• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Tatkala Aktivis Lingkungan yang Tulus dan Menarik Menjadi Terpidana

Tatkala Aktivis Lingkungan yang Tulus dan Menarik Menjadi Terpidana

Januari 8, 2021
Menkeu Purbaya Nilai Kebijakan DHE SDA Berpotensi Dongkrak Kinerja Himbara

Menkeu Purbaya Nilai Kebijakan DHE SDA Berpotensi Dongkrak Kinerja Himbara

Juni 2, 2026
Ditjen Imigrasi Siapkan Layanan Khusus untuk Percepat Kepulangan Jamaah Haji Indonesia 2026

Ditjen Imigrasi Siapkan Layanan Khusus untuk Percepat Kepulangan Jamaah Haji Indonesia 2026

Juni 2, 2026
ADVERTISEMENT
Mensos Sebut 45 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran Akibat Data Kurang Akurat

Mensos Sebut 45 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran Akibat Data Kurang Akurat

Juni 2, 2026
Komisi XIII DPR: Revisi UU HAM untuk Perkuat Perlindungan HAM

Komisi XIII DPR: Revisi UU HAM untuk Perkuat Perlindungan HAM

Juni 2, 2026
Meski Diguyur Hujan, Seluruh Kader PDI Perjuangan Tetap Semangat Melaksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila

Meski Diguyur Hujan, Seluruh Kader PDI Perjuangan Tetap Semangat Melaksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila

Juni 2, 2026
Lapas Kelas IIA Batam Berikan Remisi Khusus Bagi 15 Warga Binaan yang Beragama Buddha Pada Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026

Lapas Kelas IIA Batam Berikan Remisi Khusus Bagi 15 Warga Binaan yang Beragama Buddha Pada Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026

Mei 31, 2026
Dalam Rangka Hari Lahir Pancasila PDI Perjuangan Kota Batam Gelar Upacara Bendera Kebangsaan dan Sambut Bulan Bung Karno

Dalam Rangka Hari Lahir Pancasila PDI Perjuangan Kota Batam Gelar Upacara Bendera Kebangsaan dan Sambut Bulan Bung Karno

Mei 31, 2026
DPRD Batam Mulai Laksanakan Reses, Serap Aspirasi Warga

DPRD Batam Mulai Laksanakan Reses, Serap Aspirasi Warga

Mei 31, 2026
Komisi II DPR Gandeng China Perkuat Kerjasama Pembangunan dan SDM Daerah

Komisi II DPR Gandeng China Perkuat Kerjasama Pembangunan dan SDM Daerah

Mei 31, 2026
Anggota DPR Komisi XI Minta Pemerintah dan BI Jaga Kepercayaan Investor Domestik

Anggota DPR Komisi XI Minta Pemerintah dan BI Jaga Kepercayaan Investor Domestik

Mei 31, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Juni 3, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Fokus Berita

Tatkala Aktivis Lingkungan yang Tulus dan Menarik Menjadi Terpidana

[Opini]

Januari 8, 2021
in Fokus Berita, Ragam Opini
0
0
SHARES
436
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Tatkala Aktivis Lingkungan yang Tulus dan Menarik Menjadi Terpidana

oleh

Gurgur Manurung*

Gurgur Manurung (Pengamat Sosial dan Lingkungan)

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Aktivis lingkungan Sebastian Hutabarat ditahan Kejaksaan Negeri Pangururan dan timnya di Balige, Senin (5/1/2021) pagi. Mendengar Sebastian Hutabarat yang dikenal sebagai aktivis lingkungan, pegiat literasi, pengusaha di bidang pariwisata dan berbagai aktivitas kemanusiaan itu ditahan, publik menyampaikan keprihatinan.

Sebastian Hutabarat dijerat hukum karena pasal penistaan. Tidak jelas apa yang dinista. Sebastian Hutabarat adalah seorang terpelajar dan pembelajar dalam kehidupannya. Sebastian itu memahami etika, pelestari budaya dan pelestari lingkungan.

Sebastian Hutabarat sejak lama adalah orang yang mau belajar apa saja. Ketika dia pelajari kemudian dia senang merenung, kemudian hasil yang dipelajari dan hasil perenungan (kontemplasinya) didiskusikan dengan banyak orang yang dia anggap kompeten. Kombinasi baca buku, kontemplasi, diskusi dia implementasikan dalam kesehariannya.

Pizza Andaliman

Sebastian memang orang yang senang mencoba-coba untuk menemukan rumus baru. Salah satu hasil baca buku, kontemplasi, pengamatan, diskusi yang dia lakukan adalah Pizza Andaliman yang menjadi makanan terkenal dari Balige. Pizza, makanan dari barat dikombinasikan dengan tumbuhan endemik di kawasan Danau Toba.

Dalam diskusinya bersama saya kala itu, adalah bagaimana agar tanaman lokal ini harganya mahal?. Kemudian muncul ide kombinasi makanan Barat dengan Andaliman yang sangat disukai orang Batak.

Intelektual George Junus Aditjondro (GJA), Orang Jawa lulusan Cornell University adalah salah satu pengagum Andaliman. Dimasa hidupnya, ketika GJA datang ke Toba atau Sumatera Utara pasti dicarinya andaliman.

Persis setahun yang lalu, saya ke tempatnya untuk melihat berjualan pizza andaliman. Dia ajak saya, istri dan kedua anakku juga istrinya berbincang-bincang. Dia ceritakan bahwa bisnis andalimannya akan menyerap andaliman. Semakin banyak penggunaan bahan baku  andaliman maka harganya akan semakin naik, katanya berteori.

Ita Siregar penggiat literasi yang juga sahabat lama saya ikut berdiskusi ketika itu. Sebastian Hutabarat banyak cerita untuk memajukan pariwisata di kawasan Danau Toba. Dia bergumul bagaimana caranya menaikkan Sumber Daya Manusia di kawasan Danau Toba agar bersikap melayani karena Danau Toba dijadikan pemerintahan Jokowi sebagai destinasi wisata super prioritas.

Lalu, mengapa Sebastian Hutabarat yang pekerja keras, tulus, peduli, berintegritas, memiliki karakter kebangsaan, menjaga keunikan budaya, memikirkan dan peduli lingkungan, dan bersikap satu kata dengan perbuatan masuk penjara? Apa yang dia lakukan?

Berani & Revolusioner

Sebastian Hutabarat adalah orang yang memelihara imannya. Dia selalu bicara kalibrasi. Kalibarsi untuk menjaga dan memelihara imannya. Berapa banyak diantara kita yang mengoreksi iman dan pemikirannya? Iman dan pemikirannya membuat dia menjadi orang pemberani dan revolusioner dalam berpikir dan bertindak. Revolusionernya dikandangi oleh Firman Tuhan yang dipelajarinya setiap hari.

Pergulatan pemikiran dan pergulatan imannya menjadikan dia pemberani. Keberanian itulah membuat dia kini masuk penjara. Ceritanya adalah tahun 2017 dia ke Samosir untuk melihat tanaman yang ditanam oleh Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) tahun 2015. Sebastian Hutabarat adalah pengurus YPDT di Silimalombu bersama Yoe Marbun.

Kejaksaan Negeri Samosir menjebloskan Jautir Simbolon (59), tersangka penganiaya Aktivis Lingkungan Hidup, Sebastian Hutabarat di kawasan Danau Toba.

Dianiaya Sang Tauke Stone Crusher

Pada tahun 2015, YPDT bersama Bupati Samosir Mangindar Simbolon melakukan konservasi tanaman. Sebastian dan Yoe ingin mengevaluasi tanaman yang mereka tanam. Ketika tiba di Silimalombu mereka melihat ada Stone Crusher yang kemudian diketahui dari penduduk setempat bahwa itu milik JS abang kandung Bupati RPD.

Tahun 2015 Bupati yang ketika penanaman pohon Bupati adalah Mangindar Simbolon yang kemudian digantikan oleh RPD. Sebastian Hutabarat dan Yoe Marbun penasaran melihat stone crusher dan mereka mendekat ke lokasi. Dalam kondisi melihat lokasi, anak buah JS mengatakan bahwa tauke (bos, red) mereka mengajak minum kopi ke lokasi stone crusher. Mereka pun bertemu dengan sang tauke dimaksud, tetapi sang tauke asyik menelepon yang lain. Sebastian Hutabarat mengajak Yoe pulang saja karena sang tauke sibuk menelpon. Tetapi karena Sebastian minta pulang, sang tauke meminta agar jangan pulang dulu.

Kemudian sang tauke mengajak berbicara, dalam pembicaraan Sebastian menanyakan apakah benar ada orang sekitar tidak setuju kehadiran stone crusher. sang tauke menolak dan suasana mulai panas. Sebastian juga mempertanyakan izin stone crusher karena persis dibibir Danau Toba.

Pertanyaan Sebastian inilah yang dianggap penistaan. Dianggap menyebut tidak memiliki izin padahal konteksnya dan sikapnya bertanya.

Dalam diskusi itu tidak ada titik temu, kemudian mereka saling pamit. Sebastian dan Yoe Marbun pamit. Beberapa langkah setelah pamit Yoe Marbun dipukuli JS hingga dikejar-kejar. Sebastian Hutabarat pun dipukuli, celana diplorotin dan dianiaya luar biasa. Bisa dibayangkan betapa pedihnya penganiayaan itu di pinggir Danau Toba yang jauh dari keramaian.

Pasca penganiayaan Sebastian Hutabarat dan Yoe Marbun melapor ke polisi. Yoe Marbun sebetulnya ikut melapor juga tetapi menurut polisi cukup satu laporan saja karena sama. Padahal, Yoe Marbun ingin membuat laporan terpisah karena pelakunya berbeda. Berbeda pelaku pemukulan ke Sebastian dan Yoe Marbun.

Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejati Sumut, bekerjasama dengan Tim Tabur Kejagung dan jajaran Kasi Intelijen Kejari Toba Samosir, melakukan penangkapan terhadap terpidana Sebastian Hutabarat (51), Selasa (5/1/2021).

Hanya ‘Bertanya‘ tapi didakwa ‘Menista‘

Beberapa waktu kemudian JS pemilik stone crusher divonis hakim dan masuk penjara. Kemudian Sebastian Hutabarat dilaporkan balik dengan tuduhan penistaan. Apa yang dinista?

Dalam dakwaan disebut bahwa stone crusher tidak memiliki izin. Apakah benar memiliki izin? Mungkinkah stone crusher persis dibibir Danau Toba diperbolehkan memiliki izin?

Dari perspektif hukum, kita mengacu kepada Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dalam UU itu jelas diatur tentang proses penyusunan dokumen lingkungan.

Dalam prosesnya harus diumumkan di surat kabar nasional, surat kabar lokal secara berulang. Sejatinya, pemilik usaha proaktif untuk sosialisasi ke publik, khususnya ke masyarakat sekitar tentang rencana usaha stone crusher itu. Jadi, jika ada yang bertanya izin sejatinya dijelaskan dengan baik. Hak publik bertanya dan diwajibkan menjelaskan. Karena itulah proses dokumentasi harus ada konsultasi publik. Publik diajak berdialog agar ditulis dalam dokumen lingkungan.

Selain UU No. 32 tahun 2009 kita bisa menggunakan Undang Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi publik. Membaca dan mendalami UU Nomor 32 tahun 2009 dan UU Nomor 2008 maka Negara membutuhkan rakyat seperti Sebastian Hutabarat agar publik ikut mendorong kedua UU itu berjalan demi alam yang terlindungi.

Bangsa ini membutuhkan Sebastian agar UU terkait perlindungan alam berjalan dengan baik. Sebab UU perlindungan pengelolaan lingkungan hidup berjalan pionirnya adalah partisipasi rakyat. Bangsa dan Negara kita memang butuh orang seperti Sebastian Hutabarat yang partisipatif. Faktanya, Sebastain Hutabarat di penjara.

Melihat kasus hukum Sebastian Hutabarat harus menjadi pelajaran bagi kita khususnya penegak hukum kita. Penegak hukum harus menggunakan nurani dan persoalan secara menyeluruh. Jika kasus Sebastian Hutabarat berulang maka rakyat sulit percaya ke penegakan hukum kita. Bagaimana rakyat bisa percaya jika orang baik, tulus, peduli, berkarakter baik, memelihara iman dan selalu memikirkan urusan publik harus di penjara? (GM/YM)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Aktivis Lingkungan HidupDanau TobaGurgur ManurungOpiniOpini GurmanSebastian HutabaratSumut
ShareTweetSend

Related Posts

Perintah Presiden Prabowo, BNPB Kerahkan Tim dan Pesawat Khusus Tangani Bencana Banjir dan Longsor di Sumut

Perintah Presiden Prabowo, BNPB Kerahkan Tim dan Pesawat Khusus Tangani Bencana Banjir dan Longsor di Sumut

November 27, 2025
Bupati Humbahas Bersama Pangdam I/BB Bersihkan Eceng Gondok di Danau Toba

Bupati Humbahas Bersama Pangdam I/BB Bersihkan Eceng Gondok di Danau Toba

April 25, 2025
13 Petinju Papua Barat Siap Mendulang Medali di PON XXI Aceh-Sumut

13 Petinju Papua Barat Siap Mendulang Medali di PON XXI Aceh-Sumut

Juni 30, 2024

Wali Kota Pematang Siantar Hadiri HLM Tim Pengendali Inflasi Daerah Sumut

Maret 8, 2024

F1 Powerboat Danau Toba 2024 Sukses Digelar

Maret 4, 2024
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?