• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Pidato Lengkap Jokowi Soal Politik Genderuwo

Pidato Lengkap Jokowi Soal Politik Genderuwo

Desember 19, 2018
Terpilih Secara Aklamasi di Mubes V Kosgoro 1957, Sari Yuliati resmi pimpin PPK Kosgoro 1957 Periode 2026–2031

Terpilih Secara Aklamasi di Mubes V Kosgoro 1957, Sari Yuliati resmi pimpin PPK Kosgoro 1957 Periode 2026–2031

Juni 6, 2026
Pemprov DKI Bersama BMKG Siapkan Sistem Peringatan Dini untuk Prediksi Polusi Udara Lebih Akurat

Pemprov DKI Bersama BMKG Siapkan Sistem Peringatan Dini untuk Prediksi Polusi Udara Lebih Akurat

Juni 6, 2026
ADVERTISEMENT
Menteri Imipas Minta Jajarannya Kooperatif ke KPK Pasca-OTT

Menteri Imipas Minta Jajarannya Kooperatif ke KPK Pasca-OTT

Juni 6, 2026
Jaga Kepercayaan Pasar, Menkeu: Pemerintah-BI Solid Kawal Rupiah dan Fiskal

Jaga Kepercayaan Pasar, Menkeu: Pemerintah-BI Solid Kawal Rupiah dan Fiskal

Juni 6, 2026
Wamen UMKM Dorong Bali Jadi Pusat Wellness dan BWB Expo 2026

Wamen UMKM Dorong Bali Jadi Pusat Wellness dan BWB Expo 2026

Juni 6, 2026
Anggota Komisi II DPR Sambut Gagasan Pengawas Dana Kampanye, Dorong Reformasi Demi #PemiluBersih

Anggota Komisi II DPR Sambut Gagasan Pengawas Dana Kampanye, Dorong Reformasi Demi #PemiluBersih

Juni 6, 2026
Komisi VII DPR: Nobar Piala Dunia 2026 Bisa Dongkrak Ekonomi dan UMKM

Komisi VII DPR: Nobar Piala Dunia 2026 Bisa Dongkrak Ekonomi dan UMKM

Juni 6, 2026
PSSI Berharap Timnas Indonesia Lanjutkan Tren Kemenangan Saat Hadapi Mozambique

PSSI Berharap Timnas Indonesia Lanjutkan Tren Kemenangan Saat Hadapi Mozambique

Juni 6, 2026
Perkuat Pengawasan Rutan Sipirok Kelas II B Bersama APH Gelar Razia Kamar Hunian

Perkuat Pengawasan Rutan Sipirok Kelas II B Bersama APH Gelar Razia Kamar Hunian

Juni 5, 2026
Menteri Pigai Usulkan Jabatan Nonoperasional Polri Dibuka untuk Kalangan Sipil

Menteri Pigai Usulkan Jabatan Nonoperasional Polri Dibuka untuk Kalangan Sipil

Juni 5, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Juni 6, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Pidato Lengkap Jokowi Soal Politik Genderuwo

[Nasional]

Desember 19, 2018
in Nasional
0
0
SHARES
293
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

SatukanIndonesia.com – Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali melontarkan pernyataan tajam untuk mengkritik para politikus di Indonesia. Jika sebelumnya dia pernah mengatakan ‘politikus sontoloyo’ kini Jokowi mengucapkan ‘politik genderuwo’.

Hal itu ia ungkapkan saat memberi sambutan dalam acara pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Jokowi berpesan agar masyarakat tetap menjaga kerukunan meski nanti berbeda pilihan politik dan waspada dengan pengaruh dari politikus.

Jokowi mengatakan saat ini banyak politikus yang tidak beretika. Politikus model ini, kata dia, menyebarkan propaganda yang menakutkan kepada masyarakat.

“Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Enggak benar kan? itu sering saya sampaikan itu namanya politik gerenduwo, genderuwo, nakut-nakuti,” kata Jokowi, Jumat (09/11/18).

 

Presiden Jokowi menyambut tangan warga saat menghadiri acara penyerahan 3.000 sertifikat hak tanah, di di GOR Tri Sanja, Tegal, Jawa Tengah, Jumat (09/11/18). (Foto: Dok. Setkab)

Pidato lengkap Jokowi soal politik Genderuwo

Tiga ribu sertifikat pagi hari ini sudah diterima oleh bapak atau ibu sekalian. Tetapi di Kabupaten Tegal tahun ini akan diberikan totalnya 45 ribu sertifikat. Sudah dan akan diberikan. Tahun depan targetnya 60 ribu sertifikat harus diberikan di Tegal ini. Akan kita rampungkan. Tadi sesuai dengan yang disampaikan Pak Menteri BPN, tahun 2023 semuanya sudah disertifikatkan di Kabupaten Tegal ini.

Setiap saya datang ke desa, ke kampung, ke kabupaten, ke kota, ke provinsi baik di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua apa yang sering saya dengar? sengketa tanah, sengketa lahan, antara tetangga dengan tetangga, antarsaudara, masyarakat dengan pemerintah, masyarakat dengan perusahaan, masyarakat dengan BUMN, kenapa?. Dan rakyat sering kalah karena tidak pegang yang namanya sertifikat.

Kita tahu sertifikat adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki. Bapak/Ibu punya tanah tapi gak ada sertifikat, begitu sengketa masuk ke pengadilan bisa kalah. Tapi kalau sudah yang namanya pegang sertifikat, tanda bukti hak hukum atas tanah, enak banget. Kalau kita pegang begini sudah tidak ada yang berani.

Misalnya ada yang berani ini tanah saya, bapak/ibu enak buktinya mana? Ini tanahku, buktiku ini. Enak sudah. Ini buktinya, namanya di sini. Di sertifikat itu ada nama jelas, nama pemegang hak di sini ada. Desanya di mana, luasnya, ada semua.

Di negara kita Indonesia ini masih ada kurang lebih 80 juta bidang tanah yang belum bersertifikat. Artinya banyak sekali sengketa. Oleh sebab itu saya telah perintahkan mulai tahun yang lalu kepada Menteri BPN biasanya setahun itu 500 ribu keluar sertifikat tahun kemarin saya sudah perintah harus keluar 5 juta sertifikat. Alhamdulillah akhir tahun selesai 5 juta sertifikat.

Tahun ini target saya 7 juta sertifikat harus keluar dari kantor BPN. Tahun depan targetnya 9 juta sertifikat harus keluar.

Untuk apa? Supaya masyarakat pegang tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimiliki. Jangan sampai kebanyakan sengketa sana, sengketa sini. Kalau sudah sengketa tanah sengketa lahan mudah.

Banyak yang nangis-nangis ke saya masalah sengketa lahan, tapi saya enggak bisa apa-apa. Apalagi sudah masuk pengadilan. Enggak bisa yang namanya presiden itu intervensi, gak bisa.

Yang kedua, saya titip kalau sudah dapat sertifikat tolong diberi plastik seperti ini. Supaya kalau gentengnya bocor, kehujanan, enggak rusak. Yang kedua tolong difotokopi. Kalau yang asli mungkin hilang, masih punya fotokopinya bisa ngurus ke kantor BPN lagi. Setuju?

Yang ketiga, ini biasanya kalau sudah pegang sertifikat pinginnya disekolahkan. Enggak apa, dipakai untuk jaminan di bank. Dipakai untuk agunan ke bank juga enggak apa. Tetapi saya pesan agar sebelum pinjam ke bank itu dihitung dulu, dikalkulasi dulu bisa ngangsur apa tidak. Kalau kira-kira tidak bisa ngangsur enggak usah pinjam ke bank. Jangan pinjam ke bank.

Yang terakhir, bapak/Ibu sekalian, saya ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang besar. Penduduk kita sekarang sudah 263 juta. Kita ini dianugerahi oleh Allah SWT perbedaan-perbedaan, warna-warni, beda suku, beda agama, beda adat, beda tradisi, beda bahasa daerah, beda semua.

ADVERTISEMENT

Kita memiliki 714 suku, banyak sekali suku di Indonesia dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote. Bahasa daerahnya beda-beda, ada 1.100 lebih bahasa daerah kita.

Saya titip, aset terbesar bangsa ini, modal terbesar bangsa ini adalah persatuan, persaudaraan, kerukunan. Oleh sebab itu jangan sampai karena pilihan bupati, gubernur, presiden ada yang tidak saling sapa dengan tetangga. Ada yang tidak saling sapa antarkampung, antardesa, tidak rukun antarkampung. Jangan sampai terjadi seperti itu di Kabupaten Tegal, di Provinsi Jawa Tengah. Setuju?

Di Majelis Taklim ada yang berbeda pilihan enggak saling ngomong. Enggak boleh seperti itu. Kita harus menjaga ukhuwah Islamiah, ukhuwah wathaniah kita. Kita ini semua adalah saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Jangan sampai tidak rukun, tidak bersatu, menjadi pecah gara-gara pilihan presiden, gubernur, bupati. Jangan sampai rugi besar kita ini. Karena pas setiap lima tahun itu ada pilihan bupati, gubernur, presiden, wali kota ada terus. Jangan sampai seperti itu.

Apalagi sekarang ini banyak politikus yang pandai mempengaruhi. Yang tidak pakai etika politik yang baik. Tidak pakai sopan santun politik yang baik. Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan, kekhawatiran. Setelah takut yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Masyarakat menjadi.. memang digiring untuk ke sana. Dan yang ketiga menjadi ragu-ragu masyarakat, benar enggak ya benar enggak ya?. (*)

Artikel ini telah tayang di Tempo.Co dengan judul Pidato Lengkap Jokowi Soal Politikus Genderuwo, Reporter: Ahmad Faiz Ibnu Sani, Editor: Syailendra Persada.

Komentar Facebook

Tags: Joko WidodoNasionalPolitik GenderuwoSatukan Indonesia
ShareTweetSend

Related Posts

Jokowi: Prabowo-Gibran Satu Paket, Tak Bisa Dimakzulkan Sembarangan

Jokowi: Prabowo-Gibran Satu Paket, Tak Bisa Dimakzulkan Sembarangan

Juni 7, 2025
Namanya Masuk Daftar Calon Ketum PPP, Jokowi: Saya di PSI Saja

Namanya Masuk Daftar Calon Ketum PPP, Jokowi: Saya di PSI Saja

Juni 6, 2025
Bareskrim Polri Pastikan Ijazah Jokowi Asli, Penyelidikan Dihentikan

Bareskrim Polri Pastikan Ijazah Jokowi Asli, Penyelidikan Dihentikan

Mei 23, 2025

Presiden Ke-7 Klarifikasi Ijazah Palsu di Bareskrim Polri

Mei 20, 2025

Senator Abraham Hadiri Pelantikan Frans Umbu Sebagai Rektor Universitas Maranatha

Maret 2, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?