• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Terkait Afghanistan, Sebanyak 52% Rakyat AS Ingin Presiden Biden Lengser

Terkait Afghanistan, Sebanyak 52% Rakyat AS Ingin Presiden Biden Lengser

September 2, 2021
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Raih Penghargaan Nasional sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kota

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Raih Penghargaan Nasional sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kota

Juni 12, 2026
Baleg DPR Percepat Penyusunan RUU Masyarakat Adat

Baleg DPR Percepat Penyusunan RUU Masyarakat Adat

Juni 12, 2026
ADVERTISEMENT
Kemenhub Percepat Pengembangan Jaringan KA untuk Dorong Konektivitas dan Efisiensi Logistik

Kemenhub Percepat Pengembangan Jaringan KA untuk Dorong Konektivitas dan Efisiensi Logistik

Juni 12, 2026
Siti Hediati Soeharto Tegaskan Pentingnya Penyusunan RUU Pangan 

Siti Hediati Soeharto Tegaskan Pentingnya Penyusunan RUU Pangan 

Juni 12, 2026
Logis 08 Geruduk KPK dan Kantor Pusat BRI, Minta Penetapan Tersangka Kasus BRI-Telkom

Logis 08 Geruduk KPK dan Kantor Pusat BRI, Minta Penetapan Tersangka Kasus BRI-Telkom

Juni 12, 2026
Prabowo Perintahkan Percepatan Peralihan LPG ke CNG demi Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Prabowo Perintahkan Percepatan Peralihan LPG ke CNG demi Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Juni 12, 2026
Polda Metro Jaya Kerahkan 4.151 Personel Gabungan Polri -TNI Amankan Aksi Mahasiswa di Jakarta

Polda Metro Jaya Kerahkan 4.151 Personel Gabungan Polri -TNI Amankan Aksi Mahasiswa di Jakarta

Juni 12, 2026
Anggota DPR Ingatkan Keberhasilan UU Polri Tergantung Kualitas SDM Anggota

Anggota DPR Ingatkan Keberhasilan UU Polri Tergantung Kualitas SDM Anggota

Juni 12, 2026
Komisi XIII DPR Minta KemenHAM Susun Ulang Anggaran 2027

Komisi XIII DPR Minta KemenHAM Susun Ulang Anggaran 2027

Juni 12, 2026
Setelah Disomasi Tak ada Respon LCM Laporkan Manajemen HH Club ke Polresta Barelang, Dugaan Pencemaran Nama Baik

Setelah Disomasi Tak ada Respon LCM Laporkan Manajemen HH Club ke Polresta Barelang, Dugaan Pencemaran Nama Baik

Juni 11, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Jumat, Juni 12, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Internasional

Terkait Afghanistan, Sebanyak 52% Rakyat AS Ingin Presiden Biden Lengser

[Internasional]

September 2, 2021
in Internasional
0
0
SHARES
98
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

[REUTERS/Evelyn Hockstein/File Foto]
[REUTERS/Evelyn Hockstein/File Foto]
Washington, SatukanIndonesia.com – Sebanyak 52% dari rakyat Amerika Serikat (AS) yang memiliki hak pilih dalam pemilu percaya bahwa Presiden Joe Biden harus lengser. Mereka kecewa dengan penanganan penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan.

Angka itu merupakan hasil jajak pendapat Rasmussen. Meski menginginkan Biden lengser, mereka belum siap untuk mempercayakan kepemimpinan AS kepada Wakil Presiden Kamala Harris.

Sementara mayoritas rakyat ingin Biden membayar kegagalannya di Afghanistan, 39% responden jajak pendapat Rasmussen berpikir dia layak mendapat kesempatan lain—atau setidaknya tidak ingin dia disingkirkan dulu.

Baca Juga: Trump: Biden Harus Minta Maaf ke Seluruh Dunia
Jajak pendapat itu juga memberikan hasil yang mengejutkan karena hampir sepertiga atau 32% dari anggota Partai Demokrat setuju bahwa Biden harus mengundurkan diri atas krisis Afghanistan yang mereka sebut sebagai bencana. Partai Demokrat adalah partai pengusung Biden dalam pemilihan presiden lalu.

Menurut hasil jajak pendapat yang dirilis Rabu waktu Amerika, 75% dari anggota Partai Republik merasakan hal yang sama. Sementara itu, 60% pemilih setuju dengan pernyataan Senator Partai Republik asal South Carolina, Lindsey Graham, bahwa keputusan Biden untuk meninggalkan ribuan warga Afghanistan yang membantu AS dalam perang serta beberapa warga negara Amerika adalah pelanggaran yang bisa berakhir dengan pemakzulan.

Biden dituduh mengacaukan penarikan pasukan AS, terutama setelah 13 tentara militer Amerika tewas dalam serangan bom bunuh diri milisi ISIS Khorasan di bandara Kabul saat evakuasi memasuki hari-hari terakhirnya.

Setidaknya satu anggota militer telah secara vokal dan kontroversial menyatakan bahwa dia telah kehilangan kepercayaannya pada panglima tertinggi Amerika.

Tentara bernama Letnan Kolonel Stuart Scheller itu juga menuntut “akuntabilitas” dan “kepemimpinan” dari pemerintah, yang menurutnya, tidak menunjukkan keduanya.

Terlepas dari kritik terhadap Biden, banyak yang tidak antusias tentang prospek Wakil Presiden Kamala Harris mengambil alih kursi kepresidenan.

Mayoritas responden setuju bahwa Harris tidak cocok untuk Oval Office Gedung Putih, dengan 47% secara keseluruhan mengatakan dia sama sekali tidak memenuhi syarat—sebuah pendapat yang disetujui sepertiga dari Partai Demokrat. Baca Juga: Putin: Amerika Serikat Hadir 20 Tahun di Afghanistan Hanya Hasilkan Tragedi
Angka-angka itu melanjutkan tren yang telah bertahan selama kepresidenan Biden sejauh ini, dengan satu jajak pendapat bulan lalu menemukan bahwa lebih dari setengah orang Amerika mengira dia melakukan “pekerjaan yang buruk.”

Bulan lalu, jajak pendapat Rasmussen lainnya menemukan sekitar 55% pemilih mengatakan Harris tidak memenuhi syarat untuk menjadi presiden, dan jumlah ini telah meningkat selama beberapa bulan terakhir. Pada bulan April, hanya 49% yang menganggap mantan Jaksa Agung California itu cocok untuk menjadi presiden.

Data polling untuk survei Rasmussen terbaru dikumpulkan secara online dan melalui telepon dari 30-31 Agustus. Kebencian atas penarikan pasukan AS dari Afghanistan oleh Biden telah menjadi bipartisan, dengan 74% responden survei CBS News pada hari Selasa menyatakan proses penarikan telah berjalan sangat atau agak buruk. Yang lain menggambarkan strategi Biden sebagai tidak efektif, tidak kompeten, dan tidak berterima kasih kepada orang-orang Afghanistan yang membantu pasukan Amerika selama perang.
Baca Juga: Sudan Selatan Negara Termuda di Dunia, Miskin dan Dilanda Kelaparan

ADVERTISEMENT

(nal/SI)

 

Komentar Facebook

Tags: Amerika SerikatDeb Haaland Jadi Menteri Joe BidenJoe BidenTaliban
ShareTweetSend

Related Posts

Menkeu Purbaya Temui Investor Global Jamin Kondisi Fiskal Nasional

Menkeu Purbaya Temui Investor Global Jamin Kondisi Fiskal Nasional

April 15, 2026
Dubes Iran Sebut AS Terima 10 Syarat Negosiasi Gencatan Senjata

Dubes Iran Sebut AS Terima 10 Syarat Negosiasi Gencatan Senjata

April 13, 2026
SMSI Tunggu Rapimnas untuk Tentukan Sikap atas Perjanjian Dagang RI–AS

SMSI Tunggu Rapimnas untuk Tentukan Sikap atas Perjanjian Dagang RI–AS

Februari 26, 2026

Wakil Ketua Komisi I: Kesepakatan Dagang Amerika-Indonesia Perkuat Hubungan Kedua Bangsa

Februari 23, 2026

Presiden Prabowo Tiba di Indonesia Usai Bertemu Empat Negara Strategis

September 28, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?