• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Gugatan Keabsahan Cawagub Papua Barat Ditolak, Status Mohammad Lakotani ‘Sah’ sebagai OAP

Gugatan Keabsahan Cawagub Papua Barat Ditolak, Status Mohammad Lakotani ‘Sah’ sebagai OAP

November 22, 2024
Hentikan Penambangan Nikel Raja Ampat, Masyarakat Adat Keluarkan ‘Resolusi Arborek’

Hentikan Penambangan Nikel Raja Ampat, Masyarakat Adat Keluarkan ‘Resolusi Arborek’

Agustus 23, 2026
Indonesia-RRT Siapkan Kelompok Kerja Bahas AI dan Transfer Teknologi

Indonesia-RRT Siapkan Kelompok Kerja Bahas AI dan Transfer Teknologi

Agustus 23, 2026
ADVERTISEMENT
KPK Tetapkan Rektor Unsoed dan 5 Tersangka Lain Dalam Kasus Korupsi PMB

KPK Tetapkan Rektor Unsoed dan 5 Tersangka Lain Dalam Kasus Korupsi PMB

Agustus 23, 2026
TNI AL dan Bank Indonesia Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Pulau Palue NTT

TNI AL dan Bank Indonesia Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Pulau Palue NTT

Agustus 23, 2026
TNI AL dan TLDM Gelar Rapat TPOL PATKOR MALINDO Ke-49 Tahun di Kuala Lumpur

TNI AL dan TLDM Gelar Rapat TPOL PATKOR MALINDO Ke-49 Tahun di Kuala Lumpur

Agustus 23, 2026
Presiden Turun Langsung ke Lokasi Asap, MAUNG Minta Jangan Hanya Seremonial Saja

Presiden Turun Langsung ke Lokasi Asap, MAUNG Minta Jangan Hanya Seremonial Saja

Agustus 23, 2026
Perkuat Kompetensi Jurnalis, SMSI dan RRI Dorong Kolaborasi Media

Perkuat Kompetensi Jurnalis, SMSI dan RRI Dorong Kolaborasi Media

Agustus 23, 2026
FRI-WP Demo depan Kedubes Belanda di Jakarta

FRI-WP Demo depan Kedubes Belanda di Jakarta

Agustus 23, 2026
Jaga Kenyamanan Ruang Publik, Wali Kota Bekasi Tertibkan PKL Plaza Patriot Chandrabhaga

Jaga Kenyamanan Ruang Publik, Wali Kota Bekasi Tertibkan PKL Plaza Patriot Chandrabhaga

Agustus 23, 2026
Wawali Harris Bobihoe Bersama Warga Bojong Rawalumbu Antusias Semarakan Kemerdekaan

Wawali Harris Bobihoe Bersama Warga Bojong Rawalumbu Antusias Semarakan Kemerdekaan

Agustus 22, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, Agustus 23, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Gugatan Keabsahan Cawagub Papua Barat Ditolak, Status Mohammad Lakotani ‘Sah’ sebagai OAP

November 22, 2024
in Daerah, News, Politik
0
0
SHARES
87
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
KET. FOTO : Kuasa Hukum MRP provinsi Papua Barat, Metuzalak Awom// FOTO: Istimewa

MANOKWARI, SATUKANINDONESIA.Com – Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura menolak gugatan terhadap keabsahan calon Wakil Gubernur (Wagub) provinsi Papua Barat, Mohammad Lakotan, Rabu (20/11/2024) pukul 20.30 WIT.

Hal ini diungkapkan Kuasa Hukum Majelis Rakyat (MRP) provinsi Papua Barat, Metuzalak Awom kepada media ini melalui telpon selelur, Kamis (21/11/2024).

Dalam putusan tersebut, kata Metuzalak Awom, Majelis Hakim menerima eksepsi yang diajukan oleh MRP mengenai kepentingan hukum (legal standing), dan menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima. Selain itu, penggugat juga dihukum untuk membayar biaya perkara.

“Keputusan ini menjadi akhir dari pemeriksaan perkara nomor 22/G/2024/PTUN.JPR di tingkat pertama. Bagi pihak yang tidak sependapat atau keberatan atas putusan ini, masih terbuka peluang untuk mengajukan banding sesuai Pasal 122 dan 123 Undang-Undang Peratun,”jelas Metuzalak.

Ia mengatakan, putusan Majelis Hakim juga memperkuat hasil verifikasi faktual MRP terkait keaslian Mohammad Lakotani sebagai Orang Asli Papua (OAP), karena telah sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Oleh sebab itu, Surat Keputusan (SK) MRP provinsi Papua Barat tersebut adalah Sah.

“Majelis hakim telah menerima hasil verifikasi faktual MRP, yang menyatakan bahwa calon Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani adalah Orang Asli Papua,”sebutnya.

Pengacara senior di tanah Papua ini berharap, masyarakat adat terutama Dewan Adat, agar berhati-hati dalam mengambil keputusan dan pentingnya berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait terutama marga yang memiliki hak ulayat sebelum membawa persoalan ke ranah hukum.

“Dewan Adat memiliki posisi yang sangat tinggi. Namun, keputusan sepihak untuk menggugat MRP tidak mewakili seluruh marga dan suku. Jangan lagi ada tindakan mengatasnamakan adat tanpa koordinasi. Duduk dan bicarakan dulu dengan rakyat, adat, dan marga yang bersangkutan sebelum mengambil langkah hukum,”tegasnya.

Diharapkan Dewan Adat lebih bijaksana dalam bertindak, khususnya dalam melibatkan keret atau marga yang memiliki kekuasaan tertinggi dalam struktur adat Papua.

“Keret adalah pemegang hak atas tanah, laut, dan udara. Jangan sampai keputusan sepihak merendahkan harkat, martabat, dan merugikan adat itu sendiri,”ujarnya.

Dalam kesempatan, ia mengajak. penggugat untuk tidak memandang putusan ini sebagai kekalahan, melainkan sebagai kesempatan guna memperbaiki hubungan.

Ia juga menyarankan, semua pihak untuk duduk bersama dengan MRP provinsi Papua Barat dan Mohammad Lakotani sebagai anak Kaimana, dalam rangka menyelesaikan perbedaan secara kekeluargaan.

“Masalah hukum seharusnya menjadi jalan terakhir. Jika ada hal yang kurang baik, mari kita selesaikan secara kekeluargaan. Kita semua adalah keluarga besar Papua. Jangan biarkan perbedaan ini melemahkan adat kita sendiri,”pesannya.

Dengan putusan ini, Metuzalak berharap masyarakat Papua dapat belajar untuk lebih menghormati adat dan budaya lokal.

Lanjuut, ia menekankan pentingnya melibatkan semua pihak yang memiliki hak adat dalam setiap pengambilan keputusan, sehingga persatuan tetap terjaga dan adat Papua tidak dilemahkan.

“Masalah ini adalah pembelajaran penting bagi kita semua, terutama suku-suku di Papua. Mari kita hormati marga-marga pemilik hak ulayat dan berjuang bersama untuk kemajuan Papua Barat,”tutupnya.

Dengan demikian, putusan PTUN Jayapura ini tidak hanya menjadi kemenangan hukum bagi MRP, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan dan nilai adat di Tanah Papua. [GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: faktual MRPMetuzalak AwomMRPMRP Papua BaratPTUN Jayapura
ShareTweetSend

Related Posts

MRP Salurkan Bantuan ke Warga Salah Tangkap Insiden Tambrauw

MRP Salurkan Bantuan ke Warga Salah Tangkap Insiden Tambrauw

Maret 26, 2026
Pertahankan Tanah Adat, SK Bupati Merauke Digugat

Pertahankan Tanah Adat, SK Bupati Merauke Digugat

Maret 5, 2026
JANGKAR Papua Barat Dukung Kerjasama Kejagung RI dengan Operator Seluler

JANGKAR Papua Barat Dukung Kerjasama Kejagung RI dengan Operator Seluler

Juli 18, 2025

Tak Diselesaikan Pemkab, Pembangunan Pasar Sanggeng Dilanjutkan Pemprov Papua Barat

Juli 14, 2025

MAJELIS RAKYAT PAPUA PEGUNUNGAN PERLU SEGERA MELAKUKAN MUSYAWARAH ADAT DI SETIAP WILAYAH ADAT

April 1, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?