Jakarta, SatukanIndonesia.com – Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat, Rusmadi menyampaikan permintaan maaf terkait mencuatnya kasus siswi nonmuslim yang diminta memakai jilbab.
Rusmadi mengungkapkan bahwa selama ini sekolah yang dipimpinnya tidak pernah memaksakan siswi nonmuslim untuk memakai jilbab. Tata tertib hanya menyebutkan bahwa sisawa-siswi untuk memakai baju muslim di setiap hari Jumat.
” Saya sebagai kepala sekolah memohon maaf, yang kami takutkan karena kejadian ini kemudian ada gesekan antarumat beragama. Padahal tidak ada maksud seperti itu,” ujar Rusmadi, dilansir dari Liputan6.com.
Wakil Kepala Kesiswaan SMKN 2 Padang, Zakri Zaini dan seorang guru Bimbingan Konseling (BK) adalah pihak yang menghadapi orang tua dan siswi dalam video yang viral di Facebook.
Dalam video yang diunggah oleh akun Facebook Elianu Hia, orang tua siswi tampak beradu dengan Wakil Kepala Kesiswaan dan guru BK. Orang tua siswi mengaku keberatan dengan aturan tersebut.
Ke depan Rusmadi berjanji akan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dengan orang tua siswi dan mengubah aturan terkait cara berpakaian.
” Kami tidak membedakan siswa-siswi, baik itu yang muslim maupun nonmuslim, semuanya anak didik kami,” ujarnya.
Saat ini terdapat 46 siswa nonmuslim di SMKN 2 Padang. Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Adib Alfikri menegaskan bahwa tidak ada aturan yang memberlakukan pelajar nonmuslim wajib memakai jilbab.
” Jika memang ada yang dilanggar oleh pihak sekolah, saya siap memberi sanksi tegas,” ucapnya. (*)












