
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri menegaskan, setiap kader partai harus turun ke bawah membangun kepekaan terhadap persoalan rakyat.
Serta melakukan upaya menyelesaikan persoalan rakyat dengan memakai metode berpikir yang biasa digunakan Proklamator sekaligus pendiri republik, Soekarno.
Dalam arahannya, Megawati minta kader untuk selalu bekerja keras, turun ke bawah. Karena banyak yang bisa dikerjakan.
Baca Juga: Mulai 1 Agustus Pendaftaran Parpol Peserta Pemilu 2024 Bakal Dibuka
Kader agar mau mengambil inisiatif dan menjalankan roda organisasi hingga tingkat ranting. Tidak perlu menunggu instruksi
Megawati pun mengingatkan atas keberhasilan Partai di Pemilu ataupun pencapaian kader termasuk yang berhasil lolos ke legislatif dan eksekutif, harus terus bergerak bersama rakyat, menyelesaikan persoalan rakyat dan melakukan pergerakan membangun masa depan.
“Jangan berhenti di zona nyaman,” tegas Megawati.
Megawati mengajak kader untuk memahami dan mewarisi pemikiran Bung Karno, dan punya fighting spirit. Tidak mudah menyerah bila menghadapi suatu masalah.
Baca Juga: BEM UI Kritik Keras Jokowi Terkait Kelangkaan Minyak Goreng
“Sehingga memiliki fighting spirit yang memahami perjuangan dan pengalaman Bung Karno. Dengan spirit itu menyatu dengan rakyat,” ucap Megawati.
“Cara berpikir beliau yang membumi nggak neko-neko. Kader PDI Perjuangan harus meneruskan perjuangan Bung Karno,” tambah Megawati.
Dalam pengarahannya, Megawati meminta kader untuk bertanya kepada diri sendiri dan tekadnya. sebagai kader PDI Perjuangan. Dia pun meminta untuk mau dan mampu melihat perkembangan global. Termasuk memahami geopolitik.
Baca Juga: Erick Thohir Dapat Restu Jokowi untuk Maju di Pilpres 2024
Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, intisari pengarahan Megawati agar kader diminta disiplin tidak menjadi beban bagi organisasi Partai.
“Ibu Megawati meminta kader untuk bertanya kepada diri sendiri dan tekadnya sebagai kader partai termasuk menjelaskan bagaimana cara berpikir Bung Karno dan perjuangan untuk rakyat, bangsa dan negara, bahkan dunia, harus dipahami seluruh kader,” jelas Hasto.
“Sehingga memiliki fighting spirit yang memahami perjuangan dan pengalaman Bung Karno. Dengan spirit itu menyatu dengan rakyat lalu, terus bergerak bersama rakyat, menyelesaikan persoalan rakyat dan melakukan pergerakan membangun masa depan bangsa,” tutupnya. (nal/SI)













