
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Perwakilan tetap dari 48 negara mengirim surat kepada Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus di Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa (UNOG) pada hari Kamis 15 Juli 2021 lalu.
48 negara menyuarakan dukungan untuk upaya mengintensifkan studi penyebab SARS -CoV-2 di seluruh dunia dan menentang tindakan politisasi deteksi asal penyakit. Baca juga: China Ancam Jepang Dengan Bom Nuklir, Jika Terus Urusi Taiwan
Para diplomat menekankan bahwa COVID-19 adalah musuh bersama kemanusiaan universal dan hanya dapat dikalahkan melalui solidaritas dan kerja sama komunitas internasional.
Kolaborasi dalam studi yang melacak dari mana SARS-CoV-2 berasal adalah aspek penting dalam memerangi pandemi COVID-19, kata mereka dalam surat itu.
“Seperti yang diabadikan dalam resolusi WHA 73.1 tentang respons COVID-19, tujuan deteksi asal adalah untuk mengidentifikasi sumber zoonosis dari virus dan bagaimana penyebarannya ke manusia, termasuk kemungkinan keberadaan inang perantara.” tulis laporan media China lapor Xinhua. Baca juga: Taliban Tawarkan Gencatan Senjata 3 Bulan ke Afghanistan
Para diplomat menekankan studi tentang asal mula penyakit adalah ‘masalah sains dan harus dilakukan oleh para ilmuwan di seluruh dunia’.
“Pendeteksian dari mana penyakit itu berasal atau asalnya tidak boleh dipolitisasi. Sebaliknya, kerja sama global tentang asalnya akan terhambat dan upaya global untuk memerangi epidemi ini akan terpengaruh,” kata mereka.
Diplomat tersebut juga menyambut baik diterbitkannya Laporan Gabungan studi global WHO untuk menemukan asal usul SARS-Cov-2 dan mengapresiasi kerja keras kelompok ilmuwan tersebut serta menekankan bahwa kajian tentang asal usul penyakit global ini harus didasarkan dan dipandu oleh laporan ilmiah ini.
Baca juga: Eropa Barat Diterjang Banjir Bandang, Tewaskan 128 Orang
Mereka juga mendesak Sekretariat WHO untuk bekerja dengan negara-negara anggota sejalan dengan resolusi yang relevan dari Majelis Umum Kesehatan Dunia (WHA) untuk meningkatkan studi penelusuran asal ini dan mengambil langkah-langkah efektif untuk mencegah faktor politik merusak proses penelitian.
(nal/SI)













