
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ke Pos Koramil Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat dikecam banyak pihak.
Anggota Komisi I DPR RI Syaifullah Tamliha meminta pemerintah tegas terhadap aksi teror yang dilakukan oleh KKB di tanah Papua.
“Itu semestinya kita sudah mengatakan KKB itu teroris, bukan separatis ya. Karena dia melakukan aksi-aksi teror kepada masyarakat yang ada di papua. Baca Juga: Presiden Jokowi Tegas Menolak Amendemen UUD dalam Pertemuan Parpol Non-Parlemen
Oleh karena itu pemerintah harus tegas untuk menindak para KKB sebagai lembaga teroris,” kata wakil rakyat dari Fraksi PPP ini kepada awak media di Gedung Nusantara II DPR Senayan, Jakarta, Kamis (2/9/2021).
Menurutnya, penyerangan oleh KKB adalah tindakan terorisme. Pihak kepolisian harus dibantu oleh TNI dalam melakukan operasi penumpasan.
“Tegasnya itu ya dicari, dicari. Maka itu mengapa TNI dilibatkan di dalam tindak pidana terorisme, polisi kan tidak memiliki keahlian di bidang combatan. Dan hanya TNI yang bisa melakukan combatan mereka masuk ke dalam hutan itu menjadi wilayah tempur TNI kita,” kata Syaifullah Tamliha.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar, Dave Laksono menyampaikan belasungkawa atas gugurnya sejumlah pahlawan dalam menjaga kedaulatan NKRI di tanah Papua. Baca Juga: Kader PAN Dukung Zulkifli Hasan Maju Capres pada Pilpres 2024 Mendatang
“Kita turut prihatin 3 anggota Koramil di Papua yang ditembak, kita berbelasungkawa yang amat mendalam bagi keluarga dan seluruh jajaran TNI AD,” katanya.
Ia menyebutkan tindakan KKB merupakan kegiatan teroris yang harus diberantas hingga ke akar-akarnya.
“Kemarin sempat kita bahas soal persiapan PON di sana. Pergerakan separatis itu masuk dalam kegiatan teroris, masih berlangsung di Papua. Pemerintah harus serius menyikapinya dan menanggapinya, agar mereka yang terlibat bisa dibawa ke ranah hukum, dan pemikiran ekstremisme ini bisa hilang dari Bumi Pertiwi,” kata Dave.
(nal/SI)













