MANOKWARI, satukanindonesia.com – Yan Permenas Mandenas, Anggota Dewan Perwalian Rakyat (DPR) Republik Indonesia angkat bicara terkait masalah tambang ilegal di tanah Papua, yang belum juga ditertibkan.
Ia menegaskan, praktik tambang liar ini melibatkan banyak pihak, mulai dari oknum aparat, ormas, masyarakat, hingga pemodal asing yang memanfaatkan warga lokal sebagai tameng operasi.
Sebagai politisi muda asli Papua, ia mengatakan, penertiban tambang emas ilegal ini mendapat dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, di tanah Papua.
“Selama tambang ilegal tidak ditertibkan, konflik akan terus terjadi. Dari serangan kelompok bersenjata, bentrok antar warga, sampai keterlibatan aparat yang membackup aktivitas ilegal,”tegas Mandenas.
Mandenas menyebut, dirinya memiliki data lengkap terkait aktivitas tambang ilegal di Papua. Untuk itu, ia mendesak, pemerintah menegakkan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada penataan sistem tata kelola sumber daya alam (SDA).
“Sistem yang bocor ini merugikan Negara, dan tidak memberi dampak nyata bagi masyarakat. Kita harus dukung penataan dari atas hingga ke akar,”ujarnya.
Dicontohkannya, kerugian Negara dari sektor timah di Bangka Belitung yang mencapai Rp300 triliun, sebagai bukti nyata betapa besar dampak dari tata kelola yang buruk.
Sebagai solusi, Mandenas mendorong, pendekatan koperasi tambang rakyat sesuai revisi UU Minerba 2025, yang memberikan hak pengelolaan hingga 2.500 hektare kepada masyarakat.
Pada kesempatan ini, Ia menyoroti, langkah awal yang telah dilakukan di Manokwari, Papua Barat, di mana pemerintah mulai menertibkan tambang ilegal di kawasan hutan konservasi Pegunungan Arfak, melibatkan lebih dari 200 alat berat.
“Kita tawarkan konsep tambang rakyat berbasis koperasi. Ini sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo untuk menata pengelolaan sumber daya alam dari bawah,”tutup Mandenas.
Mandenas mengingatkan, jika praktik tambang ilegal terus dibiarkan, maka cita-cita Indonesia Emas 2045 akan sulit tercapai.
“Kalau semua berpikir jangka pendek dan ikut main tambang ilegal, habis sudah sumber daya kita. Penataan harus dimulai sekarang,”tegasnya. [**/GRW]














