• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Terkait Afghanistan, Sebanyak 52% Rakyat AS Ingin Presiden Biden Lengser

Terkait Afghanistan, Sebanyak 52% Rakyat AS Ingin Presiden Biden Lengser

September 2, 2021
Presiden Prabowo Terima Menteri Investasi Dorong Percepatan Hilirisasi di 13 Lokasi

Presiden Prabowo Terima Menteri Investasi Dorong Percepatan Hilirisasi di 13 Lokasi

April 25, 2026
PARJAL di Tanah Papua Dukung Upaya DPD RI Menyelesaikan Konflik Papua 

PARJAL di Tanah Papua Dukung Upaya DPD RI Menyelesaikan Konflik Papua 

April 25, 2026
ADVERTISEMENT
DPRD Batam Gelar Rapat Paripurna, Setujui Tunda Pengesahan Raperda LAM Hingga Mei

DPRD Batam Gelar Rapat Paripurna, Setujui Tunda Pengesahan Raperda LAM Hingga Mei

April 25, 2026
Musda II KOSGORO 1957 Maluku Perkuat Konsilidasi Arah Pembangunan Nasional

Musda II KOSGORO 1957 Maluku Perkuat Konsolidasi Arah Pembangunan Nasional

April 25, 2026
PWI Pusat Gelar Doa Bersama Wafatnya Sekjen Zulmansyah Sekedang

PWI Pusat Gelar Doa Bersama Wafatnya Sekjen Zulmansyah Sekedang

April 25, 2026
Wagub Rano Karno Minta Penerima KJMU Jaga Integritas dan Aktif Kegiatan Sosial

Wagub Rano Karno Minta Penerima KJMU Jaga Integritas dan Aktif Kegiatan Sosial

April 25, 2026
Komisi Yudisial: Pentingnya Partisipasi Publik Dalam Seleksi Hakim Agung

Komisi Yudisial: Pentingnya Partisipasi Publik Dalam Seleksi Hakim Agung

April 25, 2026
Perkuat Pemulihan Kerugian Negara, KPK Serahkan Aset Rampasan Rp20,2 Miliar ke Kejagung

Perkuat Pemulihan Kerugian Negara, KPK Serahkan Aset Rampasan Rp20,2 Miliar ke Kejagung

April 25, 2026
Tri Adhianto Canangkan 3 Juta Pohon dalam Masa Kepemimpinannya, Warga Bekasi Diajak Jadi Bagian Sejarah Penghijauan Kota

Tri Adhianto Canangkan 3 Juta Pohon dalam Masa Kepemimpinannya, Warga Bekasi Diajak Jadi Bagian Sejarah Penghijauan Kota

April 24, 2026
Aksi Sigap TNI AL dan Tim Sar Gabungan Evakuasi Korban Tenggelam di Sungai Cisanggarung

Aksi Sigap TNI AL dan Tim Sar Gabungan Evakuasi Korban Tenggelam di Sungai Cisanggarung

April 24, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, April 26, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Internasional

Terkait Afghanistan, Sebanyak 52% Rakyat AS Ingin Presiden Biden Lengser

[Internasional]

September 2, 2021
in Internasional
0
0
SHARES
96
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

[REUTERS/Evelyn Hockstein/File Foto]
[REUTERS/Evelyn Hockstein/File Foto]
Washington, SatukanIndonesia.com – Sebanyak 52% dari rakyat Amerika Serikat (AS) yang memiliki hak pilih dalam pemilu percaya bahwa Presiden Joe Biden harus lengser. Mereka kecewa dengan penanganan penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan.

Angka itu merupakan hasil jajak pendapat Rasmussen. Meski menginginkan Biden lengser, mereka belum siap untuk mempercayakan kepemimpinan AS kepada Wakil Presiden Kamala Harris.

Sementara mayoritas rakyat ingin Biden membayar kegagalannya di Afghanistan, 39% responden jajak pendapat Rasmussen berpikir dia layak mendapat kesempatan lain—atau setidaknya tidak ingin dia disingkirkan dulu.

Baca Juga: Trump: Biden Harus Minta Maaf ke Seluruh Dunia
Jajak pendapat itu juga memberikan hasil yang mengejutkan karena hampir sepertiga atau 32% dari anggota Partai Demokrat setuju bahwa Biden harus mengundurkan diri atas krisis Afghanistan yang mereka sebut sebagai bencana. Partai Demokrat adalah partai pengusung Biden dalam pemilihan presiden lalu.

Menurut hasil jajak pendapat yang dirilis Rabu waktu Amerika, 75% dari anggota Partai Republik merasakan hal yang sama. Sementara itu, 60% pemilih setuju dengan pernyataan Senator Partai Republik asal South Carolina, Lindsey Graham, bahwa keputusan Biden untuk meninggalkan ribuan warga Afghanistan yang membantu AS dalam perang serta beberapa warga negara Amerika adalah pelanggaran yang bisa berakhir dengan pemakzulan.

Biden dituduh mengacaukan penarikan pasukan AS, terutama setelah 13 tentara militer Amerika tewas dalam serangan bom bunuh diri milisi ISIS Khorasan di bandara Kabul saat evakuasi memasuki hari-hari terakhirnya.

ADVERTISEMENT

Setidaknya satu anggota militer telah secara vokal dan kontroversial menyatakan bahwa dia telah kehilangan kepercayaannya pada panglima tertinggi Amerika.

Tentara bernama Letnan Kolonel Stuart Scheller itu juga menuntut “akuntabilitas” dan “kepemimpinan” dari pemerintah, yang menurutnya, tidak menunjukkan keduanya.

Terlepas dari kritik terhadap Biden, banyak yang tidak antusias tentang prospek Wakil Presiden Kamala Harris mengambil alih kursi kepresidenan.

Mayoritas responden setuju bahwa Harris tidak cocok untuk Oval Office Gedung Putih, dengan 47% secara keseluruhan mengatakan dia sama sekali tidak memenuhi syarat—sebuah pendapat yang disetujui sepertiga dari Partai Demokrat. Baca Juga: Putin: Amerika Serikat Hadir 20 Tahun di Afghanistan Hanya Hasilkan Tragedi
Angka-angka itu melanjutkan tren yang telah bertahan selama kepresidenan Biden sejauh ini, dengan satu jajak pendapat bulan lalu menemukan bahwa lebih dari setengah orang Amerika mengira dia melakukan “pekerjaan yang buruk.”

Bulan lalu, jajak pendapat Rasmussen lainnya menemukan sekitar 55% pemilih mengatakan Harris tidak memenuhi syarat untuk menjadi presiden, dan jumlah ini telah meningkat selama beberapa bulan terakhir. Pada bulan April, hanya 49% yang menganggap mantan Jaksa Agung California itu cocok untuk menjadi presiden.

Data polling untuk survei Rasmussen terbaru dikumpulkan secara online dan melalui telepon dari 30-31 Agustus. Kebencian atas penarikan pasukan AS dari Afghanistan oleh Biden telah menjadi bipartisan, dengan 74% responden survei CBS News pada hari Selasa menyatakan proses penarikan telah berjalan sangat atau agak buruk. Yang lain menggambarkan strategi Biden sebagai tidak efektif, tidak kompeten, dan tidak berterima kasih kepada orang-orang Afghanistan yang membantu pasukan Amerika selama perang.
Baca Juga: Sudan Selatan Negara Termuda di Dunia, Miskin dan Dilanda Kelaparan

(nal/SI)

 

Komentar Facebook

Tags: Amerika SerikatDeb Haaland Jadi Menteri Joe BidenJoe BidenTaliban
ShareTweetSend

Related Posts

Menkeu Purbaya Temui Investor Global Jamin Kondisi Fiskal Nasional

Menkeu Purbaya Temui Investor Global Jamin Kondisi Fiskal Nasional

April 15, 2026
Dubes Iran Sebut AS Terima 10 Syarat Negosiasi Gencatan Senjata

Dubes Iran Sebut AS Terima 10 Syarat Negosiasi Gencatan Senjata

April 13, 2026
SMSI Tunggu Rapimnas untuk Tentukan Sikap atas Perjanjian Dagang RI–AS

SMSI Tunggu Rapimnas untuk Tentukan Sikap atas Perjanjian Dagang RI–AS

Februari 26, 2026

Wakil Ketua Komisi I: Kesepakatan Dagang Amerika-Indonesia Perkuat Hubungan Kedua Bangsa

Februari 23, 2026

Presiden Prabowo Tiba di Indonesia Usai Bertemu Empat Negara Strategis

September 28, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?