• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Kepulauan Riau : Provinsi Muda dengan Warisan Istimewa, Tapi melayu Tempatan di Hantam Mafia Lahan

Kepulauan Riau : Provinsi Muda dengan Warisan Istimewa, Tapi melayu Tempatan di Hantam Mafia Lahan

September 10, 2025
Pengadaan Tanah Flyover Bulak Kapal Dipercepat, Tri Adhianto Pastikan Proses Transparan dan Akuntabel

Pengadaan Tanah Flyover Bulak Kapal Dipercepat, Tri Adhianto Pastikan Proses Transparan dan Akuntabel

Oktober 20, 2026
Pemkot Bekasi Hasilkan Rp1,75 Miliar untuk Pembangunan Kota, Melalui Lelang CSR di Platform SI-BALAI KEREN

Pemkot Bekasi Hasilkan Rp1,75 Miliar untuk Pembangunan Kota, Melalui Lelang CSR di Platform SI-BALAI KEREN

Oktober 20, 2026
ADVERTISEMENT
BCFM 2026 Catat Pendapatan Ratusan Juta, Fashion Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Bekasi

BCFM 2026 Catat Pendapatan Ratusan Juta, Fashion Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Bekasi

Oktober 20, 2026
Parkir Pegawai Dialihkan ke Stadion Patriot, Wali Kota Bekasi Siapkan Rencana Gedung Parkir 8 Lantai untuk Pemkot Bekasi

Parkir Pegawai Dialihkan ke Stadion Patriot, Wali Kota Bekasi Siapkan Rencana Gedung Parkir 8 Lantai untuk Pemkot Bekasi

Oktober 20, 2026
DLH Kota Bekasi Tangani Bangkai Ikan Sapu-Sapu di Kali Bekasi, KP2C Sampaikan Apresiasi

DLH Kota Bekasi Tangani Bangkai Ikan Sapu-Sapu di Kali Bekasi, KP2C Sampaikan Apresiasi

Oktober 20, 2026
DLH Kota Bekasi Telusuri Dugaan Pencemaran Kali Bekasi, Penindakan Menunggu Hasil Uji Laboratorium

DLH Kota Bekasi Telusuri Dugaan Pencemaran Kali Bekasi, Penindakan Menunggu Hasil Uji Laboratorium

Oktober 20, 2026
Soal Asap Karhutla, Komisi I DPR RI : Jangan Hanya Salahkan Indonesia

Soal Asap Karhutla, Komisi I DPR RI : Jangan Hanya Salahkan Indonesia

Oktober 20, 2026
Wali Kota Bekasi Gandeng PT Hassana Hijau, Sampah Anorganik Bekasi Bakal Dikelola Secara Digital

Wali Kota Bekasi Gandeng PT Hassana Hijau, Sampah Anorganik Bekasi Bakal Dikelola Secara Digital

Oktober 20, 2026
Menko PMK Bersama Menag Finalisasi Skema Pendidikan Gratis untuk Satuan Pendidikan Berbasis Keagamaan 

Menko PMK Bersama Menag Finalisasi Skema Pendidikan Gratis untuk Satuan Pendidikan Berbasis Keagamaan 

Oktober 20, 2026
Menteri ESDM Pastikan Cadangan BBM Nasional Aman

Menteri ESDM Pastikan Cadangan BBM Nasional Aman

Oktober 20, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, Oktober 20, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ragam Opini

Kepulauan Riau : Provinsi Muda dengan Warisan Istimewa, Tapi melayu Tempatan di Hantam Mafia Lahan

[Ragam Opini]

September 10, 2025
in Ragam Opini
0
0
SHARES
23
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

 

Yogyakarta istimewa.
Karena Jawa.

Indonesia juga istimewa.
Karena Kepri.

Tapi banyak orang tidak kenal Kepri.
Kenapa?
Karena memang baru.
Provinsi ini baru lahir tahun 2002.

Dulu ia bagian dari Riau.
Pusat pemerintahannya di Pekanbaru.
Pulau-pulau jauh terasa pinggiran.

Maka orang lebih hafal Riau daripada Kepri.
Lebih ingat Pekanbaru daripada Tanjungpinang.
Lebih kenal Batam sebagai free trade zone daripada Penyengat sebagai pusat bahasa dan sastra.

Padahal, akar bahasa Indonesia lahir dari Kepri.
Bahasa yang kita pakai setiap hari.
Dari DPR sampai warung kopi.

Bahasa dari Penyengat

Bahasa Indonesia lahir dari bahasa Melayu.
Melayu Riau-Johor.

Yang dibakukan di Penyengat.
Oleh Raja Ali Haji.

Ia menulis kamus.
Ia menulis sejarah.
Ia menulis Gurindam Dua Belas.

Bahasanya sederhana.
Tapi kuat.
Dan akhirnya jadi bahasa persatuan.

Kitab Moral Melayu

Gurindam Dua Belas.
Ditulis tahun 1847.

Isinya? Dua belas pasal.
Tentang iman. Tentang adab. Tentang pemimpin.

Dua baris berima. Seperti pantun. Tapi tanpa sampiran.

Sederhana.
Tapi dalam.

Itulah wajah Melayu.
Lembut tapi kuat.
Santun tapi berwibawa.

Bahasa Perdagangan Dunia

Melayu bukan hanya bahasa budaya.
Tapi juga bahasa dagang.

Sejak Sriwijaya.
Sejak Malaka.

Pedagang Arab, India, Cina, Portugis.
Semua pakai Melayu di pelabuhan.

Kenapa?
Karena mudah dipelajari.
Karena inklusif.

Dari Aceh sampai Maluku, orang bisa saling bicara.
Satu bahasa.
Bahasa Melayu.

Itulah sebabnya saat Sumpah Pemuda 1928, bahasa Indonesia dipilih.
Karena memang sudah jadi bahasa bersama.

Kerajaan yang Dimakzulkan

Kesultanan Riau-Lingga berdiri tahun 1824.
Sultan Abdul Rahman II dimakzulkan Belanda tahun 1911.

Istana dibakar.
Dokumen dimusnahkan.

Kenapa?
Karena sultan simbol kedaulatan.
Karena Penyengat pusat perlawanan intelektual.
Karena Melayu harus diputus jadi dua: Johor untuk Inggris, Riau-Lingga untuk Belanda.

Tapi jejak itu tidak hilang.
Ia tetap hidup.
Di gurindam.
Di hikayat.
Di marwah Melayu.

Keistimewaan yang Terlupakan

Padahal faktanya jelas:
Bahasa Indonesia lahir dari Melayu Kepri.
Kesultanan Melayu terakhir ada di Kepri.
Pulau Penyengat adalah Bunda Tanah Melayu.
Gurindam Dua Belas adalah kitab moral bangsa.
Dan bahasa Melayu pernah jadi bahasa perdagangan dunia.

Kalau Yogya dihormati karena Jawa, kenapa Kepri tidak dihormati karena Melayunya?

Bhinneka Tunggal Ika dan Kepri

Semboyan bangsa ini: Bhinneka Tunggal Ika.
Berbeda-beda tapi tetap satu.

Bahasa adalah perekatnya.
Dan bahasa itu lahir dari Kepri.

Bahasa Melayu sederhana.
Tapi lentur.
Mampu menyatukan Minang, Batak, Jawa, Bugis, Dayak, Papua.

Budaya Melayu pun inklusif.
Maritim.
Kosmopolitan.
Menerima pengaruh Arab, India, Cina, Eropa.
Tapi tetap menjaga marwahnya.

Inilah wajah sejati Bhinneka Tunggal Ika.
Terbuka pada perbedaan.
Kokoh dalam jati diri.

Menatap Indonesia dari Kepri

Kepri bukan provinsi muda.
Ia warisan tua.
Yang sempat ditenggelamkan kolonial.

Kini saatnya naik ke permukaan.

Kalau Yogya punya Jawa.
Indonesia punya Kepri.

Bukan soal besar atau kecil.
Tapi soal berani menunjukkan diri:
inilah aku, Kepri — akar bahasa, budaya, marwah, dan persatuan Indonesia.

 

Oleh: Monica Nathan

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Monica Nathan
ShareTweetSend

Related Posts

KETIKA NEGERI “FOBIA” PADA KEJUJURAN MAKA MELAYU TEMPATAN TERABAIKAN

KETIKA NEGERI “FOBIA” PADA KEJUJURAN MAKA MELAYU TEMPATAN TERABAIKAN

Oktober 13, 2025
NEGARA HUKUM, HOBI MENENGGELAMKAN KASUS

NEGARA HUKUM, HOBI MENENGGELAMKAN KASUS

Oktober 9, 2025
BP Batam dan Halusinasi Pertumbuhan Ekonomi

BP Batam dan Halusinasi Pertumbuhan Ekonomi

September 22, 2025

Pantun Dari Kepri: Teguh Bermarwah Kini Mulai Pudar Dirusak Penjilat dan Mafia

September 12, 2025

Kepri: Marwah yang Diperdagangkan

September 11, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?