
Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Aksi pelajar bacok pelajar hingga tewas dan direkam secara langsung di media sosial terjadi di Sukabumi, Jawa Barat. Aksi ini terjadi sehari setelah deklarasi damai sekolah di wilayah tersebut.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin menyayangkan tindakan tersebut. Padahal, kata dia, sepekan yang lalu pihaknya bersama KCD Jawa Barat, Dinas Pendidikan dan perwakilan sekolah baru saja melaksanakan deklarasi damai anti kekerasan di lingkungan sekolah.
“Kita ketahui bersama, pada Minggu kemarin kita baru melakukan deklarasi pelajar anti kekerasan, baik itu dari KCD Kota Sukabumi kemudian dari Disdik Kota Sukabumi dan perwakilan sekolah namun demikian ternyata pesan tersebut tidak tersampaikan dengan baik kepada seluruhnya,” kata Zainal di Mapolres Sukabumi Kota, sebagaiman dikutip dari cnnindonesia.com Jumat (24/3).
“Kami mengharapkan kejadian ini kejadian terakhir, di mana ada seorang anak yang karena perbuatannya itu kemudian harus berhadapan dengan hukum,” sambungnya.
Peristiwa pembacokan dan perekaman dilakukan oleh tiga siswa SMP inisial DA (14), RA alias N (14), dan AAB alias U (14) pada Rabu (23/3).
Dalam peristiwa itu korban pelajar SMP berinisial ARSS (14)mengalami luka bacok di pergelangan tangan nyaris putus dan luka bacok di kepala hingga meninggal dunia.
Dia menjelaskan, peristiwa dugaan pembacokan hingga menewaskan satu remaja itu terjadi di Kampung Sindangpalay, Cibeureum, Kota Sukabumi sekitar pukul 17:30 WIB.
“Kejadian ini yang cukup memiriskan kami juga bahwa ada beberapa anak yang saat ini posisinya sebagai anak berkonflik hukum (ABH) dengan sengaja memvideokan proses kejadian tersebut melalui salah satu akun medsosnya yang sifatnya dapat ditonton secara langsung oleh masyarakat secara luas,” ungkapnya.(***)













