• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info

Perlu Ada Parameter Acuan Penyelenggaraan Pemilu 2024

Oktober 7, 2021
Kemen PPPA dan Kemen P2MI Perkuat Pelindungan PMI Perempuan hingga Tingkat Desa

Kemen PPPA dan Kemen P2MI Perkuat Pelindungan PMI Perempuan hingga Tingkat Desa

Juni 7, 2026
BMKG Prediksi Cuaca Jakarta Didominasi Berawan pada Minggu

BMKG Prediksi Cuaca Jakarta Didominasi Berawan pada Minggu

Juni 7, 2026
ADVERTISEMENT
Diwarnai ‘Walk Out’, Mubes V Kosgoro 1957 Dinilai Cacat Hukum

Diwarnai ‘Walk Out’, Mubes V Kosgoro 1957 Dinilai Cacat Hukum

Juni 7, 2026
Terpilih Secara Aklamasi di Mubes V Kosgoro 1957, Sari Yuliati resmi pimpin PPK Kosgoro 1957 Periode 2026–2031

Terpilih Secara Aklamasi di Mubes V Kosgoro 1957, Sari Yuliati resmi pimpin PPK Kosgoro 1957 Periode 2026–2031

Juni 6, 2026
Pemprov DKI Bersama BMKG Siapkan Sistem Peringatan Dini untuk Prediksi Polusi Udara Lebih Akurat

Pemprov DKI Bersama BMKG Siapkan Sistem Peringatan Dini untuk Prediksi Polusi Udara Lebih Akurat

Juni 6, 2026
Menteri Imipas Minta Jajarannya Kooperatif ke KPK Pasca-OTT

Menteri Imipas Minta Jajarannya Kooperatif ke KPK Pasca-OTT

Juni 6, 2026
Jaga Kepercayaan Pasar, Menkeu: Pemerintah-BI Solid Kawal Rupiah dan Fiskal

Jaga Kepercayaan Pasar, Menkeu: Pemerintah-BI Solid Kawal Rupiah dan Fiskal

Juni 6, 2026
Wamen UMKM Dorong Bali Jadi Pusat Wellness dan BWB Expo 2026

Wamen UMKM Dorong Bali Jadi Pusat Wellness dan BWB Expo 2026

Juni 6, 2026
Anggota Komisi II DPR Sambut Gagasan Pengawas Dana Kampanye, Dorong Reformasi Demi #PemiluBersih

Anggota Komisi II DPR Sambut Gagasan Pengawas Dana Kampanye, Dorong Reformasi Demi #PemiluBersih

Juni 6, 2026
Komisi VII DPR: Nobar Piala Dunia 2026 Bisa Dongkrak Ekonomi dan UMKM

Komisi VII DPR: Nobar Piala Dunia 2026 Bisa Dongkrak Ekonomi dan UMKM

Juni 6, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, Juni 7, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Politik

Perlu Ada Parameter Acuan Penyelenggaraan Pemilu 2024

[Politik]

Oktober 7, 2021
in Politik
0
0
SHARES
40
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Anggota Komisi II DPR RI Yanuar Prihatin dalam acara diskusi Dialektika Demokrasi di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (7/10/2021). Foto: Runi/Man
Anggota Komisi II DPR RI Yanuar Prihatin dalam acara diskusi Dialektika Demokrasi di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (7/10/2021). Foto: Runi/Man

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Anggota Komisi II DPR RI Yanuar Prihatin mengatakan, berdasarkan pengalaman yang ada, tiap penyelenggaraan Pemilu kerap terjadi kenaikan suhu politik, yang semula dingin menjadi panas.

Dan Pemilu 2024 akan berlangsung dalam keadaan dimana bangsa Indonesia belum memiliki pengalaman menyatukan Pileg dan Pilpres dalam satu tarikan nafas dengan Pilkada serentak.

“Pilkada serentaknya kita sudah punya pengalaman, Pileg dan Pilpres disatukan kita juga sudah punya pengalaman, tetapi menyatukan dua even ini dalam satu tarikan nafas kita belum punya pengalaman. Sehingga banyak hal yang harus kita pertimbangkan dengan matang,” ucap Yanuar dalam acara diskusi Dialektika Demokrasi di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (7/10/2021).

Baca Juga: Mendagri Kirim Surat Bakal Calon Tim Seleksi Anggota KPU dan Bawaslu 2022-2027 ke Presiden Jokowi

Yanuar menyampaikan, ujian demokrasi terbesar 2024 selain mengelola konflik, meredakan ketegangan, dan mendinginkan suhu, ujian terbesar lain adalah bagaimana jaminan Pemilu dan Pilkada berlangsung fair play. Dan jaminan bahwa kualitas hasil Pemilunya juga terjaga.

“Ini ujian yang luar biasa berat karena pertanyaan ini selalu diulang-ulang dalam setiap Pemilu dan Pilkada, yakni bagaimana menjamin fair play. Indikasinya kita tahu seperti money politics, manipulasi suara dan seterusnya selalu berulang setiap Pemilu atau Pilkada,” tuturnya.

Dikatakannya, ujian lainnya adalah bagaimana membangun kecerdasan dan kesadaran masyarakat agar memilih berdasarkan suasana kebatinan yang rela, ikhlas, dan berkualitas.

“Kami berpendapat perlu ada parameter atau ukuran yang sejak awal disepakati Bersama. Parameter yang sudah disepakati antara Komisi II DPR RI dengan Pemerintah adalah tidak merubah aturan main. Artinya undang-undang dan regulasi yang terkait tidak kita ubah,” ujar politisi Fraksi PKB itu.

Menurutnya, perlu dicari waktu yang bisa disepakati bersama atau paling tidak dipahami semua pihak dan tidak menimbulkan perbedaan yang tajam.

ADVERTISEMENT

“PKB berpendapat perlu ada satu parameter yang harus menjadi tolok ukur bersama dalam situasi ini, yaitu tolong hormati dan hargai kebiasaan hadir suasana spiritualitas sosio kultural yang ada di masyarakat yang sudah menjadi tradisi bertahun-tahun, yaitu suasana Ramadhan dan Idul Fitri,” tandasnya.

Baca Juga: Komisi II DPR: KPU dan Kemendagri Belum Mendapat Titik Temu Pelaksanaan Pemilu 2024
Karena bagi PKB dan NU, sambungnya, suasana Ramadhan dan Idul Fitri adalah semacam puncak spiritualitas dimana kita bisa melakukan hal-hal hebat terkait dengan pensucian diri dan jiwa. “Ini momentum sakral yang harus dihormati dengan tepat.

Ini penting diletakkan sebagai parameter buat PKB supaya suhu politik yang naik dengan mekanisme sosial kultural bulan Ramadhan dan Idul Fitri maka bisa turun.

Tapi kalau Pemilunya dilaksanakan setelah Ramadhan atau Idul Fitri maka kita tidak punya lagi mekanisme sosial kultural yang alami untuk mendinginkan suasana,” ungkap Yanuar.

Ia menegaskan, aktor kunci yang melaksanakan Pemilu adalah KPU. Hal tersebut sesuai amanat undang-undang. “DPR dan pemerintah sifatnya hanya supporting, memberikan usul, masukan, saran. Seluruh pelaksanaan penyelenggaraan sudah diamanatkan bersama kepada KPU.

Semestinya, menurut logika, kita tanya KPU nya, sanggupkah bila dilaksanakan pada tanggal tersebut. Pendapat dan sikap KPU harus kita hormati sebagai bagian dari penegakkan kewenangan masing-masing institusi,” pungkasnya. (Nal/SI)

Komentar Facebook

Tags: DPR RIKomisi II DPRPemilu 2024Pilpres 2024
ShareTweetSend

Related Posts

Jaga Kepercayaan Pasar, Menkeu: Pemerintah-BI Solid Kawal Rupiah dan Fiskal

Jaga Kepercayaan Pasar, Menkeu: Pemerintah-BI Solid Kawal Rupiah dan Fiskal

Juni 6, 2026
UU P2SK Resmi Disahkan, Menkeu: Perkuat Stabilitas Sistem Keuangan

UU P2SK Resmi Disahkan, Menkeu: Perkuat Stabilitas Sistem Keuangan

Juni 4, 2026
Pemerintah-DPR Sepakat RUU P2SK Siap Dibahas di Paripurna

Pemerintah-DPR Sepakat RUU P2SK Siap Dibahas di Paripurna

Juni 4, 2026

Anggota Komisi III DPR Dorong Kejelasan Posisi Kompolnas dalam Revisi UU Polri

Juni 3, 2026

Pansus Nilai RUU Desain Industri Lindungi Kekayaan Intelektual

Mei 22, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?