Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Puja- puji sebagai apresiasi Presiden Joko Widodo kepada Ketua Umum Dewan Pimpina Pusat (DPP) Partai Golkar pada puncak perayaan 58 Tahun Partai Golkar merupakan salah satu bukti keberhasilan kepemimpinan dan kelayakan Airlangga Hartarto untuk dicalonkan menjadi Presiden 2024 – 2029 mendatang.
Dengan demikian keputusan Partai Golkar melalui Munas dan Rapimnas yang memutuskan dan menetapkan Airlangga Hartarto sebagai Capres Golkar pada pemilu 2024 yang akan didukung partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) merupakan keputusan yang tepat, karenanya walau saat ini ada beberapa hasil survey belum secara linier menempatkan Airlangga sebagai Capres terpopuler tidak perlu ada keraguan seluruh kader dan semua elemen partai Golkar di seluruh penjuru Nusantara untuk kerja keras karena bukan hasil survey satu-satunya penentu kemenangan dalam kontestasi Pilpres 2024 mendatang.
Hal itu dikemukakan Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotan DPP Partai Golkar M.Sabil Rachman dalam percakapannya dengan Media ini, Minggu, 30/10/2022.

Menurut Sabil, semua pesan politik, gestur dan bahasa politik yang disampaikan Presiden Jokowi selama mengikuti perayaan puncak HUT 58 tahun Partai Golkar, mulai dari awal hingga akhir acara penuh dengan gairah dan semangat bagaikan sedang berada “di rumahnya sendiri”, pada hari Jumat, 21/10/2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat merupakan salah satu negasi terhadap pencalonan Airlangga sebagai Capres yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan Presiden Jokowi 2024 – 2029 mendatang.
“Secara keseluruhan kehadiran dan apa yang disampaikan Presiden Jokowi pada puncak perayaan HUT 58 Tahun Partai Golkar menegasi sekaligus isyarat dukungan terhadap keputusan Partai Golkar mencalonkan Ketua Umum Airlangga Hartarto sebagai Capres Partai Golkar merupakan keputusan yang tepat, karenanya Golkar telah menegaskan bahwa variabel mengusung Capres bukan karen hasil survei,” ujar Sabil.
Lebih lanjut Sabil berujar, Partai Golkar semata-mata tidak bergantung pada hasil survei dalam menentukan Capres, hasil survei hanya salah satu variabel, bukan satu-satunya pertimbangan dalam pemenangan Capres Airlangga.
“Apa artinya tinggi survei tapi tidak punya tiket atau partai politik pengusung untuk maju pada Pilpres 2024, maka siapa yang mau pilih? Ini bukan lagi tataran teoritik tapi praktek nyata politik kita dan sistem demokrasi langsung yang berlaku di Indonesia mutlak melalui Partai Politik. Apapun hasil survei yang ada maka putusan Munas dan Rapimnas Golkar adalah Airlangga Hartarto Capres Partai Golkar 2024,” ujarnya.
Mengenai upaya pemenangan Airlangga, Sekjend PPK Kosgoro 1957 itu menegaskan, pada Musyawarah Besar (Mubes) dan Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspinas) Kosgoro 1957 salah satu organisasi pendiri Partai Golkar telah memutuskan untuk memenangkan Airlangga sebagai Capres 2024.
“Mubes dan Muspinas PPK Kosgoro 1957 telah memutuskan untuk memenangkan Airlangga Calon Presiden 2024 mendatang. Itu sebabnya hasil survei cukup menjadi bahan referensi akademik dan tidak akan menjadi unsur perubah dalam pengambilan kebijakan partai tentang Calon Presiden dari Golkar. Hal ini sebagai penegasan dan reminding putusan organisasi Partai Golkar maupun Kosgoro 1957,” tutur Sabil. (Redaksi)













