• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Bawa Batu dan Molotov, Empat Remaja Ditangkap di Tomang

Bawa Batu dan Molotov, Empat Remaja Ditangkap di Tomang

Oktober 20, 2020
Ketum Persaudaraan PENA, Achmad Suhawi Serukan Masyarakat Tidak Terprovokasi Rencana Aksi 27 Agustus 2026

Ketum Persaudaraan PENA, Achmad Suhawi Serukan Masyarakat Tidak Terprovokasi Rencana Aksi 27 Agustus 2026

Agustus 26, 2026
Rekam Demo KNPB di Papua, WNA Rusia Diamankan Imigrasi Indonesia

Rekam Demo KNPB di Papua, WNA Rusia Diamankan Imigrasi Indonesia

Agustus 26, 2026
ADVERTISEMENT
DPD RI Segera Evaluasi Keppres 17 Tahun 2022 dan Inpres 2 Tahun 2023

DPD RI Segera Evaluasi Keppres 17 Tahun 2022 dan Inpres 2 Tahun 2023

Agustus 26, 2026
KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026 Papua Barat Daya Segera Dibahas

KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026 Papua Barat Daya Segera Dibahas

Agustus 26, 2026
Akademisi: Pengangkatan Guru PPPK sebagai Wujud Demokrasi yang Bekerja

Akademisi: Pengangkatan Guru PPPK sebagai Wujud Demokrasi yang Bekerja

Agustus 26, 2026
Menjelang Muktamar NU, Diduga Tebar Fitnah dan Hina Ulama, Gus Liur Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Menjelang Muktamar NU, Diduga Tebar Fitnah dan Hina Ulama, Gus Liur Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Agustus 26, 2026
Kemdiktisaintek Hormati Proses Hukum KPK Terkait Penangkapan Rektor UNSOED

Kemdiktisaintek Hormati Proses Hukum KPK Terkait Penangkapan Rektor UNSOED

Agustus 26, 2026
​TNI AL Kerahkan KRI Teluk PARIGI-539 Angkut Bantuan Logistik Bencana Gempa Bumi NTT ke Maumere

​TNI AL Kerahkan KRI Teluk PARIGI-539 Angkut Bantuan Logistik Bencana Gempa Bumi NTT ke Maumere

Agustus 26, 2026
Dukung Penanggulangan Bencana Alam, TNI AL Melalui KRI Semarang-594 Siap Salurkan 150 Ton Bantuan Kemanusiaan ke NTT

Dukung Penanggulangan Bencana Alam, TNI AL Melalui KRI Semarang-594 Siap Salurkan 150 Ton Bantuan Kemanusiaan ke NTT

Agustus 26, 2026
KRI dr. Soeharso-990 jadi Rumah Sakit Darurat Korban Bencana NTT, Rawat Pasien Hingga Suplai Oksigen

KRI dr. Soeharso-990 jadi Rumah Sakit Darurat Korban Bencana NTT, Rawat Pasien Hingga Suplai Oksigen

Agustus 26, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, Agustus 27, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Bawa Batu dan Molotov, Empat Remaja Ditangkap di Tomang

[Nasional]

Oktober 20, 2020
in Nasional
0
0
SHARES
44
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Polisi meringkus empat remaja di sekitar daerah Tomang, Jakarta Barat karena kedapatan diduga ingin rusuh dalam kegiatan aksi demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja (UU Ciptaker).

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Audie S Latuheru mengatakan dari keempat orang itu polisi mengamankan batu hingga molotov.

“Karena yang dibawa bukan alat mau demo, dia bawa batu dan bom molotov itu kita amankan,” kata Audie kepada wartawan, Selasa (20/10/2020).

Audie menerangkan pihaknya terus mengantisipasi massa perusuh yang akan melakukan aksi kerusuhan dalam aksi demo kali ini.

Salah satu caranya yakni dengan menutup akses Jalan Gajah Mada ke arah Glodok.

Audie menuturkan dengan penutupan jalan itu lebih mempermudah pihak kepolisian untuk melakukan identifikasi terhadap massa perusuh.

“Kita bisa mudah identifikasi mana massa perusuh, mana massa pendemo. Karena yang pasti massa pendemo ada di lokasi demo, kalau dia masuk ke sini tujuannya apa, ini kan bukan jalan yang dilalui,” tuturnya.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan demo tolak omnibus law UU Ciptaker hari ini berpotensi rusuh. Hal itu, kata Argo, berdasarkan informasi yang diterima kepolisian.

Oleh karena itu, Argo mengimbau kepada para pedemo untuk berhati-hati agar tidak ditunggangi massa perusuh. Selain itu, para pedemo juga diimbau untuk tertib dan mengikuti aturan saat melakukan aksi unjuk rasa.

 “Ada informasi yang kita dapatkan bahwa hari ini juga akan dibuat rusuh,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Selasa (20/10/2020).

KPAI Awasi Demo, Antisipasi Keterlibatan Anak

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengerahkan tenaga untuk mengawasi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja di area Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/10).

Komisioner KPAI Jasra Putra mengatakan hal ini dilakukan untuk memastikan anak tidak mengikuti demonstrasi seperti yang terjadi di aksi sebelumnya.

“Kita minta aparat kepolisian untuk memastikan anak yang terlibat demo untuk dilakukan perlindungan. Sehingga mereka jauh dari kekerasan. Tim saya ada tiga orang melakukan pengawasan,” ungkapnya kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat.

ADVERTISEMENT

Jasra mengatakan pihaknya bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Mabes Polri bakal mengawasi langsung massa aksi hari ini.

Jika didapati ada pendemo anak, pihaknya bersama aparat keamanan akan membimbing guna menghindari aksi demonstrasi. Ia menyebut tindakan tersebut sesuai dengan UU Perlindungan Anak.

Selain untuk memastikan pendemo anak terhindar dari kekerasan, pihaknya juga akan memastikan pendemo anak tidak reaktif covid-19.

Ini dinilai penting lantaran pada massa aksi sebelumnya terdapat sejumlah anak yang didapati reaktif corona ketika hendak melakukan aksi.

“Pengawasan akan berlangsung di sekitar patung kuda dan pintu Monas,” lanjutnya.

Diketahui hari ini kalangan mahasiswa dan buruh kembali menggelar aksi menolak UU Cipta Kerja dan menyerukan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan DPR.

Demonstrasi ini merupakan aksi lanjutan dari kegiatan serupa yang digelar 8 Oktober lalu. Saat itu, aksi berujung kerusuhan hingga pengrusakan dan pembakaran fasilitas umum.

Sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah menginstruksikan Dinas Pendidikan di masing-masing daerah untuk memastikan siswa tidak mengikuti demo. Anak usia sekolah dinilai belum cukup umur untuk terlibat dalam aksi.

Komentar Facebook

Tags: Demo Toalk Omnibus LawOmnibus LawPolisiUU Ciptaker
ShareTweetSend

Related Posts

Menteri HAM Larang Begal Ditembak, Polisi: Keselamatan Warga yang Utama!

Menteri HAM Larang Begal Ditembak, Polisi: Keselamatan Warga yang Utama!

Mei 24, 2026
Keroyok Aktivis, Sejumlah Anggota Polisi di Papua Barat Resmi Dipolisikan

Keroyok Aktivis, Sejumlah Anggota Polisi di Papua Barat Resmi Dipolisikan

Oktober 2, 2025
Perkuat Sinergitas, Polisi Bertemu Wartawan Papua Barat

Perkuat Sinergitas, Polisi Bertemu Wartawan Papua Barat

Juni 5, 2025

Dukung Pernyataan DPR RI, Polisi Didesak Tindak Penambang Emas Ilegal di Pegaf

Juni 1, 2025

Kekerasan Aparat di Aksi Buruh 2025, Amnesty : Pemerintah Indonesia Semakin Otoriter

Mei 5, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?