• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Prabowo-Gibran Diharapkan Mengakhiri Konflik di Tanah Papua

Prabowo-Gibran Diharapkan Mengakhiri Konflik di Tanah Papua

Oktober 21, 2024
KPK Dorong Pengendalian Gratifikasi di Perguruan Tinggi

KPK Dorong Pengendalian Gratifikasi di Perguruan Tinggi

September 18, 2026
Kinerja APBN hingga Agustus 2026 Tetap Terjaga

Kinerja APBN hingga Agustus 2026 Tetap Terjaga

September 18, 2026
ADVERTISEMENT
Kupas Historis Gerakan Perlawanan dan Konflik Papua, MenHAM RI Serukan Perdamaian Abadi

Kupas Historis Gerakan Perlawanan dan Konflik Papua, MenHAM RI Serukan Perdamaian Abadi

September 18, 2026
MenHAM RI : TPNPB dan TNI/Polri Patuhi Hukum Humaniter Internasional

MenHAM RI : TPNPB dan TNI/Polri Patuhi Hukum Humaniter Internasional

September 18, 2026
Papua Selatan Terancam Kekeringan, Padi Berisiko Gagal Panen

Papua Selatan Terancam Kekeringan, Padi Berisiko Gagal Panen

September 18, 2026
Di Mimika, DPD RI : Penyelesaian Konflik Tak Cukup dengan Pendekatan Keamanan

Di Mimika, DPD RI : Penyelesaian Konflik Tak Cukup dengan Pendekatan Keamanan

September 18, 2026
Komisi V DPR Dorong Kemen PKP Syarat Bantuan Bedah Rumah Dipermudah

Komisi V DPR Dorong Kemen PKP Syarat Bantuan Bedah Rumah Dipermudah

September 18, 2026
Kemnaker dan KLH Perkuat Kompetensi Teknisi Pendingin untuk Lindungi Ozon

Kemnaker dan KLH Perkuat Kompetensi Teknisi Pendingin untuk Lindungi Ozon

September 18, 2026
KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT di Kementerian ATR/BPN, Delapan Tersangka Ditahan

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT di Kementerian ATR/BPN, Delapan Tersangka Ditahan

September 18, 2026
RUU Reforma Agraria Disiapkan, Ketimpangan di Balik Penguasaan Lahan Disoroti

RUU Reforma Agraria Disiapkan, Ketimpangan di Balik Penguasaan Lahan Disoroti

September 18, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Jumat, September 18, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Prabowo-Gibran Diharapkan Mengakhiri Konflik di Tanah Papua

[Daerah - Menuju Papua Bangkit dan Berkat Bagi Bangsa]

Oktober 21, 2024
in Daerah, Nasional, News, Politik
0
0
SHARES
313
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

BINTUNI, SATUKANINDONESIA.Com – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Sisar Matiti mengungkapkan berbagai masalah hukum yang membelenggu Papua, mulai dari ketegangan sosialehingga persoalan hak tanah dan korupsi.

Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif YLBH Sisar Matiti, Yohanes Akwan, SH kepada wartawan, Senin (21/10/2024).

Menurutnya, beberapa masalah signifikan yang membelenggu Papua ini diungkapkan berdasarkan hasil riset YLBH Sisar Matiti, tetapi juga berbagai sumber lainnya termasuk hasil penelitian LIPI dan laporan Amnesty Internasional.

“Perlunya solusi komprehensif, untuk mengatasi persoalan ini dan mendorong perubahan,”ujar Akwan.

Beberapa masalah yang harus diatasi diantaranya.

Pertama, konflik sosial dan keamanan. Dimana, ketegangan antara penduduk asli Papua dan migran seringkali memicu kekerasan, memperburuk stabilitas sosial.

Aksi militer yang bertujuan meredam kelompok pro-kemerdekaan, seperti Organisasi Papua Merdeka (OPM), sering kali dikaitkan dengan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Amnesty International telah menyerukan agar pemerintah lebih mengutamakan dialog daripada kekerasan karena pendekatan represif justru memperparah ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara​

Laporan LIPI menegaskan bahwa pendekatan keamanan selama ini gagal menyelesaikan akar masalah di Papua, yang meliputi marjinalisasi, diskriminasi, dan ketimpangan pembangunan​.

Kedua, Hak atas Tanah dan Sumber Daya Alam (SDA). Dimana, pengelolaan SDA sering menimbulkan konflik antara perusahaan besar dan masyarakat adat Papua.

McGibbon (2004) dalam risetnya menyatakan bahwa meskipun Papua telah menerima dana otonomi khusus, masalah hak tanah tetap menjadi isu kritis karena kurangnya transparansi dan keterlibatan masyarakat adat dalam proses perizinan tambang dan perkebunan​.

Ketiga, ketimpangan akses keadilan. Dimana,
akses keadilan bagi masyarakat Papua masih terbatas karena keterbatasan sumber daya hukum dan minimnya tenaga ahli yang memahami konteks budaya lokal.

LIPI mencatat, bahwa banyak kasus terkait hak tanah dan HAM sulit diselesaikan secara adil karena hambatan biaya dan sistem hukum yang tidak inklusif​.

Keempat, korupsi dan tata kelola pemerintahan. Dimana, dana otonomi khusus (Otsus) yang seharusnya digunakan untuk pembangunan Papua kerap diselewengkan oleh oknum pejabat.

Menurut penelitian Padmi (2019), praktik korupsi ini memperburuk ketimpangan ekonomi dan memperlambat peningkatan kesejahteraan di wilayah tersebut. Hal ini juga memperburuk ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah​

Kelima, Pelanggaran HAM.
Dimana, pelanggaran HAM di Papua, termasuk kekerasan oleh aparat dan pembatasan kebebasan berekspresi, masih menjadi masalah serius.

Amnesty International dan Komnas HAM telah menekankan pentingnya penyelesaian kasus pelanggaran HAM melalui jalur hukum yang adil dan dialog damai​

Rekomendasi dan harapan, kata Akwan, untuk mencapai perdamaian di Papua, diperlukan reformasi dalam tata kelola pemerintahan dan penghormatan penuh terhadap hak-hak masyarakat adat.

Pemerintahan Prabowo-Gibran diharapkan dapat mengakhiri konflik dengan mengutamakan dialog dan solusi berbasis budaya.

“Langkah ini krusial, untuk memulihkan kepercayaan publik dan memastikan pembangunan yang berkelanjutan di Tanah Papua,”tukasnya. [GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Akhir KonflikAkhiri Konflikkonflik papuaPrabowo-Gibrantanah Papua
ShareTweetSend

Related Posts

Di Mimika, DPD RI : Penyelesaian Konflik Tak Cukup dengan Pendekatan Keamanan

Di Mimika, DPD RI : Penyelesaian Konflik Tak Cukup dengan Pendekatan Keamanan

September 18, 2026
Saatnya Negara Ubah Konflik Papua Jadi Agenda Perdamaian

Saatnya Negara Ubah Konflik Papua Jadi Agenda Perdamaian

September 15, 2026
109 Korban Kekerasan dan konflik bersenjata di Tanah Papua

109 Korban Kekerasan dan konflik bersenjata di Tanah Papua

September 12, 2026

Pemerintah Indonesia Bungkam Aktivis Lingkungan di Tanah Papua

Juli 30, 2026

Soroti Pemerintah, Media Didorong Beritakan Kondisi Anak di daerah Konflik Papua

Juli 23, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?