• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Independensi Pimpinan Gereja dalam Pilkada 2020

Independensi Pimpinan Gereja dalam Pilkada 2020

Januari 8, 2021
Menkeu Purbaya Nilai Kebijakan DHE SDA Berpotensi Dongkrak Kinerja Himbara

Menkeu Purbaya Nilai Kebijakan DHE SDA Berpotensi Dongkrak Kinerja Himbara

Juni 2, 2026
Ditjen Imigrasi Siapkan Layanan Khusus untuk Percepat Kepulangan Jamaah Haji Indonesia 2026

Ditjen Imigrasi Siapkan Layanan Khusus untuk Percepat Kepulangan Jamaah Haji Indonesia 2026

Juni 2, 2026
ADVERTISEMENT
Mensos Sebut 45 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran Akibat Data Kurang Akurat

Mensos Sebut 45 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran Akibat Data Kurang Akurat

Juni 2, 2026
Komisi XIII DPR: Revisi UU HAM untuk Perkuat Perlindungan HAM

Komisi XIII DPR: Revisi UU HAM untuk Perkuat Perlindungan HAM

Juni 2, 2026
Meski Diguyur Hujan, Seluruh Kader PDI Perjuangan Tetap Semangat Melaksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila

Meski Diguyur Hujan, Seluruh Kader PDI Perjuangan Tetap Semangat Melaksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila

Juni 2, 2026
Lapas Kelas IIA Batam Berikan Remisi Khusus Bagi 15 Warga Binaan yang Beragama Buddha Pada Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026

Lapas Kelas IIA Batam Berikan Remisi Khusus Bagi 15 Warga Binaan yang Beragama Buddha Pada Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026

Mei 31, 2026
Dalam Rangka Hari Lahir Pancasila PDI Perjuangan Kota Batam Gelar Upacara Bendera Kebangsaan dan Sambut Bulan Bung Karno

Dalam Rangka Hari Lahir Pancasila PDI Perjuangan Kota Batam Gelar Upacara Bendera Kebangsaan dan Sambut Bulan Bung Karno

Mei 31, 2026
DPRD Batam Mulai Laksanakan Reses, Serap Aspirasi Warga

DPRD Batam Mulai Laksanakan Reses, Serap Aspirasi Warga

Mei 31, 2026
Komisi II DPR Gandeng China Perkuat Kerjasama Pembangunan dan SDM Daerah

Komisi II DPR Gandeng China Perkuat Kerjasama Pembangunan dan SDM Daerah

Mei 31, 2026
Anggota DPR Komisi XI Minta Pemerintah dan BI Jaga Kepercayaan Investor Domestik

Anggota DPR Komisi XI Minta Pemerintah dan BI Jaga Kepercayaan Investor Domestik

Mei 31, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Juni 3, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Fokus Berita

Independensi Pimpinan Gereja dalam Pilkada 2020

[Opini]

Januari 8, 2021
in Ragam Info
0
0
SHARES
460
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Ilustrasi

Independensi Pimpinan Gereja dalam Pilkada 2020

oleh:

Gurgur Manurung*

 

Gurgur Manurung (Staf Ahli Komisi VI DPR RI)

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Dalam pengamatan saya selama ini ketika tahun politik seperti Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) calon kristen dan katolik meminta dukungan doa kepada pemimpin gereja.

Pertanyaannya adalah apakah selama ini rajin meminta dukungan doa agar jujur, berintegritas dan berani untuk mengungkapkan kebenaran dalam keseharian kita? Lima tahun terakhir, berapa kali kandidat ini meminta dukungan doa?

Masalahnya adalah kesan acara doa menjelang Pilkada itu sebagai simbol agar pemilih yang religius melihat bahwa kandidat itu sudah didukung pimpinan gereja.

Apakah salah meminta dukungan doa kepada pimpinan gereja menjelang Pilkada 2020? Pertanyaannya adalah apa motivasimu meminta doa dan apa isi doa? Motivasi apa dalam batinmu membuat acara dukungan doa itu? Apakah tanpa acara dukungan doa itu pimpinan gerejamu tak mendoakanmu selama ini? Pesan apa yang hendak disampaikan dalam acara doa dan setelah acara selesai dukungan doa? Apa komitmenmu setelah acara doa?

Jika pulang dari acara doa dan komitmen untuk menolak politik uang secara total, benci berbuat curang dalam hal sekecil apapun, taat protokol kesehatan karena memikirkan resikonya, taat terhadap Undang-Undang Pilkada tanpa komprom,i maka acara meminta dukungan doa itu begitu bermakna.

Tetapi alangkah munafiknya kita membuat acara dukungan doa tetapi melakukan politik uang, bersikap curang dan kompromistis dalam berbagai hal. Jika hidup kita kompromistis dengan nilai gereja, lebih baik pengakuan dosa secara diam-diam saja.

Dalam hal politik uang misalnya, jika Nurani terasah maka pengakuan dosa kepada Tuhan dengan meminta dukungan dari pimpinan gereja agar didoakan agar diampuni. Jika meminta dukungan doa ke pimpinan gereja tetapi dalam prakteknya politik uang lancar, curang, bengis dan sulit mengampuni orang yang menyakiti maka kegiatan dukungan doa adalah mereduksi makna kita meminta dukungan doa.

Tuhan meminta kita mengunci kamar dalam berdoa. Bukan meminta dukungan doa dengan memberitahukan kepada publik? Apa motivasi meminta dukungan doa tetapi memberitahukan kepada publik?

Jika jujur, dalam kondisi meminta dukungan doa menjelang Pilkada adalah meminta didoakan agar memenangkan Pilkada. Jika doa yang diminta adalah menang dan kandidat lain meminta doa agar menang juga, apakah permohonan doa itu ke alamat yang sama? Bagaimana jika dua kandidat ada dalam satu gereja?. Apakah pimpinan gereja bersikap objektif?

Jika paradigma kita Bersama menjaga wibawa gereja maka acara-acara dukungan doa menjelang acara Pilkada tidaklah bijak. Tetapi jika kandidat bergumul memperjuangkan kebenaran dan komitmen hidup agar bersikap sesuai dengan nilai-nilai gereja, komunikasi yang rutinlah dengan rohaniawanmu. Bila penting tiap hari komunikasi meminta dukungan doa agar Tuhan menguatkanmu bersikap dalam nilai-nilai gereja.

Suatu ketika saya berbincang dengan seorang pendeta. Pendeta itu menceritakan bahwa ada jemaat datang pagi-pagi hari ke rumahnya meminta pendapat apakah Tuhan masih berkenan terhadap dirinya. Pendeta itu bertanya apa yang terjadi? Jemaat itu mengakui bahwa lahan sawitnya itu diperoleh dengan cara-cara curang.

Bagaimana sikap saya agar harta kekayaan saya berkenan di hati Tuhan? Di lahan sawit saya itu sudah saya bangun gereja dan saya berusaha agar karyawan saya perlakukan dengan taat hukum Undang-Undang ketenagakerjaan. Pagi hari sebelum matahari terbit meminta pendeta agar Tuhan mengampuni kecurangan yang pernah dia lakukan.

Meminta dukungan doa ke pimpinan gereja sangatlah baik. Tetapi dalam konteks Pilkada tentu harus bijaksana. Pilkada bukanlah perhelatan lomba doa tetapi lomba merebut hati rakyat dengan cara menyampaikan gagasan agar rakyat keluar dari persoalan hidupnya.

Pilkada adalah pesta dialog dalam bentuk kampanye agar terjadi transformasi. Pilkada adalah momentum Pendidikan politik rakyat sebab Pendidikan politik rakyat tidak kontinu. Pendidikan politik rakyat hanya berjalan secara kontinu bagi rakyat yang aktif organisasi. Selama ini gerejapun tidak melakukan Pendidikan politik rakyat dengan baik.

Pengalaman empiris kita selama ini bahwa acara dukungan doa menjadi polemik dan berujung kepada batu sandungan. Doa bukanlah alat untuk memenangkan Pilkada. Sebab, pengalaman selama ini mereka yang biasa acara-acara dukungan doa banyak yang kalah. Mereka yang menang adalah kerja keras merebut hati rakyat.

Mintalah dukungan doa kepada pimpinan gereja, kolega, keluarga dan sahabat secara pribadi. Dan dukungan doa itu membuatmu jujur, menjaga integritas, menolak politik uang dan tidak berbuat curang.

Jikalaupun ada kompromi-kompromi dalam hal teknis, meminta maaflah kepada Tuhan secara pribadi. Tidak ada polemik apapun jika meminta dukungan doa agar diampuni Tuhan. Berdoa bukanlah meminta legitimasi perbuatan-perbuatan kompromistis dalam hal politik.

Kompromi itu wajar tetapi tidak dibenarkan. Tingkat kompromi wajar saja tetapi tidak kehilangan prinsip, khususnya prinsip bergereja, berbangsa dan bernegara.

Semua kita butuh doa. Doa agar diampuni, doa untuk sehat dan doa agar Pilkada lancar. Tetapi, sangat tidak etis ketika kesan acara doa dukungan pimpinan gereja dengan pesan sudah mendapt restu dari pimpinan gereja. Jika hal itu terbersit dalam pikiran kita, maka terjadi reduksi doa. Bahkan cenderung kemunafikan bertingkat.

Pilkada adalah momentum bagi kita untuk mengejawantahkan pergumulan iman kita. Jika kita mensukseskan Pilkada karena pergumulan iman kita untuk berbakti kepada rakyat maka kalah dan menang dalam Pilkada, kita memiliki kontribusi memajukan rakyat. Dengan demikianlah kita menjadi berkat bagi sesama.

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: GerejaGurgur ManurungIndependensi Pimpinan Gereja dalam Pilkada 2020OpiniOpini GurmanPolitik
ShareTweetSend

Related Posts

Brimob Polda Metro Sterilisasi Gereja, Pastikan Keamanan Perayaan Paskah 

Brimob Polda Metro Sterilisasi Gereja, Pastikan Keamanan Perayaan Paskah 

April 3, 2026
Partai Garuda Dukung Proses Hukum Ketua RT Yang Bubarkan Ibadah Gereja di Lampung

Partai Garuda Dukung Proses Hukum Ketua RT Yang Bubarkan Ibadah Gereja di Lampung

Maret 20, 2023
Politik Tanpa Mahar Create Optimisme Politik lebih Baik di Riau

Politik Tanpa Mahar Create Optimisme Politik lebih Baik di Riau

Maret 14, 2023

Golkar dan PKB Sepakat Ciptakan Situasi Politik Kondusif Jelang Pemilu 2024

Februari 10, 2023

KPK Tanggapi Kembalinya Romahurmuziy ke Politik

Januari 3, 2023
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?