di media sosial maupun berita online membuat pihaknya berkeinginan beraudiensi dengan pihak DKP Jawa Barat.
“Alhamdulillah, kami bisa bertemu dan beraudiensi dengan Kepala DKP Jawa Barat dan jajaran agar mengetahui perkembangan pembangunan PPI Paljaya,” ujar Ade Muksin.
Ade Muksin menambahkan, pihaknya didampingi Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Muara Ciasem (PPMC), Ahman Kurniawan langsung meninjau lokasi pembangunan alur laut yang disebut-sebut sebagai pagar laut dan lokasi pembangunan area PPI Paljaya.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala DKP Jawa Barat Hermansyah, memaparkan keberadaan pagar laut yang ada di Desa Segara Jaya, Kecamatan Taruma Jaya Kabupaten Bekasi berbeda dengan pagar laut di wilayah Tangerang Provinsi Banten yang kontroversial di tengah masyarakat saat ini.
“Kalau di Tarumajaya adalah alur laut, untuk mempermudah nelayan melaut,” terang Hermansyah.
Dikatakan Hermansyah, di lokasi pembangunan PPI Paljaya, pihak PT Tunas Ruang Pelabuhan Nusantara (TRPN) telah membangun sebanyak 50 kios untuk UMKM yang ada di sekitar area, infrastruktur jalan dan alur Pelabuhan atau alur laut.
“Kita sudah merelokasi para pedagang ke kios kios baru yang telah dibangun oleh pihak PT TRPN,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, PT TRPN didampingi Penasehat hukumnya Deolila Yumara.
“Dengan kedatangan PWI Bekasi Raya, saya memohon doanya agar pembangunan PPI Paljaya berjalan dengan kondusif sambil berproses dan menunggu perizinan yang dikeluarkan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” imbuh Deolipa. (Redaksi)













