• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Pemerintah Republik Indonesia Disurati Pelapor Khusus PBB

Pemerintah Republik Indonesia Disurati Pelapor Khusus PBB

Juni 19, 2025
Kreativitas Tanpa Batas dalam Gelap: Anak-Anak Batam Meriahkan Acara ‘Neon Slime Adventure’ Wyndham Panbil & Panbil Residence

Kreativitas Tanpa Batas dalam Gelap: Anak-Anak Batam Meriahkan Acara ‘Neon Slime Adventure’ Wyndham Panbil & Panbil Residence

Juni 15, 2026
Sambut Tahun Baru Islam, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi Hadiri Pawai Meriah Malam 1 Muharram 1448 H

Sambut Tahun Baru Islam, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi Hadiri Pawai Meriah Malam 1 Muharram 1448 H

Juni 15, 2026
ADVERTISEMENT
Perangi Narkoba hingga Pelosok Desa, Kampung Tangguh Narkoba dibentuk di Desa Pasaribu Doloksanggul

Perangi Narkoba hingga Pelosok Desa, Kampung Tangguh Narkoba dibentuk di Desa Pasaribu Doloksanggul

Juni 15, 2026
Sambut Hari Bhayangkara, Wakapolri dan Akpol ’90 Dhira Brata Gelar Bakti Sosial

Sambut Hari Bhayangkara, Wakapolri dan Akpol ’90 Dhira Brata Gelar Bakti Sosial

Juni 15, 2026
Abaikan Hak Masyarakat Adat, MoU Pembangunan Bandar Antariksa di Biak Papua Dikecam

Abaikan Hak Masyarakat Adat, MoU Pembangunan Bandar Antariksa di Biak Papua Dikecam

Juni 15, 2026
Gas Natuna Mengalir ke Singapura, Batam Baru Kebagian? Projo Kepri Desak Pemerintah Hentikan Sementara Ekspor Gas Bumi

Gas Natuna Mengalir ke Singapura, Batam Baru Kebagian? Projo Kepri Desak Pemerintah Hentikan Sementara Ekspor Gas Bumi

Juni 15, 2026
SMSI Sulut Tancap Gas, Resmi Daftar di Kesbangpol dan Siap Bersinergi dengan Pemerintah

SMSI Sulut Tancap Gas, Resmi Daftar di Kesbangpol dan Siap Bersinergi dengan Pemerintah

Juni 15, 2026
Mendes PDT Tegaskan Pesantren Jadi Pilar Utama Pembentuk Karakter Masyarakat Desa

Mendes PDT Tegaskan Pesantren Jadi Pilar Utama Pembentuk Karakter Masyarakat Desa

Juni 15, 2026
Dirjen KPM Kemkomdigi: Pemerintah Hormati Independensi Media dan Apresiasi Peliputan Aksi Demonstrasi

Dirjen KPM Kemkomdigi: Pemerintah Hormati Independensi Media dan Apresiasi Peliputan Aksi Demonstrasi

Juni 15, 2026
KPK Lelang 108 Aset Rampasan Hasil Korupsi Senilai Rp311 Miliar

KPK Lelang 108 Aset Rampasan Hasil Korupsi Senilai Rp311 Miliar

Juni 15, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Juni 15, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Pemerintah Republik Indonesia Disurati Pelapor Khusus PBB

[Daerah]

Juni 19, 2025
in Daerah, Internasional, News
0
0
SHARES
379
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
FOTO: Solidaritas Merauke Dorthea Wabiser (kiri) dan Nurina Savitri dari Amnesty International Indonesia (kanan) saat Konferensi Pers//ISTIMEWA

MANOKWARI, satukanindonesia.com – Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyurati pemerintah Indonesia berkaitan dengan dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan proyek strategis nasional (PSN), di kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Dalam surat itu, pelapor khusus PBB menduga telah terjadi pelanggaran lingkungan hidup dan pelanggaran hak asasi manusia atau HAM dalam pelaksanaan PSN di Merauke.

Pelapor khusus PBB juga menyurati PT Global Papua Abadi (PT GPA) selaku perusahaan yang menggarap lahan food estate di sana. Kedua surat itu dikirim pada 7 Maret 2025, dan dijawab pemerintah Indonesia pada 6 Mei 2025.

Dothea Wabiser dari Solidaritas Merauke mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari jaringan internasional yang menyatakan bahwa di laman OHCHR kantor komisaris tinggi untuk HAM secara khusus dari pelapor khusus hak atas pangan, mempublikasi dugaan pelanggaran HAM dan lingkungan hidup di Merauke.

“Sembilan pelapor khusus PBB mereka mengirim surat kepada dua aktor yaitu Pemerintah Indonesia dan salah satu pimpinan perusahaan tebu yang sudah beroperasi di Merauke yaitu PT. Global Papua Abadi atau PT.GPA,”kata Dorthea Wabiser dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Jakartanicus saat media briefing, Selasa (17/06/2025).

Menurut Dorthea, dalam surat pelapor khusus PBB itu, cukup detail melihat kronologis kehadiran perusahaan sejak 2010, saat Merauke Integrated Food and Energy Estate atau MIFER beroperasi hingga kehadiran PSN food estate pada 2024.

“Secara singkat mereka (pelapor khusus PBB) menjelaskan bahwa mereka tahu kalau sedang terjadi pengrusakan hutan dalam skala luas akibat kehadiran PSN di Merauke. Menurut mereka ini adalah ancaman serius bagi hak hidup masyarakat adat,”ucapnya.

Ia mengatakan, pelapor khusus PBB melihat kesulitan dan respons masyarakat adat Merauke atas kehadiran PSN dengan melakukan demonstrasi penolakan.

“Mereka menulis keprihatinan mereka terkait dengan persoalan pangan. Mereka juga membahas tentang dampak dari PSN terkait perempuan dan anak, terkait dengan kelaparan, kehancuran hutan, terkait ancaman keanekaragaman hayati,”ujarnya.

Menurut Wabiser, pemerintah Indonesia menjawab surat itu dengan tidak serius. Padahal fakta di lapangan, apa yang diduga pelapor khusus PBB itu benar.

“Setiap kali kita bahas di Papua ada masalah, pemerintah akan bilang kami sudah berikan Otsus, Papua aman jawaban yang template bertahun-tahun di mana saja akan dipakai kalimat itu dan selalu begitu,”kata Wabiser yang juga staf Yayasan Pusaka Bentala Rakyat.

Wabiser mengatakan, pemerintah mengklaim juga tanah-tanah yang ada di Merauke bukanlah milik masyarakat hukum adat, sehingga sah untuk digunakan PT GPA.

Solidaritas Merauke lainnya, Kartini Samon dari GRAIN mengatakan, jika mencermati surat yang disampaikan oleh sembilan pelapor khusus itu, ada sesuatu yang cukup istimewa.

Sembilan pelapor khusus PBB itu menyampaikan satu komunikasi bersama terkait dugaan pelanggaran HAM yang terjadi akibat proyek strategis nasional food estate di Merauke.

“Mengapa sampai sembilan pelapor khusus yang mengirim surat, karena mereka melihat itu terkait dengan pelanggaran HAM yang luas. Mulai dari kehilangan sumber pangan, kerusakan ruang hidup, akses perempuan dan anak terhadap sumber penghidupan, air, sanitasi termasuk juga untuk pembela HAM dan lain-lain,”kata Kartinis Samon.

Menurut Kartini Samon, yang menarik di dalam surat pelapor PBB itu, membicarakan secara detail banyak hal terkait berbagai aspek dari pelanggaran HAM yang yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Namun dalam tanggapannya, pemerintah justru mengabaikan dan tidak menjadi persoalan yang substansial.

“Kami melihat bagaimana mereka hanya membahas soal perizinan bahwa PSN ini sudah dikeluarkan sesuai aturan-aturan. Pemerintah juga menyebut soal beberapa regulasi terkait dengan PSN. Seperti tidak nyambung, dengan apa yang ditanyakan,”pungkasnya. [**/GRW]

Komentar Facebook

Tags: DortheaPelapor Khusus PBBProyek Strategis Nasional (PSN)PT Global Papua Abadi (PT GPA)
ShareTweetSend

Related Posts

Peran Masyarakat Adat dalam Investasi di Papua Barat

Peran Masyarakat Adat dalam Investasi di Papua Barat

Maret 9, 2026
Serobot Tanah Adat, Presiden Indonesia Diminta Cabut Kebijakan PSN

Serobot Tanah Adat, Presiden Indonesia Diminta Cabut Kebijakan PSN

Oktober 3, 2025
Hentikan Perampasan Tanah Adat Atas Nama PSN Merauke

Hentikan Perampasan Tanah Adat Atas Nama PSN Merauke

September 16, 2025

Hak Masyarakat Adat Setara dengan Suatu Bangsa dan Diakui Hukum Internasional

Juli 10, 2025

Optimalkan Irigasi 1.200 Hektare, Bendungan Marangkayu Siap Dukung Swasembada Pangan

Juni 20, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?