• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Organisasi Adat Amazon Brasil Hadapi Isu Deforestasi Seperti Tanah Papua

Organisasi Adat Amazon Brasil Hadapi Isu Deforestasi Seperti Tanah Papua

September 24, 2025
Kapolda Kepri Ikuti Konferensi Pers Pengungkapan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine di Perairan Batam

Kapolda Kepri Ikuti Konferensi Pers Pengungkapan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine di Perairan Batam

Agustus 10, 2026
WPNCL Lakukan Pembenahan Struktur Organisasi

WPNCL Lakukan Pembenahan Struktur Organisasi

Agustus 10, 2026
ADVERTISEMENT
Dunia Mengenal Papua Lewat Lensa Kolonial : Romantisme Ilmu Pengetahuan atau Eksploitasi Budaya?

Dunia Mengenal Papua Lewat Lensa Kolonial : Romantisme Ilmu Pengetahuan atau Eksploitasi Budaya?

Agustus 10, 2026
63 Persen Respon Kepuasan Publik terhadap Kepemimpinan Prabowo-Gibran

63 Persen Respon Kepuasan Publik terhadap Kepemimpinan Prabowo-Gibran

Agustus 10, 2026
Masalah Lingkungan dan Tanah Adat Ditampilkan Lewat Festival Film Papua 2026

Masalah Lingkungan dan Tanah Adat Ditampilkan Lewat Festival Film Papua 2026

Agustus 10, 2026
Perkuat Konsolidasi, KO’SAPA Siapkan Generasi Baru sebagai Penerus Gerakan Budaya

Perkuat Konsolidasi, KO’SAPA Siapkan Generasi Baru sebagai Penerus Gerakan Budaya

Agustus 9, 2026
Konsensus Pernyataan anti-rudal Tiongkok Forum Kepulauan Pasifik Gagal

Konsensus Pernyataan anti-rudal Tiongkok Forum Kepulauan Pasifik Gagal

Agustus 9, 2026
Dokumenter Film Pesta Babi Raih Dua Award, Victor Mambor : Orang Papua Masih Terdiskriminasi

Dokumenter Film Pesta Babi Raih Dua Award, Victor Mambor : Orang Papua Masih Terdiskriminasi

Agustus 9, 2026
Sebelum Penembakan, Kabid Humas Polda : Wamenpar RI Tinggalkan Jayawijaya

Sebelum Penembakan, Kabid Humas Polda : Wamenpar RI Tinggalkan Jayawijaya

Agustus 9, 2026
‎REL-MBG Perkuat Komitmen Pelaksanaan Program MBG dengan 6 Pilar Kerja

‎REL-MBG Perkuat Komitmen Pelaksanaan Program MBG dengan 6 Pilar Kerja

Agustus 9, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Agustus 10, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Organisasi Adat Amazon Brasil Hadapi Isu Deforestasi Seperti Tanah Papua

[Daerah]

September 24, 2025
in Daerah
0
0
SHARES
23
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO: Pemuda adat di Papua mengikuti kegiatan FDC 2025 di Sorong Selatan//ISTIMEWA

SORONG, satukanindonesia.com – Isu lingkungan dan deforestasi yang dihadapi masyarakat adat di Tanah Papua, juga menjadi tantangan yang dihadapi Organisasi Adat Amazon di Brasil.

Demikian hal ini diunggah Nathalia, Juru bicara Organisasi Adat Amazon Brasil dalam Forest Defender Camp (FDC) 2025 di kawasan hutan masyarakat adat adat Tehit Knasaimos, kampung Manggroholo-Sira, Sorong Selatan, Papua Barat Daya, Rabu (24/09/2025).

Ia mengatakan, dengan kondisi sama seperti di Tanah Papua, pelaku deforestasi di Brazil merupakan perusahaan besar.

Oleh karena itu, kata dia, FDC 2025 yang diinisiasi Greenpeace Indonesia berkolaborasi dengan sejumlah pemuda adat, untuk memberikan penguatan dan mempertahankan tanah serta hutan mereka.

Menurutnya, Amazon dan Papua memiliki beberapa kesamaan, yakni mendiami ekosistem hutan yang menjadi paru-paru dunia, menghadapi ancaman perusakan lingkungan hidup akibat deforestasi dan industri ekstraktif.

“Jadi satu-satunya cara untuk melawan perubahan iklim dan deforestasi hutan, bukan saja di Brasil, tapi diusahakan kerja sama antarbenua untuk zero deforestasi,”kata Nathalia.

Dikatakannya, pelaksanaan FDC 2025 yang melibatkan anak muda dari tujuh wilayah adat di Papua, bisa dibentuk solidaritas anak muda sebagai garda terdepan menjaga tanah adat.

Sementara penasihat senior Greenpeace Malaysia, Tharma Pillai mengatakan, keberadaan alam harus dipelihara dengan baik, bukan justru merusak hutan dan lingkungan sekitar.

“Paling penting adalah kita hormati masyarakat adat karena sinonim dengan alam untuk jangka waktu yang lama. Akan tetapi zaman sekarang yang dilihat hutan bukan satu karya yang dihormati, tapi dianggap sebagai satu sumber maka terjadilah deforestasi dengan skala besar,”pungkas Tharma Pillai.

Masyarakat diharapkan dapat melestarikan lingkungan dengan cara tradisional, pemerintah diharapkan agar menghormati terhadap hak-hak masyarakat adat. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Adat Amazon Brasiltanah Papua
ShareTweetSend

Related Posts

Pemerintah Indonesia Bungkam Aktivis Lingkungan di Tanah Papua

Pemerintah Indonesia Bungkam Aktivis Lingkungan di Tanah Papua

Juli 30, 2026
Gereja Tegaskan Hentikan Kekerasan di Tanah Papua

Gereja Tegaskan Hentikan Kekerasan di Tanah Papua

Juli 5, 2026
Indonesia Abaikan Ratusan Ribu Pengungsi Internal di Tanah Papua

Indonesia Abaikan Ratusan Ribu Pengungsi Internal di Tanah Papua

Juni 21, 2026

Aliansi SETARA Nyatakan Sikap Terhadap Situasi di Tanah Papua

Mei 29, 2026

Papua Krisis Kemanusiaan, Dewan Gereja : Penting Mencari Solusi Damai 

April 22, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?