
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Ketua KPK, Firli Bahuri mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadikan Hari Raya Idul Adha sebagai momen untuk menjauhi segala bentuk perilaku koruptif.
Menurut Firli, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS terkait Idul Adha layak menjadi pelajaran untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya, menjadi pengingat untuk menjauhi sifat tamak.
“Bercermin dari keluarga Nabi Ibrahim dan Idul Adha, hari kurban, hal ini seyogyanya kita jadikan momentum untuk melempar jauh perilaku koruptif, menyembelih sifat serta tabiat tamak layaknya seekor binatang yang sejatinya ada namun terpendam dalam diri setiap manusia,” ujar Firli kepada wartawan, Selasa (20/7/2021).
“Tabiat tamak manusia pada hakikatnya adalah wujud nyata ketidakmampuan kita mengontrol dan mengendalikan hasrat serta hawa nafsu sehingga menjadi rakus layaknya seekor tikus, tidak pernah puas, selalu merasa kurang dengan apa yang telah dimiliki,” sambungnya.
Ketamakan akan harta, menurut Firli, juga ada dalam perspektif sejarah Islam. Disebutkan dalam sebuah riwayat hadis bahwa Baginda Rasulullah Muhammad SAW, kata Firli, enggan menyalati jenazah seseorang.
Keengganan itu menurutnya dikarenakan seseorang itu terbukti melakukan penggelapan harta.
“Alasan Nabi Muhammad SAW enggan menyalati jenazah tentara tersebut adalah almarhum telah menggelapkan harta yang bukan menjadi haknya. Meskipun demikian, Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk menyalati jenazah almarhum sebelum dikebumikan,” ucap Firli.
Peristiwa tersebut, menurut Firli, haruslah dijadikan bagi seluruh umat manusia. Hukuman tersebut dianggapnya dapat memberikan efek jera bagi orang-orang yang masih hidup agar tidak melakukan perbuatan serupa dan bagi mereka yang masih melakukan untuk segera menyudahinya.
Dengan meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS, khususnya Baginda Rasulullah Muhammad SAW, dianggap Firli akan makin meneguhkan makna dan esensi dari perayaan Idul Adha itu sendiri.
Di lain sisi, Firli turut memandangnya sebagai pengingat bahwa negara ini membutuhkan sosok yang diyakini dapat membantu negara khususnya untuk melawan praktik rasuah yang sudah mendarah daging di Indonesia.
“Negeri ini butuh anak-anak bangsa yang memiliki keberanian luar biasa layaknya seorang Ismail, kerelaan dan keikhlasan sejatinya Siti Hajar, keteguhan segenap hati serta jiwa ayah bernama Ibrahim, dalam perang badar melawan korupsi yang telah menggurita di negeri ini,” kata Firli. (FA/SI).













