
Surabaya, SatukanIndonesia.com – Pakar Komunikasi Politik Universitas Airlangga Surabaya Suko Widodo mengajak semua pihak turut berpartisapasi aktif menjamin kebebasan pers. Hal disampaikan Suko kepada satukanindonesia (12/2) via seluler. Menurutnya, sebagai negara demokrasi, pers merupakan salah satu pilar yang harus dijaga peran dan tanggung jawabnya dengan baik. Tanpa adanya hal ini, demokrasi yang ada hanyalah demokrasi prosedural semata.
“Sejalan dengan salah satu tema Hari Pers Nasional kali ini, Pers mengawal ketahanan pangan untuk kemandirian bangsa. Tema yang cukup menarik dan tepat, karena negara ini butuh ketahanan pangan agar bisa mandiri, tapi persoalannya juga apakah pers kita sudah mandiri?” ungkap Suko Widodo.
Pada bagian lain, dalam pernyataan yang juga dimuat di akun istagramnya, Suko menambahkan,” Di tengah metamorfose media baru yang memunculkan matinya sejumlah media lama tentu kita berfikir, pers kita bebani untuk mengawal ketahanan pangan, tapi negara juga harus menjamin kebebabasan pers, kemandirian pers agar mereka mampu memanfaatkan tenaga dan pikirannya memproduksi informasi akurat dengan segala kebebasannya.”
“negara yang demokratis selalu menyediakan pers yang bebas, selamat hari pers nasional.” Tutup akademisi sekaligus praktisi komunikasi senior ini.
Terkait dengan jaminan negara dalam kebebasan pers, Suko Widodo dalam berbagai kesempatan baik formal maupun non formal menyatakan bahwa dalam praktik lapangan, pers tidak sepenuhnya menikmati kebebasan. Dengan dalih keamanan, stabilitas maupun menghindari kegaduhan, kadang berbagai cara dan upaya dilakukan untuk memberangus kebebasan pers.
“Berbagai cara digunakan untuk membatasi kebebasan npers secara tidak proporsional. Mulai cara yang paling halus dan mungkin agak kasar. Disinilah perlu kesadaran dari semua pihak agar tidak membiarkan kebebasan pers terengut. Disinilah peran negara diperlukan, “ Ungkap Pak Suko (panggilan akrab akademisi bergelar doktor ini). (Yos)










