
MANOKWARI, SatukanIndonesia.com – Anggota DPR RI Alfons Manibuy dan Cheroline Makalew dari Komisi XII, serta Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma menemui sejumlah aktivis pergerakan dan warga Manokwari.
Dalam pertemuan itu sejumlah isu dibahas, dari masalah investasi tambang Migas hingga Blok Wabu dan persoalan listrik yang belum merata, serta peran MPR For Papua, Sabtu (14/06/2025).
Natalia salah satu aktivis mempertanyakan pembentukan MPR For Papua, “Saya melihat berita mengenai MPR For Papua untuk menghadapi permasalahan di Tanah Papua, ini mau memulai dari permasalahan yang mana (di Tanah Papua),”kata Natalia dihadapan Anggota DPR RI dan Senator asal Papua Barat.
Filep Wamafma mengatakan, terkait MPR For Papua pihaknya telah melakukan konferensi pers bahwa MPR For Papua hadir terkait situasi terkini di pegunungan tengah, Nduga dan Intan jaya.
“Jadi MPR for Papua hadir pada posisi itu. Pada titik ini kita membawa persoalan ke bapak Presiden Prabowo,” jelas Filep Wamafma.
Anggota DPR RI Alfons Manibuy menyambut, baik sejumlah usulan dan kritikan dari aktivis berkaitan dengan persoalan investasi yang merusak lingkungan seperti di Raja Ampat dan di Blok Wabu Papua Pegunungan hingga listrik dan peran MPR For Papua.
“Hanya saja saat ini kita masih memasuki agenda reses, sehingga belum bertemu dengan Presiden dan beberapa menteri Koordinator terkait membicarakan ini. Tetapi semangat utama adalah apa yang terjadi di Intan jaya tidak ada korban melukai kemanusiaan,” kata Alfons Manibuy.
Menanggapi penolakan Blok Wabu, kata Alfons hal ini menjadi bagian dia di DPR RI, dan ia memiliki semangat yang sama dengan rakyat.
“DPR RI punya tugas untuk mengawasi, pasti menyuarakan apa yang jadi keluhan masyarakat. Tetapi juga kita berpikir apa yang jadi kebijakan pemerintah supaya Indonesia raya maju,” ucapnya.
Alfons yang juga mantan Bupati Teluk Bintuni itu mengakui bahwa untuk persoalan listrik di Tanah Papua, Ia akan membicarakan dengan General Manager PLN Papua.
“Kemarin waktu ada suara-suara menyikapi masalah listrik di Bintuni kami panggil GM PLN dan BP untuk membicarakan masalah ini,”ujarnya.
Ia berkomitmen, agar terus berjuang supaya listrik di Tanah Papua sama seperti yang ada di daerah lain.
Anggota DPR RI dari Partai Nasdem Cheroline Makalew mengatakan selaku perwakilan Papua meski berbeda daerah pemilihan, dirinya tetap menyuarakan masalah yang dihadapi oleh saudara-saudara yang ada di daerah lain.
Carol sapaan akrab Anggota DPR RI itu mengaku bahwa telah mendatangi 5 kabupaten di Papua Barat dan meminta pemerintah daerah menyediakan data terkait dengan kawasan, distrik, atau kampung yang belum teraliri listrik.
“Kita minta kampung-kampung atau distrik di Papua Barat bisa direspon. Jadi kerja seperti ini butuh waktu dan dukungan dari masyarakat untuk membangun kita punya daerah,” ujar Anggota Komisi XII DPR RI yang juga bermitra dengan PLN.
Saat reses dia mengaku menemukan beberapa masalah listrik di Kabupaten Teluk Wondama dan juga Kabupaten Teluk Bintuni.
“Puji Tuhan kemarin saat RDP dengan direktur PLN untuk Kampung-kampung yang belum teraliri listrik bisa teratasi, puji Tuhan telah direspon terutama di Kabupaten Teluk Wondama,” ujar Cheroline.
Organisasi Masyarakat Ormas Parlemen Jalanan atau Parjal Papua Barat berharap melalui para wakil di DPR dan DPD RI dapat membawa aspirasi dan keluhan. Masyarakat di Papua pada umumnya dan khusus Papua Barat.
“Kami berharap para wakil rakyat baik pak Alfons, Ibu Cheroline dan Pak Filep selalu mendengar aspirasi dari bawah,” kata Ketua Parjal Ronald Mambieuw.
Ronal berharap semua wakil rakyat di Papua Barat baik DPR RI dan juga DPD RI berkumpul seperti ini untuk terus mendengar aspirasi sekaligus membawa ke pemerintah pusat. [**/GRW]













