• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Bawa Batu dan Molotov, Empat Remaja Ditangkap di Tomang

Bawa Batu dan Molotov, Empat Remaja Ditangkap di Tomang

Oktober 20, 2020
Anggota Komisi I DPR Dorong Penindakan Lebih Tegas, Judi Online Disebut ‘Hilang Sepuluh, Tumbuh Seratus’

Anggota Komisi I DPR Dorong Penindakan Lebih Tegas, Judi Online Disebut ‘Hilang Sepuluh, Tumbuh Seratus’

Juni 29, 2026
Wamenkop: Amanah dan Kepercayaan Jadi Kunci Sukses Koperasi

Wamenkop: Amanah dan Kepercayaan Jadi Kunci Sukses Koperasi

Juni 29, 2026
ADVERTISEMENT
Menkeu Purbaya Optimis Yakin Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 8 Persen

Menkeu Purbaya Optimis Yakin Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 8 Persen

Juni 29, 2026
MA Perkuat Akses Keadilan bagi Masyarakat Kurang Mampu

MA Perkuat Akses Keadilan bagi Masyarakat Kurang Mampu

Juni 29, 2026
Aliansi SPPG Blitar Raya Soroti Manfaat MBG, Dinilai Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Lokal

Aliansi SPPG Blitar Raya Soroti Manfaat MBG, Dinilai Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Lokal

Juni 28, 2026
Konferensi Pers Ungkap Kasus Narkoba Jaringan Antar Provinsi dan Pemusnahan Barang Bukti di Wilayah Hukum Polresta Barelang

Konferensi Pers Ungkap Kasus Narkoba Jaringan Antar Provinsi dan Pemusnahan Barang Bukti di Wilayah Hukum Polresta Barelang

Juni 27, 2026
POLDA KEPRI TUTUP TURNAMEN BULU TANGKIS DALAM RANGKA HARI BHAYANGKARA KE-80 TAHUN 2026

POLDA KEPRI TUTUP TURNAMEN BULU TANGKIS DALAM RANGKA HARI BHAYANGKARA KE-80 TAHUN 2026

Juni 27, 2026
Resmi Dibuka untuk Umum! Garden Bar dan SA HANG Restaurant Wyndham Panbil Batam Siap Manjakan Penjelajah Kuliner

Resmi Dibuka untuk Umum! Garden Bar dan SA HANG Restaurant Wyndham Panbil Batam Siap Manjakan Penjelajah Kuliner

Juni 27, 2026
Penanganan Kasus Penembakan Mahasiswa Papua Diadukan ke Komnas HAM

Penanganan Kasus Penembakan Mahasiswa Papua Diadukan ke Komnas HAM

Juni 27, 2026
Ditkrimsus Polda Papua Barat Daya Tahap II Kasus Mafia BBM Bersubsidi

Ditkrimsus Polda Papua Barat Daya Tahap II Kasus Mafia BBM Bersubsidi

Juni 27, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Juni 29, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Bawa Batu dan Molotov, Empat Remaja Ditangkap di Tomang

[Nasional]

Oktober 20, 2020
in Nasional
0
0
SHARES
44
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Polisi meringkus empat remaja di sekitar daerah Tomang, Jakarta Barat karena kedapatan diduga ingin rusuh dalam kegiatan aksi demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja (UU Ciptaker).

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Audie S Latuheru mengatakan dari keempat orang itu polisi mengamankan batu hingga molotov.

“Karena yang dibawa bukan alat mau demo, dia bawa batu dan bom molotov itu kita amankan,” kata Audie kepada wartawan, Selasa (20/10/2020).

Audie menerangkan pihaknya terus mengantisipasi massa perusuh yang akan melakukan aksi kerusuhan dalam aksi demo kali ini.

Salah satu caranya yakni dengan menutup akses Jalan Gajah Mada ke arah Glodok.

Audie menuturkan dengan penutupan jalan itu lebih mempermudah pihak kepolisian untuk melakukan identifikasi terhadap massa perusuh.

“Kita bisa mudah identifikasi mana massa perusuh, mana massa pendemo. Karena yang pasti massa pendemo ada di lokasi demo, kalau dia masuk ke sini tujuannya apa, ini kan bukan jalan yang dilalui,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan demo tolak omnibus law UU Ciptaker hari ini berpotensi rusuh. Hal itu, kata Argo, berdasarkan informasi yang diterima kepolisian.

Oleh karena itu, Argo mengimbau kepada para pedemo untuk berhati-hati agar tidak ditunggangi massa perusuh. Selain itu, para pedemo juga diimbau untuk tertib dan mengikuti aturan saat melakukan aksi unjuk rasa.

 “Ada informasi yang kita dapatkan bahwa hari ini juga akan dibuat rusuh,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Selasa (20/10/2020).

KPAI Awasi Demo, Antisipasi Keterlibatan Anak

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengerahkan tenaga untuk mengawasi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja di area Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/10).

Komisioner KPAI Jasra Putra mengatakan hal ini dilakukan untuk memastikan anak tidak mengikuti demonstrasi seperti yang terjadi di aksi sebelumnya.

“Kita minta aparat kepolisian untuk memastikan anak yang terlibat demo untuk dilakukan perlindungan. Sehingga mereka jauh dari kekerasan. Tim saya ada tiga orang melakukan pengawasan,” ungkapnya kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat.

Jasra mengatakan pihaknya bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Mabes Polri bakal mengawasi langsung massa aksi hari ini.

Jika didapati ada pendemo anak, pihaknya bersama aparat keamanan akan membimbing guna menghindari aksi demonstrasi. Ia menyebut tindakan tersebut sesuai dengan UU Perlindungan Anak.

Selain untuk memastikan pendemo anak terhindar dari kekerasan, pihaknya juga akan memastikan pendemo anak tidak reaktif covid-19.

Ini dinilai penting lantaran pada massa aksi sebelumnya terdapat sejumlah anak yang didapati reaktif corona ketika hendak melakukan aksi.

“Pengawasan akan berlangsung di sekitar patung kuda dan pintu Monas,” lanjutnya.

Diketahui hari ini kalangan mahasiswa dan buruh kembali menggelar aksi menolak UU Cipta Kerja dan menyerukan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan DPR.

Demonstrasi ini merupakan aksi lanjutan dari kegiatan serupa yang digelar 8 Oktober lalu. Saat itu, aksi berujung kerusuhan hingga pengrusakan dan pembakaran fasilitas umum.

Sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah menginstruksikan Dinas Pendidikan di masing-masing daerah untuk memastikan siswa tidak mengikuti demo. Anak usia sekolah dinilai belum cukup umur untuk terlibat dalam aksi.

Komentar Facebook

Tags: Demo Toalk Omnibus LawOmnibus LawPolisiUU Ciptaker
ShareTweetSend

Related Posts

Menteri HAM Larang Begal Ditembak, Polisi: Keselamatan Warga yang Utama!

Menteri HAM Larang Begal Ditembak, Polisi: Keselamatan Warga yang Utama!

Mei 24, 2026
Keroyok Aktivis, Sejumlah Anggota Polisi di Papua Barat Resmi Dipolisikan

Keroyok Aktivis, Sejumlah Anggota Polisi di Papua Barat Resmi Dipolisikan

Oktober 2, 2025
Perkuat Sinergitas, Polisi Bertemu Wartawan Papua Barat

Perkuat Sinergitas, Polisi Bertemu Wartawan Papua Barat

Juni 5, 2025

Dukung Pernyataan DPR RI, Polisi Didesak Tindak Penambang Emas Ilegal di Pegaf

Juni 1, 2025

Kekerasan Aparat di Aksi Buruh 2025, Amnesty : Pemerintah Indonesia Semakin Otoriter

Mei 5, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?