
JAYAPURA, satukanindonesia.com – Memperkuat jurnalisme investigasi lintas batas di kawasan, dua ruang berita investigasi di Pasifik yakni In-depth Solomons dan Inside PNG telah meluncurkan kolaborasi baru.
Sebagai bagian dari kemitraan ini, dua jurnalis Inside PNG saat ini berada di Honiara untuk magang selama dua minggu dengan In-depth Solomons.
Prakarsa ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara kedua ruang redaksi, yang keduanya merupakan anggota Proyek Pelaporan Kejahatan Terorganisir dan Korupsi (Organized Crime and Corruption Reporting Project/OCCRP), jaringan jurnalis investigasi terkemuka di dunia.
Salah seorang pendiri dan editor In-depth Solomons, Ofani Eremae mengatakan, inisiatif ini lebih dari sekadar pertukaran ruang redaksi.
“Ini tentang membangun ikatan profesional yang langgeng, dan bekerjasama dalam cerita yang melampaui batas negara,”kata Eremae, sebagaimana dilansir dari laman internet insidepng.com, Minggu (20/07/2025).
“Visi kami adalah memperkuat kolaborasi antarjurnalis investigasi, di Pasifik,”ujarnya.
“Dengan bekerjasama, berbagi keterampilan, dan menangani berbagai isu bersama, kita dapat mengungkap isu-isu yang memengaruhi negara kita dan kawasan ini secara keseluruhan dengan lebih baik,”katanya.
Direktur Pelaksana Inside PNG, Kila Wani, yang merupakan bagian dari tim tamu bersama rekannya, Helen Sea mengatakan, kemitraan ini menawarkan kesempatan unik bagi jurnalis Pasifik untuk berbagi pengalaman dan perspektif.
“Keterikatan ini bukan hanya tentang pembelajaran – ini tentang berkolaborasi dalam kisah nyata dan memperkuat hubungan antar ruang redaksi kami,”kata Wani.
“Kami sangat antusias untuk bekerja sama dengan tim In-depth Solomons dan mengeksplorasi cara-cara untuk menceritakan kisah-kisah yang penting bagi masyarakat kami.”
Kedua ruang redaksi ini telah diakui atas pelaporan mereka yang berani mengenai isu korupsi, tata kelola, dan lingkungan.
Kemitraan ini, kata Eremae, akan membantu memperkuat dampak mereka dan berkontribusi pada komunitas jurnalisme investigasi yang lebih kuat dan lebih terhubung di Pasifik.
Pertukaran ini diharapkan mencakup proyek cerita bersama, pelatihan ruang redaksi, dan kolaborasi berkelanjutan di luar periode penempatan.
Ini menandai yang pertama dari jenisnya di Pasifik, yang menjadi preseden bagi kerja sama media regional dalam pelaporan investigasi. Ini juga meletakkan dasar bagi investigasi bersama di masa mendatang terkait isu-isu mendesak seperti kejahatan transnasional dan akuntabilitas politik di kawasan tersebut.
“Kita punya misi yang sama. Dan bersama-sama, kita bisa memperkuat kisah kita dan suara kita,”tambahnya.
Hasil kerja sama dua media investigasi dari PNG dan Kepulauan Solomon ini merupakan kolaborasi yang terwujud berkat dukungan pendanaan dari Pemerintah Inggris. [**/GRW]











