• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Harapan Menipis, PSN Ancaman bagi SDA dan Ekonomi lokal

Harapan Menipis, PSN Ancaman bagi SDA dan Ekonomi lokal

Maret 12, 2025
Doa Bersama dan Tabur Bunga, Wawali Bekasi Kenang Korban Kecelakaan Kereta

Doa Bersama dan Tabur Bunga, Wawali Bekasi Kenang Korban Kecelakaan Kereta

Mei 1, 2026
Wawali Bekasi Kunjungi Korban Kebakaran di Bojong Rawalumbu

Wawali Bekasi Kunjungi Korban Kebakaran di Bojong Rawalumbu

Mei 1, 2026
ADVERTISEMENT
Ketua SMSI Sulut Voucke Lontaan Ucapkan Selamat Hari Buruh 1 Mei 2026

Ketua SMSI Sulut Voucke Lontaan Ucapkan Selamat Hari Buruh 1 Mei 2026

Mei 1, 2026
Bukan Sekedar Tren, Wakil Bupati Taput ,Minta Kepala Sekolah Manfaatkan AI untuk Kemajuan Mutu Pendidikan Disekolah

Bukan Sekedar Tren, Wakil Bupati Taput ,Minta Kepala Sekolah Manfaatkan AI untuk Kemajuan Mutu Pendidikan Disekolah

Mei 1, 2026
Noel Ancam Gugat Rp300 T, KPK Sarankan Fokus Saja di Persidangan

Noel Ancam Gugat Rp300 T, KPK Sarankan Fokus Saja di Persidangan

Mei 1, 2026
Polisi Segera Lakukan Gelar Perkara Kasus Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Polisi Segera Lakukan Gelar Perkara Kasus Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Mei 1, 2026
Prediksi BMKG Jakarta Diguyur Hujan Ringan Siang Ini, Jaksel Berpotensi Disertai Petir

Prediksi BMKG Jakarta Diguyur Hujan Ringan Siang Ini, Jaksel Berpotensi Disertai Petir

Mei 1, 2026
Menteri PKP: Anggaran Perumahan 2026 Difokuskan ke Rakyat, 400 Ribu Rumah Swadaya Jadi Prioritas Utama

Menteri PKP: Anggaran Perumahan 2026 Difokuskan ke Rakyat, 400 Ribu Rumah Swadaya Jadi Prioritas Utama

Mei 1, 2026
DPRD Kota Batam Buka Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026, Sejumlah Pembahasan Ranperda Jadi Fokus Utama

DPRD Kota Batam Buka Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026, Sejumlah Pembahasan Ranperda Jadi Fokus Utama

April 30, 2026
Wali Kota Bekasi Dampingi KDM Jenguk Korban, Pastikan Penanganan Maksimal di RS dan Tercover BPJS.

Wali Kota Bekasi Dampingi KDM Jenguk Korban, Pastikan Penanganan Maksimal di RS dan Tercover BPJS.

April 30, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Jumat, Mei 1, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Harapan Menipis, PSN Ancaman bagi SDA dan Ekonomi lokal

[Daerah - FRWP Menilai Harapan Masyarakat Papua terhadap Sumber Saya lam (SDA) dan Hutan Lindung Semakin Menipis Akibat Kebijakan PSN yang Melibatkan Aparat Militer]

Maret 12, 2025
in Daerah, News, Politik
0
0
SHARES
155
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
KET. FOTO: Diskusi dan pemutaran film di Asrama Tambrauw, Jalan Kamwolker Perumnas III, Heram, kota Jayapura, Papua, pada Senin (11/03/2025)//IST

JAYAPURA, SATUKANINDONESIA.Com – Front Rakyat West Papua (FRWP) menggelar diskusi dan pemutaran film tentang peran militer Indonesia dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (10/03/2025) di Asrama Tambrauw, Jalan Kamwolker Perumnas III, Heram, kota Jayapura, Papua.

FRWP menilai, harapan masyarakat Papua terhadap sumber daya alam (SDA) dan hutan lindung semakin menipis akibat kebijakan PSN yang melibatkan aparat militer.

Diskusi ini membahas kebijakan pemerintah pusat terkait PSN di Papua, termasuk di Papua Selatan dan Ibu Kota Merauke, yang disebut melibatkan militer secara terstruktur dalam pengelolaan proyek-proyek tersebut.

Salah seorang peserta diskusi, Ronal Randongkir, mengapresiasi inisiatif FRWP dalam mengangkat isu ini.

Menurutnya, masyarakat Papua masih membutuhkan kepastian mengenai hak-hak mereka, dan diskusi semacam ini penting untuk menyampaikan aspirasi kepada berbagai komunitas, mahasiswa, dan aktivis.

“Hari ini, pemuda melalui FRWP bersatu untuk menyoroti program pemerintah pusat di daerah. Kita melihat bagaimana eksploitasi lahan seluas dua juta hektare di Papua Selatan melibatkan aparat militer Indonesia. Ini bukan hal baru, di semua kampung ada program ketahanan pangan yang diambil alih oleh TNI-Polri,”ujarnya.

Randongkir menambahkan, proyek PSN di Papua Selatan telah mengabaikan hak-hak masyarakat adat dalam sektor pertanian dan SDA.

Ia menilai bahwa pengelolaan ekonomi lokal sebenarnya sudah dipahami oleh masyarakat Papua, namun negara tidak memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengelola hak-hak atas tanah dan sumber daya mereka sendiri.

“Ini menjadi ancaman besar bagi ekonomi masyarakat, daya beli mereka, serta kelangsungan hutan lindung. PSN justru digunakan untuk menghabiskan SDA di Merauke, dengan militer sebagai benteng eksploitasi tanah Papua,”katanya.

Menurutnya, orang asli Papua (OAP) semakin kehilangan harapan untuk lima tahun ke depan jika tetap bersama Indonesia. Ia menuding pelibatan militer dalam proyek-proyek pemerintah pusat sebagai bentuk penjajahan yang masih berlangsung.

“Harapan orang Papua sudah terlalu tipis. Kolonialisme ini tidak peduli dengan hak masyarakat, tetapi hanya pada eksploitasi SDA. Diskusi ini membuka kesadaran kita akan kenyataan tersebut,”ujarnya.

Solvin Eptis Meidodga, peserta lain dalam diskusi tersebut, menyebutkan bahwa PSN yang beroperasi di lima daerah Sorong, Sarmi, Keerom, Merauke, dan Papua Tengah berfokus pada perkebunan jagung dan tebu.

Ia menilai, proyek-proyek ini secara tidak langsung menghabiskan sumber daya alam dan sistem mata pencaharian masyarakat adat.

“Proyek Strategis Nasional ini mencakup lima daerah, dengan fokus pada perkebunan tebu, jagung, dan padi. Namun, dampaknya sangat besar terhadap keberlangsungan mata pencaharian masyarakat adat. Beberapa tahun ke depan, orang Papua mungkin benar-benar tidak punya harapan,”ujarnya.

Mahasiswa Universitas Cenderawasih ini juga menyoroti peran aparat militer dalam perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Papua.

Menurutnya, kehadiran militer adalah strategi negara untuk menghadang perlawanan masyarakat adat yang menolak pengambilalihan tanah mereka. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Ancaman bagi SDAAncaman bagi SDA PapuaAparat MiliterEkonomi lokal PapuaFront Rakyat West Papua (FRWP)Harapan Menipisorang asli Papua (OAP)PSNSDA Papua
ShareTweetSend

Related Posts

Otonomi Khusus Gagal Mensejahterakan Orang Papua

Otonomi Khusus Gagal Mensejahterakan Orang Papua

November 27, 2025
Orang Papua Harus Diperlakukan Setara dan Tidak Menderita

Orang Papua Harus Diperlakukan Setara dan Tidak Menderita

Juli 7, 2025
Pemerintah Indonesia Tidak Menjawab Surat Pelapor Khusus PBB

Pemerintah Indonesia Tidak Menjawab Surat Pelapor Khusus PBB

Juni 18, 2025

Pemerintah Papua Barat Akomodir 30 persen kontraktor Asli Untuk Paket Proyek PL

Juni 16, 2025

Mahasiswa West Papua Gelar Aksi Tutup PT Freeport Indonesia

April 7, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?