• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Tolak PSN, Wabia: Masyarakat Tidak Butuh Batalyon TNI di Tambrauw

Tolak PSN, Wabia: Masyarakat Tidak Butuh Batalyon TNI di Tambrauw

Juni 14, 2025
Nobar Final PD 2026 Panggung Kompak Pemkot Bekasi, Kodim 0507 dan KADIN, Menang Kalah, Persahabatan Tetap Juara

Nobar Final PD 2026 Panggung Kompak Pemkot Bekasi, Kodim 0507 dan KADIN, Menang Kalah, Persahabatan Tetap Juara

Juli 16, 2026
Wamenkomdigi: Kepercayaan Publik Jadi Kunci Keberhasilan Komunikasi Kebijakan

Wamenkomdigi: Kepercayaan Publik Jadi Kunci Keberhasilan Komunikasi Kebijakan

Juli 16, 2026
ADVERTISEMENT
KPK Pertegas Pengawasan Ketat Pengadaan BUMN, Vendor Diminta Junjung Integritas

KPK Pertegas Pengawasan Ketat Pengadaan BUMN, Vendor Diminta Junjung Integritas

Juli 16, 2026
Kasus Korupsi Kuota Haji Telah Rampung, Yaqut Segera Disidang

Kasus Korupsi Kuota Haji Telah Rampung, Yaqut Segera Disidang

Juli 16, 2026
Mendes Yandri Tegaskan Kopdes Merah Putih dan BUMDes Bersinergi Perkuat Ekonomi Desa

Mendes Yandri Tegaskan Kopdes Merah Putih dan BUMDes Bersinergi Perkuat Ekonomi Desa

Juli 16, 2026
KPK Dalami Dugaan Korupsi Rp100 Miliar di Papua Barat Daya, DAP Buka Suara

KPK Dalami Dugaan Korupsi Rp100 Miliar di Papua Barat Daya, DAP Buka Suara

Juli 15, 2026
Penyelesaian Konflik Papua, Pemerintah Harus Prioritas Perlindungan Warga Sipil

Penyelesaian Konflik Papua, Pemerintah Harus Prioritas Perlindungan Warga Sipil

Juli 15, 2026
Wali Kota Bekasi Ajak Sahabat MUI Bersinergi Berantas Judi Online dan Tangani Persoalan LGBT di Kota Bekasi

Wali Kota Bekasi Ajak Sahabat MUI Bersinergi Berantas Judi Online dan Tangani Persoalan LGBT di Kota Bekasi

Juli 15, 2026
MPR Kunjungi MA Bahas Persiapan Sidang Tahunan, Sepakat Jaga Independensi Peradilan

MPR Kunjungi MA Bahas Persiapan Sidang Tahunan, Sepakat Jaga Independensi Peradilan

Juli 15, 2026
Mensesneg Tanggapi Soal Desakan KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Mensesneg Tanggapi Soal Desakan KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Juli 15, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, Juli 16, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Tolak PSN, Wabia: Masyarakat Tidak Butuh Batalyon TNI di Tambrauw

[Daerah]

Juni 14, 2025
in Daerah, News
0
0
SHARES
250
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
FOTO: Mahasiswa Tambrauw Kota studi Jayapura melakukan pernyataan sikap penolakan pembangunan Batalyon di kabupaten Tambrauw di kota Jayapura//ISTIMEWA

MANOKWARI, SatukanIndonesia.com – Mahasiswa Tambrauw, Papua Barat Daya di kota Studi Jayapura, Papua dengan tegas menolak pembangunan Batalyon teritorial dan seluruh aktivitas berbasis Proyek Strategis Nasional (PSN) di kabupaten Tambrauw.

 

Mahasiswa Kabupaten Tambrauw, Agustinus Wabia mengatakan, pihaknya menolak pembangunan Batalyon di kabupaten Tambrauw, karena merupakan jembatan bagi para elite investasi masuk ke wilayah itu.

 

Selain itu, kehadiran Batalyon itu dianggap sebagai kaki tangan pemerintah pusat, dan daerah untuk mendukung program-program PSN, salah satunya perkebunan kelapa sawit.

“Alasan kami menolak pembangunan Batalyon itu karena akan menjadi akses bagi para investor dan negara memuluskan PSN. Masyarakat di kabupaten Tambrauw tidak membutuhkan pembangunan Batalyon, tapi lebih membutuhkan bagaimana pemerintah memperhatikan sarana dan prasarana pendidikan, serta kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat,”kata Agustinus Wabia di Kota Jayapura, Papua, Sabtu (14/06/2025).

 

Mahasiswa khawatir, kehadiran Batalyon hanya akan memberikan tekanan dari militer kepada masyarakat, sehingga dapat menimbulkan konflik dalam masyarakat.

“Pembangunan Batalyon ini kami sangat menentang, karena tidak ada gunanya bagi kehidupan masyarakat di sana. Yang ada justru akan membatasi ruang gerak masyarakat dan akan mempersempit masyarakat melakukan aktivitas sehari-hari,”ucapnya.

Menurutnya, yang dibutuhkan masyarakat Tambrauw adalah pembangunan sumber daya manusia, bukan pembangunan Batalyon yang dinilai tidak membawa dampak positif dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Pemerintah kabupaten Tambrauw diharap jeli melihat situasi ini, sehingga tidak mengambil keputusan terburu-buru untuk pembangunan Batalyon itu. Pemerintah daerah dirasa perlu menganalisis dampak negatif dari kehadiran Batalyon.

“Pemerintah seharusnya berpikir sebelum mengambil kebijakan, mensejahterakan masyarakat lebih penting daripada pembangunan Batalyon. Kabupaten Tambrauw juga tidak ada sejarah konflik yang berkepanjangan jadi kami rasa Batalyon di sana tidak perlu,”ujarnya.

 

Sementara itu, Yance Songgreri menambahkan, pihaknya berharap pemerintah daerah mengevaluasi pembangunan Batalyon, karena kehadiran Batalyon akan mempersempit ruang gerak masyarakat.

Beberapa poin tuntutan mahasiswa Kabupaten Tambrauw di Kota Studi Jayapura, diantaranya menuntut dengan tegas Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tambrauw, Yehezkiel Yesnat dan Paulus Ajambuani, segera mencabut kembali sertifikat tanah hibah milik Pemkab Tambrauw yang diberikan kepada Kodam Kasuari untuk pembangunan Batalyon Teritorial di Kabupaten Tambrauw.

 

Menuntut Pemerintah Kabupaten Tambrauw tidak berfokus pada program pemerintah pusat terkait pembangunan Batalyon Teritorial di Kabupaten Tambrauw, namun lupa membangun sumber daya manusia di Kabupaten Tambrauw.

Menuntut Pemerintah Kabupaten Tambrauw, agar tidak mengganggu ruang gerak masyarakat Tambrauw, melalui pembangunan Batalyon Teritorial.

Mahasiswa Tambrauw kota Studi Jayapura dengan tegas menolak Pembangunan Batalyon Teritorial di Kabupaten Tambrauw, karena Batalyon Teritorial adalah proyek strategis nasional yang akan mendukung segala bentuk aktivitas investasi di Kabupaten Tambrauw seperti kelapa sawit, tambang nikel, dan Proyek Strategis Nasional lainya. [**/GRW]

Komentar Facebook

Tags: Mahasiswa TambrauwPapua Barat DayaTNITolak PSN
ShareTweetSend

Related Posts

Komisi III DPR Kawal Kasus Febrie Adriansyah Minta Polri, Kejagung, dan TNI Solid

Komisi III DPR Kawal Kasus Febrie Adriansyah Minta Polri, Kejagung, dan TNI Solid

Juli 13, 2026
TNI – Polri Tegaskan Komitmen Menjadikan HAM sebagai Landasan Tugas Pengamanan di Papua

TNI – Polri Tegaskan Komitmen Menjadikan HAM sebagai Landasan Tugas Pengamanan di Papua

Juli 8, 2026
Komisi I DPR Soroti Kesejahteraan Babinsa, Ribuan Prajurit di Daerah Masih Kekurangan Fasilitas Operasional

Komisi I DPR Soroti Kesejahteraan Babinsa, Ribuan Prajurit di Daerah Masih Kekurangan Fasilitas Operasional

Juni 14, 2026

Anggota Komisi I DPR: Sinergi TNI dan Komdigi Jaga Stabilitas Nasional

Juni 14, 2026

Patroli Begal TNI Ikut, Penindakan Hukum Tetap Ranah Polri

Mei 28, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?