Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri disebut telah merestui Mahfud MD mundur dari posisi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemanan (Menko Polhukam).
Hal itu disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Menurut Hasto, Megawati juga sudah bertemu Mahfud pada Senin (29/1) atau beberapa saat sebelum pertemuan Mahfud dengan Menseskab Pratikno.
“Sudah lama diberikan restu,” ujar Hasto di Media Center Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Menteng, Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir REPUBLIKA.CO.ID, Selasa (30/1/2024).
Mahfud juga sudah menemui ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Namun sekali lagi, Hasto enggan mengungkapkan apakah pertemuan tersebut untuk meminta restu Mahfud yang mundur dari Kabinet Indonesia Maju.
Dia hanya menjelaskan, pertemuan Mahfud dan Megawati untuk membahas situasi politik terkini. Termasuk, membahas perkembangan kampanye Ganjar-Mahfud di banyak daerah jelang pencoblosan pada 14 Februari 2024.
“Kemudian ini suatu momentum yang sangat baik. Terlebih setelah ada sentimen negatif yang begitu besar, sampai ada gerakan unfollow sosial media dari Presiden Jokowi, itu yang kemudian kami cermati,” ujar Hasto.
Adapun Mahfud tengah menyelesaikan sejumlah tugasnya sebagai menko polhukam. Salah satunya adalah mengawal Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 agar berjalan jujur dan adil.
“Prof Mahfud tetap di dalam suatu spirit yang sama untuk membela rakyat, untuk membela keadilan, jangan malah menumbuhkan suatu kekuatan intimidasi yang baru,” ujar Hasto.
“Ada Prof Mahfud (di kabinet) aja muncul intimidasi, apalagi kalau tidak ada Prof Mahfud. Nah mundur tidaknya sudah disepakati bersama, hanya masalah menegakkan hukum untuk rakyat inilah yang dikebut oleh Prof Mahfud untuk segera diselesaikan,” ucap Mahfud menegaskan. (***)













