Samosir Menjadi Model Pendidikan Terbaik di Indonesia
oleh:
Vandiko Timotius Gultom*
Samosir, SatukanIndonesia.com – Kabupaten Samosir adalah Kabupaten yang unik karena memiliki pulau yang disebut pulau Samosir. Pada umumnya masyarakat tinggal di pulau Samosir dan selebihnya di pinggir Danau Toba yang menghadap pulau Samosir.
Karena Kabupaten Samosir adalah pulau dan penduduk sebagian menghadap pulau maka kondisinya adalah tenang secara alamiah. Melihat alamnya yang tenang dan indah maka Kabupaten Samosir yang cocok dikembangkan adalah pendidikan, pertanian, peternakan, perikanan, kerajinan, dan tentu saja pariwisata. Semua aspek ini dikemas atau diintegrasikan secara holistik.
Kondisi alam yang tenang dan keanekaragaman hayati (biodiversity) yang baik maka Kabupaten Samosir sangat tepat menjadi model pendidikan terbaik di Kawasan Danau Toba, di Sumatera Utara bahkan di Indonesia.
Dalam rangka mewujudkan pendidikan yang terbaik maka langkah pertama dan utama adalah Kabupaten Samosir memiliki kualitas guru yang terbaik. Jika Kabupaten Samosir memiliki guru terbaik di seluruh Desa maka Samosir akan menghasilkan murid-murid terbaik juga.
Guru harus memiliki kreativitas dan inovasi untuk mengajarkan kurikulum dengan baik. Guru tidak hanya mampu mengajarkan kurikulum yang diajarkan pemerintah, tetapi mengimplementasikan pengetahuan dalam kehidupan keseharian.
Coba kita bayangkan jika siswa ke sekolah naik perahu dari rumah dilanjutkan jalan kaki ke sekolah di pinggiran Danau Toba, tetapi murid menjumpai guru yang tidak memiliki kualitas dan semangat yang membara, maka hampir sia-sia saja ke sekolah. Mungkin saja gurunya marah-marah karena siswanya terlambat.
Jika gurunya berkualitas dan semangat yang membara maka siswanya mendapatkan ilmu pengetahuan dan semangat menambah ilmu pengetahuan tiap hari dalam diri setiap siswa. Jika semangat itu terjadi tiap hari, maka Samosir akan menghasilkan siswa-siswa terbaik.
Bagaimana cara menghasilkan guru yang terbaik? Apakah Samosir belum memiliki guru yang terbaik?
Samosir memiliki guru-guru yang hebat, tetapi belum merata. Siswa-siswa yang terbaik masih dihasilkan sekolah-sekolah di ibu kota kecamatan seperti Pangururan, Simanindo, Palipi, Nainggolan, Onan Runggu, Sitiotio, Sianjurmulamula, Harian dan Ronggurnihuta. Di Desa-desa masih banyak guru yang ala kadarnya. Karena itu, kualitas guru harus merata dengan pembinaan guru secara kontinu. Harus disadari hanya guru yang berkualitas menghasilkan siswa berkualitas.
Dalam rangka menghasilkan guru berkualitas dan memiliki kemerdekaan sebagai guru maka langkah-langkah kedepan adalah memilih kepala dinas yang betul-betul rohnya di dunia pendidikan. Kepala dinas pendidikan, jabatan di Dinas Pendidikan (Disdik) harus sesuai kapasitas dan semangatnya di dunia pendidikan.
Demikian juga dengan Kepala Sekolah (Kepsek) harus berdasarkan kemampuan dan rohnya di dunia pendidikan. Bagi guru yang suami-istri perlu dipertimbangkan agar tidak terlalu jauh penempatan suami dengan istri. Penempatan mereka harus pertimbangan kedekatan keluarga.
Guru memiliki keluarga, karena itu penempatan guru yang suami-istri harus berdasarkan kompetensi dan kebutuhan keluarga mereka. Dengan demikian, guru fokus mengajar dan fokus juga membangun keluarga. Guru yang menghasilkan siswa yang hebat dan anak kandung yang hebat juga. Waktunya tidak habis di jalan karena berjauhan.
Dalam rangka menjadikan Samosir menjadi model pendidikan terbaik di Indonesia maka langkahnya adalah menjaga kuantitas dan kualitas guru. Selain menjaga kuantitas dan kualitas guru, kita juga harus menjaga api semangat mendidik bagi semua guru.
Kebutuhan guru harus diakomodasi dengan baik termasuk guru honorer. Khusus guru honorer penghasilannya tidak boleh dibawah Upah Minimum Kabupaten. Guru honorer adalah pengabdi yang luar biasa, maka kapasitas mereka harus diperhatikan secara serius. Guru honorer harus diberikan apresiasi sesuai kebutuhan mereka untuk mengabdi kepada dunia pendidikan.
Kabupaten Samosir memiliki 187 unit Sekolah Dasar Negeri (SDN), Sekolah Dasar Swasta (SD Swasta) 7 unit. Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 25 unit dan Sekolah Menengah Pertama Swasta (SMP Swasta) 9 unit. Total sekolah yang dibina Pemerintah Kabupaten sebanyak 228 unit.
Jumlah guru SD yang menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) kira-kira sebanyak 1250 orang dan honor 450 orang. Jumlah guru SMP yang ASN sebanyak 365 orang dan honorer sebanyak 140 orang. Jumlah keseluruhan guru ASN diperkirakan sebanyak 1615 orang dan honorer 590 orang.
Dalam rangka menjaga kuantitas guru SD maka setiap SD minimal memiliki Kepala Sekolah (Kepsek) 1 orang, guru kelas 6 orang, guru agama Katolik dan Protestan masing-masing 1 orang. Guru agama Islam dipertimbangkan sesuai kebutuhan.
Mengingat kurikulum yang terus berkembang maka idealnya sejatinya tiap SD ada ahli Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, ahli bahasa dan sastra dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Kendala pendidikan kita kini adalah guru kelas yang tidak mampu menguasai semua mata pelajaran. Jika gurunya senang matematika, maka cenderung siswanya diajak belajar matematika. Dalam konteks inilah Kepsek harus mampu mengendalikan kualitas pendidikan setiap SD.
Di Sekolah SMP harus memiliki guru yang kuantitas dan kualitasnya setara guru tingkat nasional. Di setiap SMP wajib memiliki guru Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Geografi, Ilmu-ilmu sosial yang handal. SMP juga harus memiliki guru olah raga yang hebat. Guru olah raga yang mampu mengajarkan ilmu-ilmu olahraga, khususnya renang. Anak-anak Samsoir wajib bisa renang, bahkan harus berprestasi dibidang olahraga renang. Pemerintah Kabupaten wajib hukumnya memfasilitasi anak-anak agar dapat berenang dan berprestasi dalam olahraga renang dan berbagai cabang olah raga.
Bagaimana caranya agar Kabupaten Samosir memiliki guru yang hebat dan menjadi model pendidikan terbaik?
Caranya adalah dari 9 Kecamatan dijadikan 3 kluster pusat Pendidikan. Kluster pertama berada di Pangururan, kluster kedua ada di Simanindo, dan kluster ketiga ada di Nainggolan atau Palipi atau di Onan Runggu. Bisa juga berpusat di Sitiotio, Harian, atau Sianjurmulamula.
Dalam konteks ini guru diajak bersepakat agar memudahkan mereka dalam pelatihan secara kontinu. Pelatihan idealnya di Samosir supaya kondisi Samosir yang indah itu menjadi objek pendidikan dalam pelatihan.
Narasumber yang dibutuhkan guru dalam rangka pembaruan keilmuwan (upgrade) guru adalah ilmuwan-ilmuwan atau guru besar kampus dari Universitas Pendidikan Nasional (UPN) Bandung, Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Semarang (UNNES), UI, ITB, UGM, ITS, IPB, USU dan berbagai Perguruan Tinggi yang relevan.
Semua guru Samosir harus dibina oleh orang-orang bermutu tinggi sehingga gurunya pun kualitasnya tinggi. Guru yang kualitas tinggi pasti menghasilkan siswa-siswa berkualitas tinggi. Dengan demikian Kabupaten Samosir menghasilkan siswa terbaik dan kelak di masa kuliahnya mampu mendapatkan beasiswa atau kuliah di Perguruan Tinggi (PT) terbaik di Indonesia bahkan di dunia.
Pelatihan terus dilakukan hingga kualitas guru menjadi pelatih akan memiliki kemampuan menggunakan media dan alat pembelajaran paling mutakhir. Sekolah yang memiliki guru yang mengikuti ilmu paling mutakhir diikuti oleh fasilitas pendidikan yang baik seperti media, alat pembelajaran juga laboratorium yang memadai.
Guru harus cakap mengggunakan media, alat pembelajaran. Laboratorium di sekolah-sekolah harus dibenahi secara sistemik. Dalam rangka pembenahan kualitas guru, fasilitas sekolah harus melibatkan seluruh komponen yang terkait dengan pendidikan. Pemerintah Kabupaten harus melakukan sinkronisasi dukungan pemerintah, swasta dan lembaga yang peduli dengan pendidikan.
Anak-anak yang dididik dengan baik dimasa pendidikan dasar secara otomatis terpola untuk menggapai cita-cita dengan baik. Cita-cita anak didukung orang tua dan didukung kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Pemprov dan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan tercapai.
Capaian itulah yang menjadi kontribusi Samosir kepada Indonesia. Indonesia akan jaya jika semua Kabupaten berkontribusi dengan baik. Jika kita berpikir jauh kedepan, maka Undang-Undang Nomor 20 tentang Sisdiknas harus kita wujudkan. Salah satu isi UU Sisdiknas adalah 20 % dana pendidikan dari APBN. Kabupaten Samosir harus menafsirkan dan mengimplementasikan UU itu dengan baik. Majulah Samosirku.(*)
*Penulis adalah alumni Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Calon Bupati Samosir.














