
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta konsisten dengan komitmennya untuk melibatkan warga dalam membangun Jakarta menjadi kota maju, lestari dan berbudaya.
Keterlibatan warga tersebut salah satunya tercermin dalam kolaborasi bersama Perkumpulan Young Presidents’ Organization (YPO) Indonesia, untuk meluncurkan program Kampung Asuh di Kampung Tanah Merah, yang berlokasi di Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kelurahan Tugu Selatan dan Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.
Kampung Asuh merupakan program peningkatan kualitas kawasan permukimam dengan skema kolaborasi. Melalui program Kampung Asuh, warga dapat bersama-sama meningkatkan kualitas hidup masyarakat kampung, berinteraksi, dan menjalin ikatan emosi bersama.
Program ini bertujuan menjadikan kampung sebagai tempat tinggal yang layak dan berkelanjutan pada aspek fisik, ekonomi, dan sosial secara bersama-sama. Sehingga terwujud persatuan dan kesatuan di Ibu Kota.
Dalam Kick Off Program Kampung Asuh yang diselenggarakan di Ruang Pola Balaikota DKI Jakarta, Kamis (25/3/2021), Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan mengucapkan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung program itu. Gubernur Anies juga menyampaikan harapannya agar Kampung Asuh dapat diperluas di kampung-kampung lain di Jakarta, sehingga seluruh kampung di Jakarta merasakan manfaat dari program tersebut.
“Benar-benar hari berbahagia karena kita menyaksikan babak baru, bahwa kita perlu kerja bersama, gotong-royong menyelesaikan tantangan di Jakarta dengan pendekatan kolaborasi. Saya berharap kita bisa mendorong kerja besar ini agar meluas,” jelas Gubernur Anies.
Lebih lanjut Gubernur Anies berharap program Kampung Asuh ini dapat membangun interaksi yang bukan saja programatik, melainkan juga emosional antara warga kampung yang dibantu dengan pihak-pihak yang membantu. “Dengan ini, diharapkan timbul satu rasa bahwa satu kota adalah satu keluarga dan terus terwujud persatuan kesatuan di Jakarta,” tambahnya.
Pemberian dukungan dalam pelaksanaan program Kampung Asuh ini mencakup bidang pendidikan/edukasi; aspek infrastruktur; sosial dan budaya; dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Kampung Asuh aspek yang akan dikerjakan banyak, bukan hanya hard infrastruktur tapi juga soft infrastruktur, seperti pendidikan di sana,” paparnya. (*)













