• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Kepulauan Riau : Provinsi Muda dengan Warisan Istimewa, Tapi melayu Tempatan di Hantam Mafia Lahan

Kepulauan Riau : Provinsi Muda dengan Warisan Istimewa, Tapi melayu Tempatan di Hantam Mafia Lahan

September 10, 2025
Potensi Lokal Harus Menjadi Identitas Daerah dan Penggerak Ekonomi

Potensi Lokal Harus Menjadi Identitas Daerah dan Penggerak Ekonomi

Juni 24, 2026
Sunat Massal Dinas Kesehatan Seluma Berjalan Sukses, KKN Kelompok 95 Periode 108 Universitas Bengkulu Turut Ambil Bagian dalam Pelayanan Masyarakat

Sunat Massal Dinas Kesehatan Seluma Berjalan Sukses, KKN Kelompok 95 Periode 108 Universitas Bengkulu Turut Ambil Bagian dalam Pelayanan Masyarakat

Juni 24, 2026
ADVERTISEMENT
PKK Kota Bekasi Gelar Seminar Asah Kemampuan Public Speaking

PKK Kota Bekasi Gelar Seminar Asah Kemampuan Public Speaking

Juni 24, 2026
Anggota Komisi II DPR Desak Kemendagri Investigasi ASN Terima Honor Rp9,5 Miliar dalam Setahun

Anggota Komisi II DPR Desak Kemendagri Investigasi ASN Terima Honor Rp9,5 Miliar dalam Setahun

Juni 24, 2026
Wakil Ketua II DPRD Batam Apresiasi Seminar Nasional FISIPOL UNRIKA, Bahas Reformasi UU Pemilu 2029

Wakil Ketua II DPRD Batam Apresiasi Seminar Nasional FISIPOL UNRIKA, Bahas Reformasi UU Pemilu 2029

Juni 24, 2026
Panitia SRO Sampaikan Rencana Pelantikan dan Pembangunan Sekretariat Kepada Bupati Humbahas

Panitia SRO Sampaikan Rencana Pelantikan dan Pembangunan Sekretariat Kepada Bupati Humbahas

Juni 24, 2026
Pansus DPRD Batam Matangkan Ranperda Pengelolaan Sampah, Bahas Perubahan Sejumlah Pasal

Pansus DPRD Batam Matangkan Ranperda Pengelolaan Sampah, Bahas Perubahan Sejumlah Pasal

Juni 24, 2026
Komisi III DPRD Batam Gelar RDPU, Bahas Pemasangan Listrik dan Air ABH di Kavling PKJ Sagulung

Komisi III DPRD Batam Gelar RDPU, Bahas Pemasangan Listrik dan Air ABH di Kavling PKJ Sagulung

Juni 24, 2026
Anggota DPRD Kota Batam Muhammad Syafei Hadiri Paripurna DPRD Kepri, Apresiasi Raihan WTP Ke-16 Berturut-turut

Anggota DPRD Kota Batam Muhammad Syafei Hadiri Paripurna DPRD Kepri, Apresiasi Raihan WTP Ke-16 Berturut-turut

Juni 24, 2026
YLBH Sisar Matiti Minta Audit Dana MBG dan Penegakan Hukum di Papua Barat

YLBH Sisar Matiti Minta Audit Dana MBG dan Penegakan Hukum di Papua Barat

Juni 24, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, Juni 25, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ragam Opini

Kepulauan Riau : Provinsi Muda dengan Warisan Istimewa, Tapi melayu Tempatan di Hantam Mafia Lahan

[Ragam Opini]

September 10, 2025
in Ragam Opini
0
0
SHARES
19
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

 

Yogyakarta istimewa.
Karena Jawa.

Indonesia juga istimewa.
Karena Kepri.

Tapi banyak orang tidak kenal Kepri.
Kenapa?
Karena memang baru.
Provinsi ini baru lahir tahun 2002.

Dulu ia bagian dari Riau.
Pusat pemerintahannya di Pekanbaru.
Pulau-pulau jauh terasa pinggiran.

Maka orang lebih hafal Riau daripada Kepri.
Lebih ingat Pekanbaru daripada Tanjungpinang.
Lebih kenal Batam sebagai free trade zone daripada Penyengat sebagai pusat bahasa dan sastra.

Padahal, akar bahasa Indonesia lahir dari Kepri.
Bahasa yang kita pakai setiap hari.
Dari DPR sampai warung kopi.

Bahasa dari Penyengat

Bahasa Indonesia lahir dari bahasa Melayu.
Melayu Riau-Johor.

Yang dibakukan di Penyengat.
Oleh Raja Ali Haji.

Ia menulis kamus.
Ia menulis sejarah.
Ia menulis Gurindam Dua Belas.

Bahasanya sederhana.
Tapi kuat.
Dan akhirnya jadi bahasa persatuan.

Kitab Moral Melayu

Gurindam Dua Belas.
Ditulis tahun 1847.

Isinya? Dua belas pasal.
Tentang iman. Tentang adab. Tentang pemimpin.

Dua baris berima. Seperti pantun. Tapi tanpa sampiran.

Sederhana.
Tapi dalam.

Itulah wajah Melayu.
Lembut tapi kuat.
Santun tapi berwibawa.

Bahasa Perdagangan Dunia

Melayu bukan hanya bahasa budaya.
Tapi juga bahasa dagang.

Sejak Sriwijaya.
Sejak Malaka.

Pedagang Arab, India, Cina, Portugis.
Semua pakai Melayu di pelabuhan.

Kenapa?
Karena mudah dipelajari.
Karena inklusif.

Dari Aceh sampai Maluku, orang bisa saling bicara.
Satu bahasa.
Bahasa Melayu.

Itulah sebabnya saat Sumpah Pemuda 1928, bahasa Indonesia dipilih.
Karena memang sudah jadi bahasa bersama.

Kerajaan yang Dimakzulkan

Kesultanan Riau-Lingga berdiri tahun 1824.
Sultan Abdul Rahman II dimakzulkan Belanda tahun 1911.

Istana dibakar.
Dokumen dimusnahkan.

Kenapa?
Karena sultan simbol kedaulatan.
Karena Penyengat pusat perlawanan intelektual.
Karena Melayu harus diputus jadi dua: Johor untuk Inggris, Riau-Lingga untuk Belanda.

Tapi jejak itu tidak hilang.
Ia tetap hidup.
Di gurindam.
Di hikayat.
Di marwah Melayu.

Keistimewaan yang Terlupakan

Padahal faktanya jelas:
Bahasa Indonesia lahir dari Melayu Kepri.
Kesultanan Melayu terakhir ada di Kepri.
Pulau Penyengat adalah Bunda Tanah Melayu.
Gurindam Dua Belas adalah kitab moral bangsa.
Dan bahasa Melayu pernah jadi bahasa perdagangan dunia.

Kalau Yogya dihormati karena Jawa, kenapa Kepri tidak dihormati karena Melayunya?

Bhinneka Tunggal Ika dan Kepri

Semboyan bangsa ini: Bhinneka Tunggal Ika.
Berbeda-beda tapi tetap satu.

Bahasa adalah perekatnya.
Dan bahasa itu lahir dari Kepri.

Bahasa Melayu sederhana.
Tapi lentur.
Mampu menyatukan Minang, Batak, Jawa, Bugis, Dayak, Papua.

Budaya Melayu pun inklusif.
Maritim.
Kosmopolitan.
Menerima pengaruh Arab, India, Cina, Eropa.
Tapi tetap menjaga marwahnya.

Inilah wajah sejati Bhinneka Tunggal Ika.
Terbuka pada perbedaan.
Kokoh dalam jati diri.

Menatap Indonesia dari Kepri

Kepri bukan provinsi muda.
Ia warisan tua.
Yang sempat ditenggelamkan kolonial.

Kini saatnya naik ke permukaan.

Kalau Yogya punya Jawa.
Indonesia punya Kepri.

Bukan soal besar atau kecil.
Tapi soal berani menunjukkan diri:
inilah aku, Kepri — akar bahasa, budaya, marwah, dan persatuan Indonesia.

 

Oleh: Monica Nathan

Komentar Facebook

Tags: Monica Nathan
ShareTweetSend

Related Posts

KETIKA NEGERI “FOBIA” PADA KEJUJURAN MAKA MELAYU TEMPATAN TERABAIKAN

KETIKA NEGERI “FOBIA” PADA KEJUJURAN MAKA MELAYU TEMPATAN TERABAIKAN

Oktober 13, 2025
NEGARA HUKUM, HOBI MENENGGELAMKAN KASUS

NEGARA HUKUM, HOBI MENENGGELAMKAN KASUS

Oktober 9, 2025
BP Batam dan Halusinasi Pertumbuhan Ekonomi

BP Batam dan Halusinasi Pertumbuhan Ekonomi

September 22, 2025

Pantun Dari Kepri: Teguh Bermarwah Kini Mulai Pudar Dirusak Penjilat dan Mafia

September 12, 2025

Kepri: Marwah yang Diperdagangkan

September 11, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?