• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga, Ekonom Prediksi Rupiah Kembali Menguat

Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga, Ekonom Prediksi Rupiah Kembali Menguat

Mei 21, 2026
Media Israel Soroti Pidato Presiden Prabowo yang Teriak ‘Free Palestine

Media Israel Soroti Pidato Presiden Prabowo yang Teriak ‘Free Palestine

September 23, 2026
Bukit Sanggul Dipersoalkan, Kades dan Camat Ulu Talo Buka Suara

Bukit Sanggul Dipersoalkan, Kades dan Camat Ulu Talo Buka Suara

September 23, 2026
ADVERTISEMENT
Polri Didesak Hentikan Kriminalisasi Terhadap Masyarakat Adat Malind di Merauke

Polri Didesak Hentikan Kriminalisasi Terhadap Masyarakat Adat Malind di Merauke

September 23, 2026
Bertemu Presiden RI, KEPP Papua Usulkan Dana Otsus untuk Orang Papua Disalurkan Lewat Skema BLT

Bertemu Presiden RI, KEPP Papua Usulkan Dana Otsus untuk Orang Papua Disalurkan Lewat Skema BLT

September 23, 2026
Dubes Belanda untuk Indonesia dan Uskup Jayapura Bahas Kondisi Papua

Dubes Belanda untuk Indonesia dan Uskup Jayapura Bahas Kondisi Papua

September 23, 2026
Serangan-serangan awal Indonesia Terkait Sengketa West Papua

Serangan-serangan awal Indonesia Terkait Sengketa West Papua

September 23, 2026
Pemerintah Didesak Data Pengungsi di Daerah Konflik Papua

Pemerintah Didesak Data Pengungsi di Daerah Konflik Papua

September 23, 2026
Bertemu Sekjend PBB Guterres, Perdana Menteri Wale Minta Dukungan

Bertemu Sekjend PBB Guterres, Perdana Menteri Wale Minta Dukungan

September 23, 2026
TNI AL Berhasil Gagakan Penyelundupan 3 Ton Sianida Asal Filipina di Perairan Gorontalo

TNI AL Berhasil Gagakan Penyelundupan 3 Ton Sianida Asal Filipina di Perairan Gorontalo

September 22, 2026
TNI AL Ungkap Dugaan Pengangkutan BBM Ilegal di Semarang

TNI AL Ungkap Dugaan Pengangkutan BBM Ilegal di Semarang

September 22, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, September 23, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga, Ekonom Prediksi Rupiah Kembali Menguat

(Ekonomi)

Mei 21, 2026
in Ekonomi
0
0
SHARES
21
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Kantor pusat Bank Indonesia (BI) di Jakarta. (Foto: B-Universe/ Rommy)

Jakarta, satukanindonesia.com — Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah dan otoritas moneter serius menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global yang meningkat.

Chief Economist Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai langkah agresif BI tersebut bukan sekadar respons jangka pendek terhadap gejolak pasar, melainkan upaya mengembalikan kepercayaan investor terhadap Rupiah setelah mengalami tekanan tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Fakhrul, keputusan itu menunjukkan BI tidak ingin terlambat mengambil langkah stabilisasi di tengah tingginya tekanan eksternal, mulai dari penguatan dolar AS hingga ketidakpastian pasar keuangan global. “Keputusan BI sudah tepat. Ini bukan sekadar kenaikan suku bunga, tetapi pernyataan bahwa jangkar kebijakan Indonesia tetap dijaga,” ujar Fakhrul dalam keterangannya, dilansir dari infopublik   Kamis (21/5/2026).

Ia bahkan menjadi satu-satunya ekonom dalam konsensus Bloomberg yang memprediksi BI akan menaikkan suku bunga hingga 50 basis poin. Menurutnya, kondisi saat ini membutuhkan kebijakan moneter yang bersifat pre-emptive agar biaya stabilisasi ekonomi tidak semakin mahal di kemudian hari.

Fakhrul memperkirakan penguatan Rupiah akan mulai terjadi secara bertahap setelah fase “overshooting” atau pelemahan berlebihan dinilai telah berakhir. Ia menyebut level Rp17.300 per dolar AS berpotensi menjadi titik stabilisasi awal sebelum Rupiah bergerak menuju keseimbangan baru di kisaran Rp16.800 per dolar AS. “Pasar sekarang memiliki jangkar baru setelah respons BI yang tegas. Jika koordinasi kebijakan berjalan baik, Rupiah bisa bergerak menuju level yang lebih sehat,” katanya.

Ia juga menilai pelaku pasar mulai tidak perlu terlalu defensif terhadap dolar AS. Kombinasi kenaikan BI-Rate, intervensi pasar valas, penguatan instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta perluasan transaksi Local Currency Transaction (LCT) disebut akan memperkuat keyakinan bahwa tekanan terhadap Rupiah mulai terkendali.  “Kalau sinyal kebijakan sudah jelas, posisi dolar yang terlalu besar mulai kehilangan daya tariknya,” ujar Fakhrul.

Meski demikian, ia mengingatkan pekerjaan pemerintah dan otoritas moneter belum selesai. Setelah menaikkan BI-Rate, langkah lanjutan yang dinilai penting adalah memperbaiki struktur pasar uang dan obligasi domestik agar transmisi kebijakan berjalan lebih sehat.

Fakhrul menyoroti perlunya penyesuaian suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) secara bertahap agar instrumen tersebut tidak terus menyerap likuiditas pasar secara berlebihan.

Menurutnya, jika SRBI terlalu menarik, dana investor akan terkonsentrasi pada instrumen jangka pendek dan mengganggu pasar Surat Berharga Negara (SBN), termasuk menekan pembentukan kurva imbal hasil atau yield curve yang sehat. “Rupiah tidak hanya membutuhkan suku bunga tinggi, tetapi juga struktur pasar yang kredibel,” tegasnya.

Ia menambahkan, normalisasi yield curve penting untuk mendorong investor kembali masuk ke obligasi jangka panjang sehingga dapat mendukung pembiayaan pembangunan dan memperbaiki ekspektasi pasar terhadap ekonomi Indonesia.

Selain itu, Fakhrul menekankan pentingnya sinergi antara BI dan Kementerian Keuangan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, kebijakan moneter perlu diperkuat dengan komunikasi fiskal yang jelas, terutama terkait subsidi energi, strategi penerbitan SBN, dan arah pembiayaan pemerintah.  “BI menjaga jangkar stabilitas, sementara Kementerian Keuangan menjaga kredibilitas fiskal. Jika keduanya berjalan bersama, pasar akan kembali percaya pada prospek besar ekonomi Indonesia,” tutup Fakhrul Fulvian.(***)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Bank IndonesiaChief Economist Trimegah Sekuritas IndonesiaFakhrul Fulvian
ShareTweetSend

Related Posts

TNI AL dan Bank Indonesia Salurkan Bantuan Kemanusiaan Masyarakat Terdampak Gempa Bumi di Wawerang, NTT

TNI AL dan Bank Indonesia Salurkan Bantuan Kemanusiaan Masyarakat Terdampak Gempa Bumi di Wawerang, NTT

Agustus 28, 2026
TNI AL dan Bank Indonesia Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Pulau Palue NTT

TNI AL dan Bank Indonesia Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Pulau Palue NTT

Agustus 23, 2026
TNI AL dan BI Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Pastikan Uang layak Edar di Wilayah 3T Kalimantan Selatan

TNI AL dan BI Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Pastikan Uang layak Edar di Wilayah 3T Kalimantan Selatan

Juli 17, 2026

Otorita IKN Bersama Bank Indonesia Dorong Kreativitas Pengrajin Wastra Lokal

Juni 21, 2026

TNI AL dan BI Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Pastikan  Uang Layak Edar di Wilayah 3T Kalimantan Selatan

Juni 10, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?