• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Atasi Polusi, Anies Diminta Segera Terapkan Jalan Berbayar

Atasi Polusi, Anies Diminta Segera Terapkan Jalan Berbayar

September 10, 2019

Ketua DPRD Hadiri Peresmian Gedung Arsip dan Musholla Baitus Shalihin di PN Batam

Juli 29, 2026
Pemberitaan RUU Masyarakat Adat Disoroti dalam Green Editor Forum

Pemberitaan RUU Masyarakat Adat Disoroti dalam Green Editor Forum

Juli 29, 2026
ADVERTISEMENT
Militer AS Yang Hilang saat Perang Dunia II di Pulau Biak Mulai Diidentifikasi

Militer AS Yang Hilang saat Perang Dunia II di Pulau Biak Mulai Diidentifikasi

Juli 29, 2026
Sinergi Polri dan Kejaksaan Makin Solid Kapolres Humbahas- Kejari Tekan Komitmen Bersama di Polda Sumut

Sinergi Polri dan Kejaksaan Makin Solid Kapolres Humbahas- Kejari Tekan Komitmen Bersama di Polda Sumut

Juli 28, 2026
Sosialisasi UU ITE di MAN Model Sorong, IJTI Papua-Maluku : Biasakan Berpikir Sebelum Mengetik

Sosialisasi UU ITE di MAN Model Sorong, IJTI Papua-Maluku : Biasakan Berpikir Sebelum Mengetik

Juli 28, 2026
KPK: Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Febrie di Rutan

KPK: Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Febrie di Rutan

Juli 28, 2026
Bawaslu Dorong Mahasiswa Jadi Agen Literasi Digital Kepemiluan

Bawaslu Dorong Mahasiswa Jadi Agen Literasi Digital Kepemiluan

Juli 28, 2026
Gubernur DKI Minta Kasus Bentrokan Matraman Tidak Dikaitkan dengan Isu Identitas

Gubernur DKI Minta Kasus Bentrokan Matraman Tidak Dikaitkan dengan Isu Identitas

Juli 28, 2026
DPD RI Mendorong Kesejahteraan Dosen Swasta di Daerah 3T

DPD RI Mendorong Kesejahteraan Dosen Swasta di Daerah 3T

Juli 28, 2026
Fraksi Gerindra Tolak Penambahan Dua Dinas, Minta Raperda Ditinjau Kembali Demi Kepentingan Humbahas

Fraksi Gerindra Tolak Penambahan Dua Dinas, Minta Raperda Ditinjau Kembali Demi Kepentingan Humbahas

Juli 28, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Juli 29, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Atasi Polusi, Anies Diminta Segera Terapkan Jalan Berbayar

[Nasional]

September 10, 2019
in Nasional
0
0
SHARES
98
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Ilustrasi polusi udara di Jakarta (REUTERS).

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempercepat pelaksanaan Electronic Road Pricing (ERP) atau sistem jalan berbayar elektronik sebagai bagian dari mengatasi polusi udara di ibu kota.

Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Wibi Andrino usai bertemu Anies di ruangannya mengatakan permintaan ini dilakukan menyusul kebijakan ganjil genap hari ini diberlakukan secara efektif.

“Permasalahan dari polusi itu adalah dari transportasi, jalan berbayar adalah salah satu ERP yang kita sampaikan untuk dipercepat menyelesaikan solusi,” ujar Wibi, Senin (9/9/19).

ADVERTISEMENT

Selain ERP, menurut Wibi masih banyak kebijakan lain yang bisa dilakukan untuk menekan polusi udara.

“Penyelesaian polusi bisa seperti green building yang bisa juga diterapkan. Toh, juga tadi Pak Gubernur menyampaikan, pada tahun 1970, beliau mendapatkan kliping bahwa Jakarta adalah salah satu kota yang memiliki tingkat polusi tertinggi di dunia. Masalah ini sudah lama, tapi baru terekspose sekarang,” kata dia.

Anies sendiri mengatakan pihaknya baru mendapatkan opini dari Kejaksaan untuk mengulangi lelang ERP. Menurut Anies, Pemprov DKI sedang menggodok ERP dengan teknologi paling baru.

Disebutkan Anies teknologi ERP terbaru memungkinkan untuk mengidentifikasi kendaraan pribadi dan kendaraan umum di seluruh ruas wilayah Jakarta.

Dalam menerapkan teknologi ERP terbaru, Pemprov DKI bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Aplikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Jadi bukan hanya sekadar mengatur 1-2 ruas jalan tadi sebagai satu sistem terintegrasi antara lalu lintas kendaraan pribadi dan kendaraan umum,” kata dia.

Polusi seperti Bencana

Terpisah, juru bicara DPP PSI Bidang Lingkungan Hidup dan Perkotaan Mikail Gorbachev mengatakan Gubernur Anies belum melakukan langkah mitigasi bencana terkait polusi udara di Jakarta yang buruk. Padahal, kata dia, masalah polusi udara seharusnya ditangani seperti bencana lain.

Langkah mitigasi bencana yang dimaksud berupa kebijakan konkret bagi masyarakat dalam menghadapi polusi udara di ibu kota.

Misalnya, Mikail mencontohkan dengan menganjurkan pemakaian masker bagi pejalan kaki atau pengendara motor. Jenis masker yang dipakai pun harus memenuhi standar kualifikasi.

“Saya lihat teman-teman banyak di jalanan pakai masker. Masker yang hijau itu yang dikasih abang ojol. Itu masker belum cukup,” tuturnya.

Ia menjelaskan untuk menghambat bahaya polusi di Jakarta diperlukan masker khusus, misalnya masker S-N95 yang kerap digunakan pekerja lapangan di lokasi konstruksi.

Warga Jakarta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. (Ilustrasi)

“Emang harus pakai paling enggak yang S-N95, yang biasa dipakai pekerja bangunan yang warna putih. Cuma masyarakat kan enggak tahu informasinya. Dalam hal ini pemerintah terkesan menutup-nutupi bahwa ada kejadian udara buruk,” tuturnya.

PSI juga menganjurkan Pemprov DKI melakukan sosialisasi lebih terkait polusi udara kepada masyarakat. Mikail menyebut sosialisasi terhadap polusi udara dilakukan seperti sosialisasi terhadap bencana tsunami.

“Kita inginnya kalau ada udara buruk sama aja kayak kalau ada tsunami, dikasih tahu, hari ini udara lagi buruk dari jam segini sampai jam segini. Karena itu bisa diprediksi oleh air visual,” jelas Mikail.

Ia tak menampik langkah-langkah yang sudah dilakukan Anies mengatasi polusi udara. Salah satunya dengan memperluas penerapan ganjil genap.

Akan tetapi, menurut Mikail, langkah-langkah tersebut adalah kebijakan jangka panjang. Masyarakat juga membutuhkan kebijakan untuk beradaptasi terhadap polusi udara yang terjadi saat ini.

“Kalau mau ditangani kan ada Ingub misalnya perluasan ganjil genap. Cuma itu jangka panjang, bencananya sudah terjadi. Malah menyarankan kita bersepeda. Mereka harus sadar harus ada langkah-langkah adaptasi yang langsung pada saat ada udara buruk diumumkan,” Mikail menjelaskan. (GS)

Sumber

 

Komentar Facebook

Tags: Anies BaswedanNasdemNasionalpolusi udara
ShareTweetSend

Related Posts

Pemprov DKI Bersama BMKG Siapkan Sistem Peringatan Dini untuk Prediksi Polusi Udara Lebih Akurat

Pemprov DKI Bersama BMKG Siapkan Sistem Peringatan Dini untuk Prediksi Polusi Udara Lebih Akurat

Juni 6, 2026
Kemenkes: Penguatan Sistem Peringatan Dini Berbasis Data untuk Cegah Dampak Polusi Udara

Kemenkes: Penguatan Sistem Peringatan Dini Berbasis Data untuk Cegah Dampak Polusi Udara

Mei 19, 2026
Rabu Pagi,Kualitas Udara Jakarta Masuk Terburuk Ketiga di Dunia

Rabu Pagi,Kualitas Udara Jakarta Masuk Terburuk Ketiga di Dunia

Mei 13, 2026

Demi Keselarasan Pembangunan Pusat dan Daerah, MPR Perlu Bentuk PPHN 

Agustus 7, 2025

PSHM Undip Desak Pembaruan Hukum Maritim

Juni 1, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?